KPK Panggil Hj Mamah Maryamah dalam Kasus Suap Bupati Bekasi

Kpk News

KPK Panggil Hj Mamah Maryamah dalam Kasus Suap Bupati Bekasi
Pemkab BekasiMamah MaryamahAde Kuswara Kunang

 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil seorang pengusaha limbah di Kabupaten Bekasi, Hj Mamah Maryamah, sebagai saksi dalam kasus dugaan suap

Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil seorang pengusaha limbah di Kabupaten Bekasi, Hj Mamah Maryamah , sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

KPK Mulai Telusuri Aset Eks Sekjen Kemnaker Heri Sudarmanto Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan pada Kamis, 9 April 2026, di Gedung Merah Putih KPK. Selain Hj Mamah Maryamah, penyidik juga memanggil satu saksi lainnya, yakni Handoko dari pihak swasta. "Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih," kata Budi kepada wartawan, Kamis siang, 9 April 2026. Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu Ade Kuswara Kunang selaku Bupati Bekasi, HM Kunang selaku Kepala Desa Sukadami sekaligus ayah Ade, dan Sarjan dari pihak swasta. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka pada 20 Desember 2025, setelah terjaring operasi tangkap tangan pada 18 Desember 2025. Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang bersama ayahnya, HM Kunang selaku Kepala Desa Sukadami, dan Sarjan selaku swasta resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu, 20 Desember 2025 setelah terjaring OTT pada Kamis, 18 Desember 2025. Dalam perkaranya, setelah terpilih menjadi Bupati Bekasi, Ade mulai menjalin komunikasi dengan Sarjan yang merupakan penyedia paket proyek di lingkungan Pemkab Bekasi. Dari hasil komunikasi itu, dalam rentang 1 tahun terakhir sejak Desember 2024 sampai dengan Desember 2025, Ade rutin meminta ijon paket protek kepada Sarjan melalui perantara ayahnya, Kunang dan pihak lainnya. Adapun total ijon yang diberikan Sarjan kepada Ade bersama-sama Kunang mencapai Rp9,5 miliar. Pemberian uang dilakukan dalam 4 kali penyerahan melalui para perantara. Selain aliran dana tersebut, sepanjang 2025, Ade juga diduga mendapatkan penerimaan lainnya yang berasal dari sejumlah pihak dengan total mencapai Rp4,7 miliar. Sehingga total yang diterima Ade mencapai Rp14,2 miliar. Sementara dari kegiatan OTT, KPK mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp200 juta dari rumah Ade. Di mana uang tersebut merupakan sisa setoran ijon keempat dari Sarjan kepada Ade melalui para perantara.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

rmol_id /  🏆 21. in İD

Pemkab Bekasi Mamah Maryamah Ade Kuswara Kunang

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

KPK Ungkap Ada Saksi Kasus Suap Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya DibakarKPK Ungkap Ada Saksi Kasus Suap Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya DibakarPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Read more »

KPK Minta LPSK Lindungi Saksi Kasus Suap Ijon Proyek Bekasi yang Rumahnya DibakarKPK Minta LPSK Lindungi Saksi Kasus Suap Ijon Proyek Bekasi yang Rumahnya DibakarKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar saksi dalam perkara suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi segera mendapatkan
Read more »

KPK Minta LPSK Lindungi Saksi Kasus Bekasi yang Rumahnya DibakarKPK Minta LPSK Lindungi Saksi Kasus Bekasi yang Rumahnya DibakarJPNN.com : KPK ajukan perlindungan ke LPSK untuk saksi kasus korupsi Bekasi yang menjadi korban teror.
Read more »

KPK Sebut Saksi Kasus Bupati Bekasi Dapat Intimidasi, Rumahnya DibakarBerita KPK Sebut Saksi Kasus Bupati Bekasi Dapat Intimidasi, Rumahnya Dibakar terbaru hari ini 2026-04-08 20:00:12 dari sumber yang terpercaya
Read more »

Summarecon Bekasi: Transformasi dari 'Planet Bekasi' Menuju Gaya Hidup PremiumSummarecon Bekasi, di usia ke-16, berhasil mengubah citra kota yang dulu identik dengan polusi dan kemacetan menjadi ikon gaya hidup premium dan pusat bisnis. Dimulai pada 10 Maret 2010, kawasan ini telah membangun hunian, ruang publik, dan fasilitas komersial, termasuk rekor penjualan apartemen dalam waktu singkat. Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Magdalena Juliati menyoroti perannya sebagai destinasi penting bagi warga Bekasi dan sekitarnya, termasuk fasilitas pendidikan.
Read more »

KPK: Rumah Saksi Korupsi Bupati Bekasi Diduga DibakarKPK: Rumah Saksi Korupsi Bupati Bekasi Diduga DibakarKPK kini koordinasi dengan LPSK agar saksi yang mendapat intimidasi mendapat perlindungan.
Read more »



Render Time: 2026-05-10 03:58:03