Pakar Teknik Mesin Pertanian IPB University Desrial mengembangkan aIsintan bernama Fastrex untuk mengangkut kelapa sawit.
“ Fastrex terbukti mampu meningkatkan efisiensi transportasi hasil panen, mengurangi beban kerja manual pekerja, serta meningkatkan produktivitas perkebunan, dengan kinerja 10-15 ton TBS per hari atau setara 5-7 orang dengan alat angkut angkong,” ujar Desrial, dilansir, Rabu .
Sebelumnya, para pakar lainnya juga mengembangkan alsintan yang disesuaikan dengan karakteristik lokasi Indonesia. Teknologi ini tidak hanya dimanfaatkan dalam lingkup pertanian sawit. Lebih jauh, alat ini telah berhasil dikomersialkan. Hal ini menjadi bukti keberhasilan hilirisasi riset teknik mesin menjadi produk industri mesin pertanian nasional. Dengan hadirnya Fastrex ini, diharapkan dapat mendorong modernisasi sektor pertanian nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Selain itu, pengembangan alsintan berbasis riset ini juga membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan petani dan tenaga kerja, serta memperkuat kemandirian industri alat mesin pertanian Indonesia di tengah tantangan global yang dinamis.Fastrex dirancang menggunakan sistemyang terbuat dari baja untuk memberikan traksi yang besar namun tekanan pada tanah relatif kecil, sehingga tidak menyebabkan pemadatan tanah. Teknologi ini memungkinkan lintasan kerja yang lebih presisi, efisiensi penggunaan input produksi, serta mengurangi ketergantungan pada operator terampil. Kata Desrial, dengan adanya inovasi ini dapat mewujudkan Indonesia menjadi pertanian digital dan cerdas. “Inovasi tersebut menjadi fondasi penting menuju penerapan pertanian digital dan pertanian cerdas di Indonesia,” ucapnya.2. Bahan bakar diesel ekonomis dan telah dilengkapi dengan starter listrik.4. Kemudi mesin menggunakan sistem dan menggunakan transmisi dengan kopling dengan perpindahan gigi berlebih tanpa tersentak.6. Kapasitas kerja setara dengan lima orang yang membawa transportasi manual.8. Masih mampu berjalan dengan baik dalam kondisi lahan basah .Dengan keunggulannya ini, Fastrex diyakini dapat menjadi kemajuan baru bagi Indonesia di bidang pertanian.Teknisi menjelaskan sistem kerja D-Lube kepada pengunjung pada Indonesia 4.0 Conference & Expo 2022 di Jakarta, Rabu . Dalam konteks global, saat ini China merupakan negara dengan produksi alsintan terbesar di dunia. Namun dari sisi penguasaan teknologi, Amerika Serikat menempati posisi terdepan dalam pengembangan alat dan mesin pertanian.“Di kawasan Asia, India menjadi contoh menarik karena berhasil menjadi produsen alsintan terbesar ketiga di dunia, didorong oleh kebutuhan domestik yang besar dan skala produksi yang masif,” terangnya. Hingga kini, sebagian besar mesin pertanian di Indonesia masih bergantung pada impor, terutama pada komponen utama seperti mesin penggerak (Ia menilai Indonesia sebenarnya berpotensi dalam bidang teknologi dan tidak kalah dari sisi sumber daya dan kemampuan rekayasa. “Tantangan utama terletak pada penguatan ekosistem industri, keberpihakan kebijakan, serta peningkatan kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah agar pabrikan lokal mesin pertanian mampu berkembang dan bersaing,” paparnya. Oleh karena itu, penguatan sistem industri dan kebijakan perlu diperbaiki lagi sehingga Indonesia bisa setara dengan negara-negara maju lainnya.
Greeneconomy Fastrex Aisintan IPB Bogor IPB Sawit
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Zona Megathrust RI Berubah, Pakar Jepang Tunjuk Wilayah BahayaPeta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 menunjukkan 14 zona Megathrust baru dengan potensi gempa hingga magnitudo 9,2.
Baca lebih lajut »
FIFA Terancam Bangkrut Jika Piala Dunia 2026 Batal, Begini Kata PakarFIFA terancam bangkrut jika Piala Dunia 2026 batal digelar sesuai rencana karena boikot.
Baca lebih lajut »
Klaim Pakar Sepak Bola Eropa, Level Timnas Indonesia di Bawah VietnamPakar sepak bola Eropa menilai jika level Timnas Indonesia berada di bawah Vietnam usai meraih peringkat ketiga di Piala Asia U23 2026.
Baca lebih lajut »
Pakar jelaskan efek pemakaian masker sinar merah untuk kurangi kerutanMasker sinar merah menjadi terapi yang belakangan ini umum dilakukan sebagai terapi rumahan untuk mengurangi kerutan, dengan menggunakan sinar LED yang ...
Baca lebih lajut »
Kemenpora rancang HSP 2026 digabungkan sebagai Youth SummitKementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) merancang penyelenggaraan kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) pada tahun 2026 digabungkan sebagai bagian ...
Baca lebih lajut »
Bukan Sekadar Korban, Pakar Ungkap 3 Tipe WNI di Industri Scam KambojaPersoalan pemulangan WNI dari pusat perjudian daring dan penipuan digital di Kamboja dinilai tidak bisa hanya dipandang sebagai korban.
Baca lebih lajut »
