Pangeran Thailand mengalami perubahan drastis dari kehidupan mewah menjadi tukang kebun di Bandung. Simak kisahnya!
Foto: Warga mengantre untuk menyampaikan belasungkawa kepada Ibu Suri Sirikit setelah pengumuman kematiannya, di Istana Agung di Bangkok, Thailand, 26 Oktober 2025. Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.
Perubahan hidup yang drastis dari kehidupan mewah di lingkungan Istana Raja menjadi rakyat jelata dialami oleh Pangeran Siam Paribatra Sukhumbandu, yang wilayahnya sekarang dikenal sebagai Thailand. Dia menjalani hidup sederhana sebagai tukang kebun di Bandung akibat efek gejolak politik besar yang melanda negerinya. Berstatus sebagai putra Raja Chulangkorn dan Rama V, Paribatra tumbuh di lingkaran elite kerajaan sekaligus menduduki beberapa jabatan strategis di pemerintahan. Dalam buku Thailand: A Short History , Paribatra tercatat pernah menjabat sebagai Panglima Angkatan Laut, Menteri Dalam Negeri, hingga penasihat raja. Namun, seluruh privilese dan kekuasaan tersebut hancur seketika setelah kudeta pada 24 Juni 1932 yang mengakhiri dominasi monarki absolut. Kudeta tersebut berdampak langsung terhadap Paribatra, mengingat ia merupakan bagian dari keluarga kerajaan, baik secara politik maupun garis keturunan. Ia harus meninggalkan istana yang telah ditempatinya selama puluhan tahun dan praktis kehilangan tempat berpijak di tanah kelahirannya. Usai peristiwa kudeta, Paribatra sempat kebingungan menentukan tujuan hidup berikutnya. Ia sempat mempertimbangkan pergi ke Eropa, namun akhirnya memilih Hindia Belanda sebagai tempat pelarian. Arsip surat kabar De Indische Courant edisi 6 Agustus 1932 mencatat, Paribatra tiba di Batavia sebelum menetap di kawasan Cipaganti, Bandung. Ia tiba bersama sang istri, lima anak, serta beberapa pengikut lainnya-menandai babak baru kehidupan seorang pangeran yang jatuh dari pusat kekuasaan ke kehidupan sederhana di tanah rantau. Keputusan Paribatra untuk tinggal di Paris van Java dipilih karena suasana kota itu sesuai dengan dirinya sebagai pensiunan. Di sana suasananya begitu dingin, sepi, dan banyak pemandangan alam indah.Walau dianggap pesakitan di Thailand, Paribatra begitu dihormati di Hindia Belanda. Para pejabat tinggi masih menganggapnya sebagai sosok hebat dan berjasa. Tak heran, dia diberi kebebasan di Bandung. Harian de Indische Courant menuliskan, pejabat Hindia Belanda memberikan tiga rumah besar di Bandung sebagai hunian Paribatra. Hunian tersebut kemudian dimanfaatkan sang pangeran untuk menyalurkan kegiatan terpendamnya yaitu menjadi tukang kebun. Peneliti sejarah Bandung Haryoto Kunto dalam Semerbak Bunga di Bandung Raya menceritakan, Paribatra menjadi ahli tanaman anggrek di rumah barunya. Sehari-hari Paribatra menjadi tukang kebun hingga sukses membangun taman indah berbunga di depan rumah. Dari kebun itu pula, Paribatra memperkenalkan bibit anggrek yang kelak disebarluaskan di kawasan Bandung. Mengutip majalah Mooi Indie , dia rela menjadi tukang kebun karena merasa Bandung masih miskin tumbuhan bunga-bunga. Selain berkebun, Paribatra juga hobi berwisata ke Jawa, Sumatera dan Bali. Setiap kali berlibur, jejak langkah Paribatra selalu jadi sorotan banyak media. Selama periode 1933-1938, tercatat dia mengunjungi Malang, Surabaya, Jogja, Bali, Kediri Bogor, Medan, dan sebagainya. Biasanya, Paribatra datang bersama rombongan dan menginap di hotel selama berhari-hari. Saat mengunjungi Malang, misalnya, koran Soerabaijasch handelsblad melaporkan, Paribatra dan 12 orang lain diberi fasilitas hotel oleh pejabat lokal. Selanjutnya, mereka diajak jalan-jalan ke tempat wisata. Terkadang juga Paribatra melakukan napak tilas ke beberapa wilayah yang pernah dikunjungi Rama V di Hindia Belanda. Beberapa tahun kemudian, idup Paribatra Sukhumbandhu berakhir pada 18 Januari 1944. Dia wafat di usia 62 tahun dan dimakamkan di Bandung. Namun, pada 1948, jenazah Paribatra dipulangkan ke tanah kelahiran untuk dikremasi di Istana Raja, Bangkok.
Tukang Kebun Sejarah Thailand Bandung Kudeta 1932 Kehidupan Sederhana Paribatra Sukhumbandu Hindia Belanda Tanaman Anggrek Warisan Budaya
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Persib Bandung Hadapi Ujian Berat di Kandang Dewa United: Federico Barba Jadi TumpuanPersib Bandung bersiap menghadapi tantangan dari Dewa United Banten FC dalam laga pekan ke-28 BRI Liga 1. Tim asuhan Bojan Hodak yang memuncaki klasemen harus mewaspadai performa menanjak tim tuan rumah dan ancaman dari bomber Alex Martins serta kreativitas Alexis Messidoro.
Read more »
Pangeran Harry Kenang Kematian Putri Diana, Akui Pernah Menolak Takdir KerajaanDalam pidatonya di Australia, Pangeran Harry membuka cerita tentang trauma kehilangan Putri Diana dan penolakan terhadap peran kerajaan.
Read more »
Bayi di Bandung Sakit Setelah Imunisasi, Diduga Alami KIPIDinas Kesehatan Kota Bandung melakukan sejumlah langkah mengikuti SOP penanganan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Read more »
71 tahun KAA: RI gaungkan Dasasila Bandung jadi solusi konflik globalIndonesia akan terus menggaungkan nilai Konferensi Asia Afrika (KAA) yang tertuang dalam Dasasila Bandung sebagai perekat solidaritas negara berkembang dan ...
Read more »
Kronologi Bayi Nina Saleha Diduga Sengaja Ingin Ditukar di RSHS Bandung, Bermula dari Selimut yang MiripKronologi bayi Nina Saleha diduga hampir tertukar di RSHS Bandung. Ibu korban ungkap momen mencurigakan hingga bayinya sempat ingin dibawa pulang oleh orang lain.
Read more »
Sampah Jadi Pundi Rupiah: Cara Warga Kutawaru Ubah 240 Ton Limbah Jadi Destinasi WisataPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Read more »
