Diagnosis yang diungkap psikolog dalam sidang terbaru ini mengungkap fakta baru dari kematian Maradona, yang belum diketahui publik.
- Temuan baru terungkap dari kematian legenda sepak bola Argentina , Diego Maradona , setelah psikolognya, Carlos Diaz , buka suara. Diaz pada Kamis mengatakan, Maradona mengidap gangguan bipolar dan kepribadian narsistik.
"Ada gambaran klinis di sini: Kecanduan, gangguan bipolar, dan gangguan kepribadian. Ini tiga kondisi kronis seumur hidup," kata Diaz, dikutip dariDiaz merupakan salah satu terdakwa dalam persidangan tim medis Maradona, yang dituduh lalai dalam menangani sang legenda saat hari-hari terakhirnya pada 2020. Maradona meninggal dunia pada November 2020 dalam usia 60 tahun, saat menjalani pemulihan di rumah setelah operasi pembekuan darah di otak.
Ia meninggal akibat gagal jantung dan edema paru akut, yakni kondisi ketika cairan menumpuk di paru-paru, dua pekan setelah operasi tersebut. Selama ini, kecanduan Maradona terhadap zat-zat seperti kokain dan alkohol sudah menjadi rahasia umum. Namun, diagnosis mengenai gangguan bipolar dan gangguan kepribadian yang disebut dalam persidangan pada Kamis itu belum pernah diungkapkan kepada publik.
Kapten Argentina, Diego Maradona, mengangkat trofi Piala Dunia usai mengantar timnya memenangi laga final kontra Jerman Barat dengan skor 3-2 di Stadion Azteca, Mexico City, 29 Juni 1986. Diaz mengatakan, orang-orang dekat Maradona pernah menyampaikan kepadanya,"Penggunaan zatnya terkait erat dengan prestasi olahraganya, dan ketika ada semacam frustrasi, dia tidak tahu bagaimana menghadapinya.
""Saya ingat Maradona sedang duduk di kursi berlengan sambil minum anggur," katanya. AS Disebut Siapkan Skenario Serangan Baru, Iran Ancam Balasan KerasApresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami. Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi. Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.comApresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com. KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
Diego Maradona Diego Maradona Meninggal Kematian Diego Maradona Carlos Diaz Buenos Aires Diego Maradona Kematian Diego Maradona
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Top 3: Kemenhub Kantongi Sejumlah Temuan Usai Sidak Pool Green SM BekasiBerikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Kamis, (30/4/2026). Salah satunya temuan Kemenhub.
Read more »
KSP siap 'babat' temuan praktik tidak benar di program prioritasKepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman siap "membabat" ketika menemukan praktik tidak benar dalam pelaksanaan program prioritas Presiden ...
Read more »
PT KAI Minta Maaf, Kasih Kabar Terbaru Perjalanan Kereta-Barang TemuanPT KAI menginformasikan 85 barang ditemukan di Commuter Line No. 5568A. Pengguna yang kehilangan dapat menghubungi Stasiun Bekasi Timur untuk pengambilan.
Read more »
Fakta Baru Sopir Taksi Green SM: Baru Dua Hari Kerja Saat KecelakaanFakta ini menjadi temuan baru dalam penyelidikan kasus yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.
Read more »
Setelah Gajah, Bangkai Harimau Ditemukan di Sungai BengkuluTemuan bangkai harimau sumatera ini terjadi hampir bersamaan dengan temuan bangkai dua ekor gajah sumatera di Bentang Alam Seblat, Bengkulu.
Read more »
KSP siap tindak temuan praktik tidak benar di program prioritasKepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan siap menindak tegas praktik-praktik tidak benar dalam pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo ...
Read more »




