Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) akan menata program studi (prodi) di perguruan tinggi, termasuk kemungkinan penutupan prodi yang tidak relevan. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan adaptivitas sistem pendidikan tinggi terhadap kebutuhan masa depan. Pengamat pendidikan menilai wacana ini bukan hal baru dan menekankan penataan perguruan tinggi swasta (PTS) kecil yang berisiko kualitas rendah.
Ilustrasi lulusan perguruan tinggi . Penataan prodi makin ketat, pengamat ingatkan ancaman inflasi profesi. Keguruan hingga dokter disebut berisiko kelebihan lulusan. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berencana melakukan penataan terhadap program studi di perguruan tinggi , termasuk kemungkinan penutupan bagi yang dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Nanti mungkin ada beberapa hal yang harus kami eksekusi dalam waktu yang tidak terlalu lama terkait dengan prodi-prodi yang perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup, untuk bisa meningkatkan relevansi ini,” ujarnya dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026, dikutip dari Menurut Badri, kebijakan ini tidak semata-mata berorientasi pada pengurangan, melainkan penyesuaian agar sistem pendidikan tinggi lebih adaptif terhadap tantangan masa depan.yang dinilai strategis dan dibutuhkan ke depan. Penyusunan ini dilakukan berdasarkan berbagai kajian, termasuk dari program Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan .
Pengamat pendidikan dari Perguruan Taman Siswa, Dharmaningtyas, menilai wacana penataan prodi ini bukan hal baru. Menurutnya, fokus utama bukan pada penutupan program studi semata, melainkan juga penataan perguruan tinggi swasta , khususnya yang berukuran kecil.
“Sebetulnya wacana yang muncul sejak 10 tahun silam itu bukan hanya penutupan prodi, tapi juga PTS-PTS kecil yang mahasiswanya kurang dari 1.000, karena kalau mahasiswanya sedikit maka sulit menyelenggarakan pendidikan yang baik,” ujar Dharmaningtyas kepadaMenurutnya, jumlah mahasiswa yang minim membuat institusi kesulitan menjaga kualitas pembelajaran, baik dari sisi sumber daya manusia, fasilitas, maupun keberlanjutan operasional. Anak SD di NTT dan Pertanyaan Besar tentang Keadilan Pendidikan KitaIran Tak Mundur meski Rial Turun ke Level Terendah Imbas Blokade AS10 Provinsi dengan Jumlah Sepeda Motor Terbanyak di IndonesiaApresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi. Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.comApresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial. Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com. KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
Penataan Prodi Kemendikti Saintek Inflasi Profesi Perguruan Tinggi Kualitas Pendidikan
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Pengamat dorong genjot daya saing KEK Bali jadi pusat keuangan duniaPengamat moneter dan keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abdul Manap Pulungan mendorong peningkatan daya saing Kawasan Ekonomi ...
Read more »
Soal Penerapan Sanksi Administratif untuk Perusahaan Tambang yang Langgar Aturan, Pengamat Soroti Aspek Penegakan HukumBerita Soal Penerapan Sanksi Administratif untuk Perusahaan Tambang yang Langgar Aturan, Pengamat Soroti Aspek Penegakan Hukum terbaru hari ini 2026-05-04 23:02:06 dari sumber yang terpercaya
Read more »
Pengamat sebut batu bara masih relevan jaga ketahanan energiDirektur Eksekutif Daulat Energi Ridwan Hanafi menilai pemanfaatan batu bara masih sangat relevan dalam menjaga kesinambungan energi nasional di tengah ...
Read more »
Lakukan Operasi 'Freedom', Pengamat Timteng: Trump Seakan Menjadi PahlawanJakarta, tvOnenews.com - Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait peluncuran proyek kebebasan atau Project Freedom di Selat Hormuz memicu reaksi keras dari Iran. Program tersebut disebut bertujuan membebaskan kapal-kapal yang tertahan di jalur pelayaran strategis tersebut.
Read more »
Tanggal kembar jadi acuan baru wisatawan Indonesia rencanakan liburanPlatform perjalanan daring Traveloka mengungkapkan perubahan pola wisatawan Indonesia dalam merencanakan perjalanan, dengan semakin banyak yang memanfaatkan ...
Read more »
PLN rencanakan TMC perkuat sistem kelistrikan Sulbagsel hadapi El NinoPT PLN merencanakan pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai salah satu langkah mitigasi untuk memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi bagian ...
Read more »
