Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemigas untuk mengimpor minyak dari Rusia. Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 mengatur tentang pengadaan minyak bumi, bahan bakar minyak, dan/atau liquified petroleum gas (LPG) untuk ketahanan energi nasional.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan bahwa Kementerian ESDM akan mengoptimalkan penggunaan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemigas untuk mengimpor minyak , termasuk dari Rusia , setelah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026.
Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 mengatur tentang pengadaan minyak bumi, bahan bakar minyak, dan/atau liquified petroleum gas (LPG) untuk ketahanan energi nasional. Yuliot menjelaskan bahwa berdasarkan aturan tersebut, selain pengadaan impor oleh badan usaha milik negara (BUMN) seperti yang sudah berjalan selama ini, pemerintah juga memungkinkan Badan Layanan Umum (BLU) di bidang energi untuk melakukan impor minyak mentah, BBM, maupun LPG. Adapun BUMN yang selama ini mengimpor komoditas energi adalah Pertamina.
Aturan tersebut termaktub dalam Pasal 4 Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026. Pasal 4 ayat (3) menyampaikan pelaksanaan impor oleh BLU di sektor energi dilakukan sesuai dengan perjanjian kerja sama. BLU dapat melakukan impor berdasarkan perjanjian kerja sama, baik kerja sama antarpemerintah maupun kerja sama antara Pemerintah Pusat dengan pemasok di luar negeri.
Akan tetapi, Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 juga memungkinkan BLU untuk melakukan pengadaan impor di luar kesepakatan kerja sama antarpemerintah atau kerja sama antara Pemerintah Pusat dengan pemasok di luar negeri untuk memenuhi cadangan penyangga energi dan/atau cadangan operasional, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 4 ayat (6) dan Pasal 4 ayat (7) Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026. Lebih lanjut, Pasal 5 Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 memberi ruang bagi BLU maupun Pertamina untuk melakukan pengadaan impor dalam keadaan mendesak meski terdapat perbedaan harga berdasarkan jumlah, jenis produk, negara asal, dan waktu pengiriman, sesuai kesepakatan kontrak pembelian.
Keadaan mendesak tersebut berdasarkan kepada penetapan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang minyak dan gas bumi, dalam hal ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan pemerintah perlu menyiapkan regulasi tambahan dan skema impor, sebab produk minyak dari Rusia membutuhkan perlakuan khusus. Pertamina, selaku BUMN yang bergerak di bidang migas, berbisnis menggunakan obligasi global atau global bond.
Oleh karena itu, Pertamina harus menghindari hal-hal yang dapat melanggar obligasi global. Komitmen Pertamina terhadap obligasi global menyebabkan Kementerian ESDM harus mencari skema yang ideal dalam rangka mengimpor minyak dari Rusia. Langkah tersebut menjadi bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026, yang merupakan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia
Kementerian ESDM BLU Mengimpor Minyak Rusia Ketahanan Energi Nasional
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
B50 Siap Berlaku 1 Juli 2026, Pemerintah Klaim Aman untuk MesinKementerian ESDM memastikan implementasi B50 berjalan mulai Juli 2026 setelah uji teknis menunjukkan hasil positif.
Read more »
Pemerintah Tawarkan 118 Potensi Blok Migas Baru-41 Struktur Migas IdleKementerian ESDM tawarkan 118 potensi blok migas baru
Read more »
Sering Disebut Prabowo, Proyek PLTS 100 GW Butuh Lahan 24.000 HektareKementerian ESDM menyiapkan lahan 24.000 hektare untuk proyek PLTS 100 Giga Watt (GW)
Read more »
Kementerian ESDM konsolidasi data pertambangan dengan DanantaraKementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan konsolidasi data izin usaha pertambangan (IUP) dengan Danantara terkait aktivitas ekspor PT ...
Read more »




