Didapuknya H.W. Musyafirin sebagai Komisaris Independen Bank NTB Syariah, mendapat sorotan tajam. Pengangkatan itu dinilai cacat prosedur dan bertentangan dengan
Didapuknya H.W. Musyafirin sebagai Komisaris Independen Bank NTB Syariah, mendapat sorotan tajam. Pengangkatan itu dinilai cacat prosedur dan bertentangan dengan aturan. Musyafirin yang pernah menjadi Calon Gubernur NTB, dikukuhkan sebagai komisaris independen pada 4 Desember 2025 bersama dua komisaris lainnya yaitu, Anis Mudjahid Akbar dan Achmad Fawzi.
Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 Bambang Mei Finarwanto menegaskan, Musyafirin hingga kini masih aktif sebagai kader PDIP, sehingga tidak memenuhi syarat independensi sebagaimana diatur dalam regulasi BUMD.
“Ketika jabatan yang mensyaratkan independensi justru diisi oleh aktor politik aktif, ini kegagalan memahami batas paling dasar antara kepentingan politik dan integritas lembaga keuangan,” ujar Didu sapaan karibnya, Selasa 28 April 2026. Menurutnya, aturan dalam Permendagri dan PP tentang BUMD secara eksplisit melarang pengurus maupun anggota partai politik menduduki jabatan komisaris. Faktanya, kata Didu, informasi yang diterima dari internal PDIP NTB hingga hari ini, Musyafirin masih tercatat aktif di partai.
Didu juga menegaskan tanggung jawab ada pada Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebagai pihak pengusul.
“Jabatan komisaris ini terlalu strategis, jadi ini tidak mungkin disebut kelalaian. Ada kesan kuat bahwa ini keputusan yang sarat hitungan politik,” ujarnya. Hal tersebut diamini pengamat politik, yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Mataram, Dr. Lalu Wira Pria Suhartana. Ia menegaskan bahwa syarat bebas dari keterkaitan partai politik merupakan ketentuan mutlak dalam proses pencalonan komisaris BUMD.
“Itu merupakan syarat yang tidak boleh dilanggar dalam pencalonan. Harus dipastikan dia bukan pengurus atau anggota. Itu syarat eksplisit yang jelas,” tandasnya.
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Kepemilikan Surat Berharga Naik, Laba Aladin Syariah (BANK) Turun 30%PT Bank Aladin Syariah mencatat laba bersih Rp23,32 miliar di Q1-2026, turun 30,31% yoy. Pendapatan meningkat, namun bagi hasil melonjak hampir dua kali lipat.
Read more »
Fenomena gangguan atmosfer picu cuaca ekstrem di NTBBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi gangguan atmosfer yang telah memicu fenomena cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara ...
Read more »
Dewa United Pindah Homebase ke Sumut, RANS ke NTB, Adhyaksa FC Menuju NTTDewa United meramaikan rumor klub-klub yang berpindah homebase atau kandang, Banten Warriors dikabarkan akan menuju Sumatra Utara.
Read more »
Polda NTB periksa staf Kemenpar RI terkait kasus penggelapan dana MXGPKepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) memeriksa staf Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) terkait kasus dugaan penipuan dan ...
Read more »
Perputaran Uang Ratusan Miliar dari Penjualan Sapi Kurban NTB, Tantangan Peternak Masih AdaAsosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Bima Dompu Indonesia (APPSBDI) menyatakan bahwa penjualan hewan kurban sapi asal Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahun. Penjualan sapi kurban mayoritas terkonsentrasi di pasar Jakarta dan sekitarnya, dengan harga sapi bervariasi dari Rp 15 juta hingga Rp 50 juta per ekor. Meskipun memberikan kontribusi ekonomi yang besar, peternak masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan transportasi dan biaya logistik yang mahal.
Read more »
Pemprov NTB Dorong Penerapan Teknologi Climate Smart Agriculture Hadapi El Nino, Apa Itu?Pemprov NTB mendorong penerapan budidaya pertanian dengan teknologi climate smart agriculture (CSA) atau pertanian cerdas iklim.
Read more »
