Beyond the Breaking News

Musyawarah Besar Warga NU DIY: Meneguhkan Khittah dan Kemandirian Nahdliyyin

Politik Dalam Negeri News

Musyawarah Besar Warga NU DIY: Meneguhkan Khittah dan Kemandirian Nahdliyyin
NUMubesKhittah NU

Ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU) menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) Warga NU DIY bertajuk 'NU Ora Didol: Meneguhkan Khittah NU untuk Kemandirian Nahdliyyin' di Pesantren Bumi Cendekia, Yogyakarta. Forum ini menjadi ruang konsolidasi dan refleksi terhadap dinamika internal organisasi, termasuk konflik kepemimpinan dan kontroversi pelibatan unsur Zionis. Para tokoh seperti Muhammad Machasin dan A. Zuhdi Muhdlor menyoroti pentingnya menjaga khittah NU dan peran kaum muda dalam regenerasi kepemimpinan.

Musyawarah Besar atau Mubes Warga Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengusung tema ‘NU Ora Didol: Meneguhkan Khittah NU untuk Kemandirian Nahdliyyin’ berlangsung di Pesantren Bumi Cendekia pada Minggu, 31 Mei 2026.

Acara ini dihadiri oleh ratusan warga NU dari berbagai kalangan, mulai dari pengurus organisasi, akademisi, pengasuh pesantren, hingga aktivis muda. Forum ini menjadi ruang konsolidasi dan refleksi terhadap berbagai dinamika yang terjadi di tubuh organisasi, khususnya terkait tiga isu utama: aspek kepemimpinan, kemandirian organisasi, dan peran kaum muda sebagai penentu masa depan NU.

Dalam sambutannya, Dewan Penasihat Mubes sekaligus Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, Muhammad Machasin, menyampaikan keprihatinannya terhadap konflik yang terjadi di internal NU, terutama hubungan antara unsur syuriah dan tanfidziyah. Ia menegaskan bahwa perselisihan ini bukan persoalan biasa karena telah memunculkan polarisasi yang berpotensi merugikan organisasi secara keseluruhan.

‘Kalau ditanya ada musyawarah besar, musyawarah kecil atau tidak? Atau musyawarahnya langsung besar dan diadakannya ini karena ada sesuatu yang mengusik kesadaran kita, rasa kita terganggu karena adanya, terus terang saja kita sebut, perselisihan antara syuriah dan tanfiziyah,’ ujar Machasin. Ia juga menyoroti agenda besar Muktamar NU yang akan digelar pada Agustus mendatang, berharap forum tertinggi tersebut dapat menjadi momentum penyelesaian berbagai persoalan internal.

Namun, ia mengaku masih menyimpan keraguan apakah Muktamar nantinya benar-benar menghasilkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen atau justru hanya menjadi ajang kemenangan satu kelompok atas kelompok lainnya. Oleh karena itu, musyawarah seperti ini dinilai penting sebagai ruang pertemuan dan penyampaian aspirasi warga NU. Selain Machasin, Ketua PWNU DIY A. Zuhdi Muhdlor turut memberikan sambutan positif terhadap pelaksanaan Mubes. Menurutnya, forum yang digagas oleh warga dan kalangan kultural NU ini menunjukkan kepedulian yang besar terhadap masa depan organisasi.

Ia menangkap adanya keresahan di kalangan peserta terkait implementasi khittah NU yang dinilai perlu diluruskan.

‘Saya kira ini sesuatu yang bagus, karena menunjukkan kepedulian anak-anak muda dan teman-teman kultural untuk ikut memikirkan NU. Jadi NU tidak hanya dipikirkan oleh mereka yang berada di pusat, tetapi juga oleh warga di berbagai daerah,’ katanya. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Muslimat NU DIY Fatma Amalia, Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Mochammad Sodiq, Pengasuh Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Ida Rufaida, mantan Ketua PW Fatayat NU DIY Khotimatul Husna, serta sejumlah aktivis muda NU di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mubes bertajuk ‘NU Ora Didol’ ini diharapkan menjadi wadah artikulasi aspirasi warga Nahdliyyin sekaligus penguatan komitmen terhadap khittah NU, kemandirian organisasi, serta regenerasi kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman. Para peserta secara aktif menyoroti berbagai polemik yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari konflik internal di tingkat pengurus pusat yang berujung pada saling pemecatan, kontroversi pelibatan unsur Zionis Israel dalam sejumlah kegiatan resmi NU, hingga berbagai persoalan lain yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama demi menjaga marwah organisasi.

Diskusi berlangsung hangat dengan banyak masukan konstruktif untuk perbaikan ke depan. Sejumlah peserta muda menyuarakan pentingnya peran generasi milenial dan Gen Z dalam menjaga independensi NU agar tidak terkooptasi oleh kepentingan politik praktis. Mereka juga mendorong agar NU kembali ke khittah aslinya sebagai organisasi keagamaan yang mandiri dan tidak bergantung pada kekuasaan. Forum ini menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan kepada PBNU dan juga menjadi bahan pertimbangan dalam Muktamar mendatang.

Dengan adanya Mubes ini, diharapkan NU dapat kembali pada jalur perjuangan yang sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta mampu menghadapi tantangan era modern tanpa kehilangan jati diri

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

rmol_id /  🏆 21. in İD

NU Mubes Khittah NU Kemandirian Organisasi Yogyakarta

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Indeks Reformasi Birokrasi Sleman Meroket Raih Skor 97,56, Jadi Terbaik Kedua di DIYIndeks Reformasi Birokrasi Sleman Meroket Raih Skor 97,56, Jadi Terbaik Kedua di DIYPemerintah Kabupaten Sleman mencatat peningkatan signifikan pada Indeks Reformasi Birokrasi Sleman dengan skor 97,56, menempatkannya di posisi kedua DIY. Capaian ini dorong tata kelola pemerintahan digital dan ASN berintegritas.
Read more »

Teror Api Misterius di Rumah Warga Sleman, Tim Gegana Polda DIY Turun TanganTeror Api Misterius di Rumah Warga Sleman, Tim Gegana Polda DIY Turun TanganHingga Kamis (28/5) total ada 39 kali kebakaran terjadi di rumah Fia. 39 kebakaran ini terjadi di 34 titik berbeda.
Read more »

Patroli Polresta Denpasar Skala Besar Sasar Kejahatan Jalanan Demi Keamanan WargaPatroli Polresta Denpasar Skala Besar Sasar Kejahatan Jalanan Demi Keamanan WargaPolresta Denpasar intensifkan Patroli Polresta Denpasar skala besar untuk mencegah kejahatan jalanan dan menjaga ketertiban masyarakat. Simak detail strategi pengamanan di Denpasar.
Read more »

Berapa Banyak Uang yang Dihasilkan Setiap Tim Liga Champions 2025/2026?Berapa Banyak Uang yang Dihasilkan Setiap Tim Liga Champions 2025/2026?Setiap kontestan Liga Champions membawa pulang uang besar, berapa besar yang didapatkan Arsenal dan PSG/
Read more »



Render Time: 2026-06-02 21:27:50