Mahkota Miss Universe 2019 yang mewah dirancang Mouawad, Miss France menarik diri dari kompetisi, dan tuduhan kecurangan dalam Miss Universe 2025 menimbulkan perdebatan global tentang integritas dan masa depan kontes kecantikan.
Pada 5 Desember 2019, di Marriott Marquis Atlanta, Georgia, Miss Universe Catriona Gray bersama perancang perhiasan mewah Mouawad memperkenalkan mahkota Miss Universe generasi baru. Mahkota tersebut dibuat dari emas 18 karat dan dilengkapi lebih dari 1.770 berlian, termasuk satu berlian kenari emas berbentuk perisai yang menempati pusat mahkota dengan berat 62,83 karat, menjadikannya simbol kemewahan sekaligus kekuatan.
Pengungkapan tersebut menandai kolaborasi antara dunia hiburan dan industri perhiasan, sekaligus menegaskan upaya Miss Universe untuk terus memperbarui citra visualnya agar selaras dengan standar internasional yang semakin tinggi. Namun, pada pertengahan tahun 2026, organisasi Miss France mengumumkan penarikan diri dari kompetisi Miss Universe. Dalam sebuah unggahan Instagram Stories yang dibagikan oleh Miss Universe Prancis, para wakil negara menyatakan bahwa keputusan ini didasari keinginan untuk tetap setia pada identitas, komitmen, dan nilai-nilai Miss France.
Mereka menilai bahwa arah kompetisi Miss Universe saat ini tidak lagi sejalan dengan evolusi kontes kecantikan internasional, terutama mengingat tantangan yang diproyeksikan hingga tahun 2025. Presiden Organisasi Miss France, Frédéric Gilbert, menegaskan pada konferensi pers tanggal 30 Mei 2026 bahwa keputusan ini merupakan langkah untuk mempertahankan integritas dan nilai historis Miss France, sekaligus menunggu perkembangan selanjutnya sebelum memutuskan kembali berpartisipasi.
Organisasi Miss Universe menanggapi keputusan tersebut dengan mengumumkan bahwa perwakilan Prancis akan tetap hadir dalam ajang Miss Universe melalui mekanisme baru yang akan dimulai pada siklus 2026. Pada 29 Mei 2026, akun resmi Miss Universe di Instagram menyatakan bahwa mereka akan langsung mengawasi dan mempromosikan platform Miss Universe France, menekankan komitmen pada profesionalisme, keunggulan, dan visi internasional. Sementara itu, kontestasi Miss Universe 2025 yang berlangsung di Bangkok membawa sejumlah kontroversi.
Fatima Bosch dari Meksiko dinobatkan sebagai pemenang, namun mantan juri Omar Harfouch mengungkapkan tuduhan bahwa kemenangan tersebut dipengaruhi oleh kepentingan bisnis pemilik kontes, Raúl Rocha, dan ayah Fatima. Klaim tersebut dibantah oleh organisasi Miss Universe yang menegaskan bahwa seluruh proses evaluasi mengikuti protokol transparan yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, Olivia Manuela Yace, perwakilan Pantai Gading yang meraih gelar Miss Universe Afrika dan Oseania, memutuskan mengembalikan mahkota tersebut kepada komite Miss Universe pada 24 November 2025, mengakhiri afiliasinya dengan organisasi dan melanjutkan kariernya sebagai model dan pengusaha. Pengunduran diri ini menambah daftar peristiwa penting yang memperlihatkan dinamika internal serta tantangan eksternal yang dihadapi dunia kontes kecantikan modern
Miss Universe Miss France Kontes Kecantikan Kontroversi Mahkota
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Tangis Guru di Aceh Pecah di Depan Finalis Miss Universe: Kasihan Anak-Anak Kepanasan di TendaUsai banjir Aceh Tengah, para siswa terpaksa belajar di dalam tenda darurat yang kondisinya sangat panas dan tidak memadai.
Read more »
Niat Bantu Korban Banjir Aceh, Finalis Miss Universe Indonesia 2025 Malah Diteror Foto SeronokAfina Syifa Biladina memotret kondisi anak-anak Aceh yang memprihatinkan setelah bencana banjir Bandang pada November 2025.
Read more »
Unggah Kondisi Aceh Pascabanjir, Finalis Miss Universe Indonesia Menerima Serangkaian TerorTabloid Bintang
Read more »
Kepakan PSG Menuju Mahkota Eropa KeduaSengatan pemain sayap PSG akan menentukan hasil akhir di Budapest. PSG tetap memiliki kelemahan meski lebih diunggulkan atas Arsenal.
Read more »




