Mantan pelatih akademi Michael Olise, Mark Bowen, mengungkap kebiasaan unik sang pemain yang selalu tidur di mobil saat tiba di lapangan latihan karena harus berjuang melawan kemacetan dari London ke Reading. Kisah ini menyoroti dedikasi Olise sejak usia muda.
Mantan pelatih akademi Michael Olise , Mark Bowen , mengungkapkan kebiasaan unik yang dulu sering dilakukan oleh pemain sayap Bayern München tersebut. Kebiasaan itu terungkap saat Bowen mengenang masa-masa awal melatih Olise di Reading .
Setiap pagi, ketika Bowen tiba di lapangan latihan, Olise seringkali sudah berada di dalam mobilnya, tertidur pulas. Hal ini terjadi karena Olise, yang saat itu masih remaja dan baru menembus tim utama Reading yang bermain di divisi dua Inggris, harus melakukan perjalanan jauh dari rumah keluarganya di London setiap hari. Ia harus berjuang melewati kemacetan lalu lintas ibu kota agar bisa tiba di Reading tepat waktu untuk sesi latihan.
Olise menjelaskan bahwa ia tidak ingin terjebak macet dan tidak ingin menghabiskan terlalu banyak waktu di dalam mobil. Oleh karena itu, ia seringkali berangkat sangat pagi, bahkan sekitar pukul setengah enam pagi, agar bisa sampai di tempat latihan tepat waktu. Namun, usaha Olise untuk menghindari kemacetan justru membawanya pada kebiasaan yang tak biasa. Ia tiba di lapangan latihan dan langsung tertidur di balik kemudi mobilnya.
Para pemain senior seringkali bertanya kepada Bowen mengenai keberadaan Olise dan mengapa ia terlambat. Bowen kemudian menjelaskan bahwa Olise sebenarnya sudah berada di area parkir sejak lama, bahkan sebelum mereka bangun tidur. Ia masih anak-anak dan tertidur lelap di dalam mobil. Para pemain dan staf pelatih harus mengetuk kaca mobil untuk membangunkannya sebelum latihan dimulai.
Kenangan ini menunjukkan dedikasi Olise terhadap sepak bola, meskipun dengan cara yang unik dan sedikit aneh. Sebelum bergabung dengan Reading, Olise sempat menimba ilmu di akademi muda Arsenal dan Chelsea. Ia menghabiskan tujuh tahun di Chelsea, namun dilepas pada usia empat belas tahun meskipun bakatnya sudah terlihat jelas. Setelah itu, ia sempat bergabung dengan Manchester City, tetapi hanya bertahan selama satu tahun.
Kepindahannya ke Reading pada usia lima belas tahun menjadi titik balik dalam karirnya, dan dalam waktu kurang dari dua tahun, ia berhasil menembus tim utama. Bowen, yang kini menjabat sebagai direktur teknis di Forest Green Rovers, masih merasa heran mengapa Olise memilih untuk bergabung dengan Reading setelah bermain di klub-klub besar seperti Arsenal, Chelsea, dan Manchester City.
Ia menduga bahwa klub-klub tersebut mungkin menganggap kepercayaan diri Olise sebagai hal yang negatif, atau mungkin mereka merasa bahwa ia seharusnya lebih rendah hati. Namun, di bawah asuhan Bowen, Olise berkembang pesat dan menjadi pemain andalan di Reading. Pada tahun 2021, ia pindah ke Crystal Palace dan berhasil menancapkan namanya di Liga Premier. Penampilannya yang gemilang menarik perhatian Bayern München, yang akhirnya merekrutnya pada tahun 2024 dengan biaya tak kurang dari 53 juta euro.
Investasi tersebut terbukti sangat berharga, karena Olise telah berkembang menjadi salah satu talenta terbesar di dunia sepak bola dan telah memberikan kontribusi signifikan bagi Bayern. Kurang dari dua tahun setelah bergabung, nilai transfernya sudah terbayar kembali. Olise tampil mengesankan dalam laga sengit antara Bayern dan Paris Saint-Germain, yang berakhir dengan skor 5-4 untuk tim Prancis.
Hingga saat ini, pemain berusia 24 tahun ini telah mencetak 20 gol dan memberikan 29 assist dalam 47 pertandingan musim ini, membuktikan bahwa ia adalah aset berharga bagi Bayern München
Michael Olise Bayern München Reading Mark Bowen Liga Premier Sepak Bola Kebiasaan Unik Pemain Sepak Bola
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Bahaya Tidur dengan TV Menyala: Sinyal Masalah Kesehatan?Kebiasaan tidur dengan TV menyala seringkali merupakan indikasi masalah kesehatan seperti ketidakseimbangan hormon, masalah tiroid, dan kelelahan yang tidak wajar. Cahaya biru dari TV juga dapat mengganggu produksi melatonin dan menurunkan kualitas tidur.
Read more »
Bahaya Tidur dengan TV Menyala: Sinyal Masalah Kesehatan?Kebiasaan tidur dengan TV menyala seringkali merupakan indikasi masalah kesehatan seperti ketidakseimbangan hormon, masalah tiroid, dan kelelahan yang tidak wajar. Cahaya biru dari TV juga dapat mengganggu kualitas tidur.
Read more »
'Berada di awal sesuatu yang luar biasa': Juara dunia sudah membandingkan bintang FC Bayern München dengan Zinedine ZidaneBagi Christophe Dugarry, juara dunia Prancis tahun 1998, gaya bermain Michael Olise dari Bayern München mengingatkan dirinya pada Zinedine Zidane.
Read more »
Dampak Buruk Saling Pinjam Earphone bagi Kesehatan TelingaKebiasaan saling pinjam earphone yang terlihat remeh justru menyimpan berbagai potensi masalah kesehatan telinga.
Read more »
Aurel Tak Tahan dengan Kebiasaan Suami dan Ingin Sudahi Pernikahan, Atta Halilintar Beri KlarifikasiPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Read more »
'Dia bisa melakukan apa saja dengannya': Toni Kroos sangat terkesan dengan seorang pemain FC Bayern saat melawan PSGToni Kroos memuji penampilan Michael Olise dalam pertandingan spektakuler yang berakhir dengan skor 5-4 antara Paris Saint-Germain dan FC Bayern pada leg pertama semifinal Liga Champions.
Read more »
