Harga batu bara bangkit setelah dua hari beruntun.
Foto: Aktivitas Bongkar Muat Batu Bara di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin . harga batu bara pada perdagangan Kamis ditutup di US$ 125,75 per ton. Harganya menguat 0,64%.Harga batu bara naik lagi seiring kenaikan harga minyak yang juga melonjak 4% pada Kamis kemarin.
Analisis terbaru Wood Mackenzie mengatakan gangguan berkepanjangan terhadap pasokan energi di Timur Tengah memicu lonjakan baru permintaan dan harga batu bara termal global. Pasalnya, banyak negara kembali beralih ke batu bara untuk menjaga pasokan listrik di tengah terbatasnya arus LNG melalui Selat Hormuz. Wood Mackenzie adalah lembaga riset dan konsultan energi global terkemuka yang berasal dari Edinburgh, Skotlandia ."Dalam guncangan pasokan sebesar ini, batu bara menjadi cadangan penting untuk keamanan energi," kata Sushmita Vazirani, analis utama komoditas curah di Wood Mackenzie, dikutip dariMeski hanya sebagian kecil perdagangan batu bara global melewati Selat Hormuz, gangguan di jalur ini berdampak tidak langsung besar terhadap pasar energi. Pasokan LNG yang berkurang membuat harga gas global naik, mendorong utilitas dan industry kembali memakai batu bara untuk pembangkit listrik. Peralihan ini paling terlihat di Asia dan Eropa, ketika keamanan energi mulai mengalahkan target dekarbonisasi jangka pendek. Taiwan bersiap menghidupkan kembali PLTU Hsinta 2,1 GW, yang bisa mengonsumsi 5,5 juta ton batu bara per tahun. Korea Selatan menaikkan panduan impor batu bara Rusia. Jepang diperkirakan lebih mengandalkan tenaga nuklir, termasuk restart reaktor Kashiwazaki-Kariwa Unit 6, untuk mengurangi ketergantungan LNG mahal. Dari Eropa, Italia mempertimbangkan menghidupkan kembali kapasitas PLTU batu bara. Pasar ARA paling rentan karena bergantung pada impor gas, sehingga peralihan ke batu bara semakin kuat.Di sisi pasokan, tekanan juga meningkat. Wood Mackenzie menyebut biaya produksi marjinal sebelum gangguan sekitar US$112/ton, dan diperkirakan naik karena harga minyak mentah lebih tinggi. Setiap kenaikan US$10 per barel harga minyak dapat menaikkan biaya tambang batu bara sebesar US$1-3/ton, terutama akibat harga diesel yang lebih mahal untuk alat berat dan transportasi.Meski banyak negara berjanji mengurangi ketergantungan pada batu bara, kondisi pasar saat ini memaksa pembalikan sementara. Dengan pasar LNG tertekan dan risiko geopolitik berlanjut, batu bara kembali menjadi bahan bakar cadangan utama dunia.
Pasar Energi Keamanan Energi Pasokan Lng Harga Minyak Dekarbonisasi Wood Mackenzie Pembangkit Listrik Konflik Energi Komoditas Curah
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Harga Batu Bara Ambruk Lagi, Bantuan China Sia-SiaHarga batu bara langsung ambruk menyusul jatuhnya harga minyak mentah dunia.
Read more »
Harga Batu Bara Makin Tenggelam, Pasokan MelimpahHarga batu bara masih tenggelam
Read more »
Siap-Siap, Emiten Batu Bara Boy Thohir (AADI) Buyback Saham Rp5 TEmiten tambang batu bara PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham maksimal sebesar Rp5 triliun.
Read more »
Kelas Cuan Siap Kupas Potensi Batu Bara Bareng Pelaku IndustriSektor batu bara menarik investor ritel. Kelas Cuan CNBC Indonesia hadir untuk membahas peluang investasi di industri ini.
Read more »
Harga Batu Bara Acuan Naik pada Periode Kedua April, Tembus 103,43 Dolar AS per TonPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Read more »
Singaraja Putra (SINI) Rights Issue Rp3,61 Triliun untuk Akuisisi Tambang Batu BaraPT Singaraja Putra Tbk. (SINI) akan menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) senilai maksimal Rp3,61 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, melunasi utang, dan mendukung modal kerja. Selain itu, SINI berencana mengakuisisi 99,995% saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dari PT Petrosea Tbk. (PTRO) senilai Rp1,73 triliun, yang bergerak di sektor batu bara. Aksi korporasi ini diharapkan memperbaiki kondisi keuangan SINI, meningkatkan aset dan ekuitas, serta membaiknya rasio liabilitas terhadap aset.
Read more »
