Dunia Makin Kacau! Konflik Baru Mengintai, Bisa Begini Jadinya

Ketegangan Internasional News

Dunia Makin Kacau! Konflik Baru Mengintai, Bisa Begini Jadinya
Konflik GlobalIranAmerika Serikat

Perang AS dan Israel melawan Iran berlanjut, mempercepat pergeseran ke multipolaritas. Ketahanan Iran dan dampak globalnya menciptakan ketegangan baru.

Foto: Orang-orang membakar bendera AS dan Israel, saat mereka berkumpul setelah gencatan senjata selama dua minggu dalam perang Iran diumumkan, di Teheran, Iran , 8 April 2026. - Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dinilai belum benar-benar usai.

Meski intensitasnya mereda, dampaknya sudah terasa luas, tidak hanya di kawasan Timur Tengah tetapi juga terhadap tatanan global. Ilmuwan politik Georgy Asatryan menyebut konflik ini sebagai titik balik yang mempercepat pergeseran dunia dari sistem unipolar menuju multipolar.Ia menilai langkah militer yang diambil Washington justru berkontribusi melemahkan sistem global yang selama ini dibangun sendiri oleh AS. Harapan awal bahwa Iran akan runtuh cepat di bawah tekanan militer ternyata tidak terwujud. Sebaliknya, Iran menunjukkan ketahanan yang signifikan. Meski mengalami kerugian besar, termasuk di jajaran pimpinan, Teheran mampu beradaptasi, menyerap tekanan awal, dan mulai mengarahkan konflik sesuai kepentingannya. "Teheran tidak menyerah. Mereka menyerap pukulan awal dan mulai membentuk konflik sesuai kepentingan mereka," jelas Asatryan. Bahkan, Korps Garda Revolusi Iran dinilai mampu menantang dominasi operasional militer AS di sejumlah sektor. Dampak konflik ini meluas jauh melampaui medan perang. Salah satu perkembangan paling krusial adalah blokade Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global. Langkah tersebut memaksa negara-negara besar menghadapi risiko langsung berupa gangguan pasokan dan kenaikan harga energi. Sejumlah negara pun bereaksi cepat, termasuk India yang menggelar pembahasan darurat terkait keamanan energi nasional. Menurut Asatryan, strategi Iran berhasil memperluas tekanan konflik hingga ke luar kawasan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dinilai mendorong dunia memasuki fase militerisasi yang lebih intens. Negara-negara kini semakin berani bertindak secara unilateral, dengan kekuatan militer yang kian sering digunakan sebagai instrumen kebijakan. "Hasilnya adalah dunia yang lebih bergejolak, di mana kekuatan militer menjadi instrumen kebijakan rutin," tulisnya. Ia juga menyoroti memudarnya konsep pengekangan yang sebelumnya menjadi fondasi stabilitas global, digantikan oleh meningkatnya rasa impunitas di antara negara-negara. Ketegangan pun kini meluas ke berbagai kawasan. Perbatasan Afghanistan-Pakistan mengalami peningkatan bentrokan dan serangan lintas batas, sementara rivalitas India dan Pakistan kembali memanas. Dengan kedua negara memiliki senjata nuklir, bahkan konflik terbatas dinilai membawa implikasi global.Di luar itu, sejumlah wilayah lain seperti Asia Selatan hingga Karibia mulai menunjukkan tanda-tanda ketegangan baru. Fenomena ini dinilai sebagai bagian dari pola yang lebih luas, di mana melemahnya aturan global membuka ruang lebih besar bagi eskalasi konflik. Asatryan menilai dunia kini bergerak menuju fragmentasi, dengan aliansi yang semakin rapuh dan aturan yang kian kehilangan daya ikat. Blokade Hormuz, ketahanan Iran, serta kegagalan AS mencapai kemenangan cepat menjadi indikator perubahan keseimbangan kekuatan global. "Bahkan negara tingkat menengah kini mampu menantang kekuatan besar dan memaksanya ke dalam kebuntuan strategis," katanya. Ia memperingatkan, pelajaran paling berbahaya dari konflik ini adalah munculnya keyakinan bahwa kekuatan militer dapat digunakan tanpa konsekuensi besar. Ketika pandangan tersebut semakin meluas, risiko konflik baru pun meningkat. "Konflik berikutnya bukan lagi soal apakah akan terjadi, tetapi di mana," pungkasnya. Menurutnya, dalam situasi global yang kian tidak pasti, eskalasi baru dinilai bisa muncul lebih cepat dari yang diperkirakan.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

cnbcindonesia /  🏆 7. in İD

Konflik Global Iran Amerika Serikat Multipolaritas Keamanan Energi Selat Hormuz Fragmentasi Dunia Militerisasi Geopolitik

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Rupiah Menguat ke Rp 17.123, Dunia Usaha Tahan Ekspansi Imbas Ketidakpastian Global & Islah Iran-ASRupiah Menguat ke Rp 17.123, Dunia Usaha Tahan Ekspansi Imbas Ketidakpastian Global & Islah Iran-ASHingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.123 per dolar AS. Posisi itu menguat 4 poin atau 0,02 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.127 per dolar AS.
Read more »

Harga Minyak Turun Makin Dalam, Kabar Gencatan Senjata AS-Iran MenguatHarga Minyak Turun Makin Dalam, Kabar Gencatan Senjata AS-Iran MenguatPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Read more »

Skenario Playoff Dadakan Piala Dunia 2026 jika FIFA Coret Iran: Timnas Indonesia Lawan Italia?Berita Skenario Playoff Dadakan Piala Dunia 2026 jika FIFA Coret Iran: Timnas Indonesia Lawan Italia? terbaru hari ini 2026-04-15 11:18:44 dari sumber yang terpercaya
Read more »

Iran Terancam Mundur, Begini Peluang Indonesia Tembus Play-off Piala Dunia 2026!Iran Terancam Mundur, Begini Peluang Indonesia Tembus Play-off Piala Dunia 2026!Peluang Indonesia masuk play-off Piala Dunia 2026 bakal terbuka jika Iran mundur. Lihat analisis peluang dan skenario terbaru dari FIFA untuk timnas Indonesia!
Read more »

AI bikin Bisnis Makin Canggih tapi Hacker juga Makin GanasAI bikin Bisnis Makin Canggih tapi Hacker juga Makin GanasPerkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini semakin mempercepat transformasi digital di berbagai sektor industri. Namun, di balik percepatan itu ...
Read more »

Cari Kerja Kantoran Makin Susah, PHK Makin Ganas di 2026Cari Kerja Kantoran Makin Susah, PHK Makin Ganas di 2026Di tahun 2026, banyak perusahaan, termasuk Meta dan Amazon, melakukan PHK besar-besaran. Simak biang keroknya!
Read more »



Render Time: 2026-04-19 07:28:23