Benarkah minum kopi bisa bantu kurangi risiko stres dan cemas? Studi terbaru menyebut konsumsi dikaitkan dengan risiko stres dan kecemasan.
Bagi banyak orang minum kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas setiap hari yang tidak bisa dilewatkan. Ada yang menyukai kopi karena rasanya, aroma hingga cara untuk bersantai bersama teman.
Namun, dibalik kebiasaan minum kopi yang cukup populer dan sudah menjadi bagian dari gaya hidup, kopi ternyata memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan mental. kebiasaan minum kopi dalam jumlah sedang berpengaruh pada risiko stress, kecemasan dan depresi yang lebih rendah.juga menemukan hubungan antara jumlah kopi yang diminum setiap hari dengan risiko seseorang mengalami gangguan suasana hati maupun gangguan terkait stress. Dalam sebuah penelitian, peneliti menganalisis data lebih dari 461.000 peserta dari UK Biobank yang awalnya tidak memiliki gangguan kesehatan mental.
Para peserta dipantau selama rata-rata 13,4 tahun. Hasilnya menunjukkan hubungan yang disebut pola J-shaped atau berbentuk huruf J. Artinya, manfaat terlihat meningkat saat konsumsi kopi naik sampai jumlah moderat, lalu berkurang jika dikonsumsi berlebihan. Peserta yang minum dua sampai tiga cangkir kopi per hari tercatat memiliki risiko paling rendah mengalami gangguan suasana hati maupun gangguan terkait stres. Ilustrasi kopi, biji kopi.
Penelitian terbaru menemukan senyawa baru dalam kopi sangrai yang pada uji laboratorium mampu menekan lonjakan gula darah dengan efektivitas melampaui obat diabetes tipe 2 yang umum digunakan. Menurut para peneliti, efek ini bisa berkaitan dengan kafein dan berbagai senyawa aktif di dalam kopi. Psikiater dan pakar pengobatan tidur Alex Dimitriu menjelaskan, konsumsi kopi dalam jumlah moderat dapat membantu meningkatkan suasana hati, energi, dan ketahanan terhadap stres.
Selain kafein, kopi juga mengandung polifenol yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi, yang diduga ikut berkontribusi. Namun perlu diperhatikan kembali, bahwa satu cangkir yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kopi dengan jumlah sekitar 240 mililiter dan bukan gelas kopi ukuran besar yang banyak dijual saat ini.efek dari kopi ternyata tidak sama reaksinya untuk laki-laki dan perempuan. Dalam studi ini, efek minum kopi terhadap kesehatan mental tampak lebih kuat pada pria dibandingkan perempuan.
Peneliti menduga bahwa hal ini terjadi karena perbedaan hormon dan metabolisme tubuh terhadap kafein. Pada perempuan, kafein cenderung diproses lebih lambat oleh tubuh, terutama pada kadar estrogen yang lebih tinggi. Para ahli mengingatkan bahwa dampak kopi terhadap kesehatan mental relatif kecil. Ada banyak faktor lain yang bisa membantu meredakan stress dan kecemasan pada seseorang.
Seperti tidur cukup, olahraga rutin, pola makan seimbang, waktu di alam terbuka, serta hubungan sosial yang baik tetap berpengaruh pada kondisi psikologis. Artinya, temuan ini hanya menunjukkan hubungan antara konsumsi kopi dan risiko gangguan mental bukan membuktikan kopi secara langsung mencegah stres atau depresi. Jadi jika kamu ingin mengonsumsi kopi karena sudah bagian dari kebiasaan sehari-hari, kamu tetap bisa konsumsi kopi namun secukupnya saja. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang.
Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Respons Usulan KPK, Ganjar: Pembatasan Uang Tunai Bukan Solusi Utama Cegah Politik UangHasil NAC Breda Vs Ajax 0-2: Maarten Paes Catat Rating Hijau7 Makanan yang Punya Probiotik Lebih Banyak dari Yogurt Ini Kata PakarApresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami. Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.comApresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial. Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com. KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
Kopi Dan Kecemasan Kopi Dan Stress Alex Dimitriu Indonesia Benarkah Minum Kopi Bisa Bantu Kurangi Risiko Str Benarkah Minum Kopi Bisa Bantu Kurangi Risiko Str
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Rahasia Kulit Glowing Syifa Hadju Jelang Nikah, Rutin Minum C+CollagenPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Read more »
Mobil HR-V Tabrak Depo Air Minum di Grogol, Seorang Pejalan Kaki Terluka ParahSatu unit mobil Honda HR-V menabrak etalase sebuah depot air minum hingga hancur. Dalam insiden tersebut, seorang pejalan kaki menjadi korban.
Read more »
Benarkah Serangan Modifikasi Cuaca AS-Israel Penyebab Kekeringan Parah di Iran?Narasi soal pencurian awan hujan Iran sudah beredar sejak 2011. Presiden Iran saat itu, Mahmoud Ahmadinejad, berulang kali menyerukannya.
Read more »
Bawang Putih Bertunas, Benarkah Berbahaya atau Justru Lebih Sehat?Bawang putih bertunas jangan dibuang! Simak fakta dari Real Simple tentang keamanan, manfaat antioksidan ekstra, dan tips masak agar tidak pahit.
Read more »
5 Promo Kedai Kopi Hari Ini 25 April 2026, Fore Diskon Beli 1 Gratis 1Simak 5 promo kedai kopi hari ini, 25 April 2026, termasuk Fore diskon beli 1 gratis 1 dan berbagai penawaran hemat dari brand kopi populer.
Read more »
Benarkah Kucing Bisa Mengenali Namanya dan Nama Pemiliknya?Apakah kucing mengenali suara pemiliknya dan nama panggilan yang diberikan padanya?
Read more »
