Peneliti UGM Kritisi Penyerahan Jabatan Kabais TNI Terkait Kasus Aktivis Andrie Yunus

Politik & Hukum News

Peneliti UGM Kritisi Penyerahan Jabatan Kabais TNI Terkait Kasus Aktivis Andrie Yunus
UGMKabais TNIAndrie Yunus

Peneliti UGM mendesak pengusutan motif institusional di balik kasus penyiraman air keras aktivis Andrie Yunus, menekankan pentingnya pengadilan umum dan transparansi dalam proses hukum.

Peneliti dari Universitas Gadjah Mada ( UGM ) menyampaikan kritik keras terhadap penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI terkait dengan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus . Achmad Munjid, seorang peneliti dari Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM , menekankan pentingnya pengusutan motif institusional di balik tindakan tersebut, bukan hanya berfokus pada pelaku di lapangan.

Ia mendesak agar kasus ini tidak hanya berhenti pada individu-individu yang terlibat langsung, melainkan harus mengungkap adanya keterlibatan organisasi yang lebih luas, dan proses hukumnya harus dilakukan melalui pengadilan umum. Munjid mengingatkan bahwa pengunduran diri Kabais TNI tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan pengusutan kasus, melainkan harus dipandang sebagai indikasi kuat adanya keterlibatan lembaga. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan penyiraman tersebut kemungkinan besar bukan merupakan inisiatif pribadi, melainkan bagian dari suatu operasi yang lebih terstruktur dan terkoordinasi. Peneliti PSKP UGM tersebut menekankan perlunya mengungkap motif di balik serangan terhadap aktivis yang menyuarakan kritik terhadap pemerintah. Menurutnya, pengadilan harus mampu mengungkap mengapa seorang prajurit yang seharusnya melindungi rakyat justru terlibat dalam upaya membungkam kebebasan berpendapat. Pertanyaan mendasar yang perlu dijawab adalah apa motif di balik tindakan tersebut dan ke arah mana tindakan itu diarahkan. Ini mencakup tidak hanya siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, tetapi juga pihak-pihak yang mungkin terlibat dalam merencanakan atau memberikan perintah. Munjid secara tegas menolak jika kasus ini diselesaikan melalui mekanisme pengadilan militer. Ia berpendapat bahwa pengadilan umum adalah forum yang tepat untuk mengungkap kebenaran secara transparan dan memastikan keadilan bagi korban. Ia juga menekankan bahwa kasus ini memiliki implikasi yang luas terhadap kebebasan berpendapat dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia. Upaya untuk mengungkap motif institusional diharapkan dapat memberikan kejelasan tentang siapa saja yang terlibat, dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Hal ini juga penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi keamanan negara dan menegakkan prinsip supremasi hukum. Dalam pandangan Munjid, pengadilan umum juga akan memberikan kesempatan bagi publik untuk memantau proses hukum secara langsung, dan memastikan bahwa tidak ada upaya untuk menutup-nutupi atau melindungi pihak-pihak yang bertanggung jawab. Ia berharap bahwa kasus ini akan menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap praktik-praktik intelijen dan memastikan bahwa mereka beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia. Penyelidikan yang komprehensif juga akan membantu mengidentifikasi celah-celah dalam sistem pengawasan dan akuntabilitas, sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan di masa depan. Lebih lanjut, Munjid menekankan pentingnya transparansi dalam proses hukum. Informasi terkait penyelidikan harus dibuka secara luas kepada publik, dengan tetap memperhatikan aspek-aspek yang sensitif dan menjaga kerahasiaan informasi yang relevan dengan kepentingan keamanan negara. Ia juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal proses hukum, sehingga dapat dipastikan bahwa kasus ini tidak hanya menjadi kasus hukum semata, melainkan juga menjadi pelajaran berharga bagi perbaikan sistem hukum dan penegakan HAM di Indonesia. Peneliti UGM lainnya juga memberikan dukungan terhadap pernyataan Munjid. Mereka sepakat bahwa penyelesaian kasus melalui mekanisme pengadilan umum adalah langkah yang tepat untuk memastikan keadilan dan transparansi. Dukungan ini mencerminkan komitmen para akademisi terhadap penegakan hukum dan perlindungan hak-hak warga negara. Mereka berharap bahwa kasus ini akan menjadi preseden bagi penanganan kasus-kasus serupa di masa depan, di mana keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

suaradotcom /  🏆 28. in İD

UGM Kabais TNI Andrie Yunus Penyiraman Air Keras Pengadilan Umum Motif Institusional Kebebasan Berpendapat Hak Asasi Manusia Transparansi Hukum

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Ungkap Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus, Ketum Badko HMI Jabar Terima Ancaman PembunuhanUngkap Aktor Intelektual Kasus Andrie Yunus, Ketum Badko HMI Jabar Terima Ancaman PembunuhanJPNN.com : Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Barat Siti Nurhayati Barsasmy, mengaku mendapatkan serangkaian teror dan a...
Read more »

Diduga Terlibat, Investigasi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus Diperlukan TPF IndependenDiduga Terlibat, Investigasi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus Diperlukan TPF IndependenKasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus yang diduga melibatkan perwira TNI dari BAIS, menjadi perhatian serius. Pembentukan tim pencari fakta independen seperti kasus Munir dinilai perlu untuk mengungkap semua kemungkinan keterlibatan dan perintah komando. Presiden Prabowo Subianto telah mengutuk tindakan tersebut sebagai terorisme.
Read more »

Update Penyelidikan Penyerangan Andrie Yunus: TNI Tahan 4 Anggota BAISUpdate Penyelidikan Penyerangan Andrie Yunus: TNI Tahan 4 Anggota BAISPenyelidikan kasus penyerangan aktivis KontraS, Andrie Yunus, terus berlanjut. TNI telah menahan empat anggota BAIS yang diduga terlibat. Presiden Prabowo Subianto mengutuk insiden tersebut sebagai tindakan terorisme dan berjanji akan mengusut tuntas, termasuk dalang dan pihak yang membiayai.
Read more »

Bahaya Framing, Publik Jangan Mudah Diadu Domba di Kasus Andrie YunusBahaya Framing, Publik Jangan Mudah Diadu Domba di Kasus Andrie YunusIsu framing atau pembentukan opini dinilai kerap digunakan sebagai instrumen dalam menciptakan ketidakstabilan politik dan geostrategis. Hal tersebut disampaikan praktisi hukum,
Read more »

Badko HMI Jabar Diteror Usai Bahas Aktor Intelektual Kasus Andrie YunusBadko HMI Jabar Diteror Usai Bahas Aktor Intelektual Kasus Andrie YunusKetua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Barat, Siti Nurhayati Barsasmy mendapatkan serangkaian teror dan ancaman dari
Read more »

Akademisi: Aksi penyerangan Andrie Yunus murni tindakan individuAkademisi: Aksi penyerangan Andrie Yunus murni tindakan individuGuru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Profesor Kadri, menilai kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini harus ...
Read more »



Render Time: 2026-04-26 09:31:49