Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk berbagai negara. Pelantikan ini bertepatan dengan diskusi mengenai ketahanan ekonomi Asia Pasifik di tengah tekanan global dan pentingnya pembangunan inklusif.
Presiden Prabowo Subianto membacakan sumpah jabatan saat melantik Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh di Istana Negara, Jakarta, Jumat . Presiden Prabowo Subianto melantik Yusron Bahauddin Ambary sebagai Duta Besar LBBP untuk Aljazair, Okto Dorinus Manik sebagai Duta Besar LBBP untuk Papua Nugini merangkap Kepulauan Solomon, Hari Prabowo sebagai Duta Besar LBBP untuk Thailand merangkap United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific , Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir sebagai Duta Besar LBBP untuk Jepang merangkap Federasi Mikronesia, Gina Yoginda sebagai Duta Besar LBBP untuk Korea Utara, Rediyanto Heru Nurcahyo sebagai Duta Besar LBBP untuk Republik Slowakia.
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/bar Pertemuan ESCAP ke-82 menunjukkan bahwa Asia Pasifik tengah memasuki fase baru pembangunan. Kawasan ini tidak lagi semata-mata mengejar laju pertumbuhan, melainkan mulai menata ulang fondasi ketahanannya di tengah tekanan global yang terus berubah. Jakarta - Di tengah tekanan ekonomi global yang kian terakumulasi --mulai dari gejolak energi, perlambatan pertumbuhan, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik-- Asia Pasifik tetap bertahan sebagai salah satu poros utama perekonomian dunia.
Namun, yang berubah bukan hanya laju pertumbuhan, melainkan cara kawasan ini menjaga keseimbangan ekonominya. Risiko kini semakin saling terhubung. Guncangan di satu sektor dapat dengan cepat menjalar ke sektor lain, melintasi batas negara, dan mempersempit ruang kebijakan nasional. Dalam kondisi seperti ini, stabilitas kawasan tidak lagi cukup ditopang oleh pendekatan domestik semata, melainkan membutuhkan koordinasi yang lebih erat antarnegara.
United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific Forum ini mengangkat tema “Leaving no one behind: advancing a society for all ages in Asia and the Pacific”, yang menekankan pentingnya pembangunan inklusif lintas generasi. Tema tersebut mencerminkan pergeseran pendekatan kawasan, dari fokus pada pertumbuhan ekonomi menuju upaya memastikan manfaat pembangunan lebih merata dan berkelanjutan bagi seluruh kelompok masyarakat.
Menurut Duta Besar Indonesia untuk Thailand merangkap Komisi Ekonomi dan Sosial Asia dan Pasifik Perserikatan Bangsa-Bangsa Hari Prabowo, agenda pembangunan global perlu ditempatkan dalam horizon yang lebih panjang. Dalam pandangannya, pencapaian Sustainable Development Goals 2030 sebagai fondasi awal, sementara pembahasan kawasan perlu mulai bergerak menuju kerangka pasca-2030 yang lebih adaptif terhadap dinamika global.
Dari perspektif Indonesia, Asia Pasifik tidak hanya berperan sebagai motor pertumbuhan ekonomi dunia, tetapi juga memiliki potensi untuk ikut membentuk arah baru agenda pembangunan global yang lebih inklusif. Dalam pembacaan tersebut, prinsip “tidak meninggalkan siapa pun” menjadi dasar utama kebijakan pembangunan. Prinsip ini tidak cukup berhenti pada komitmen, tetapi harus tercermin dalam kebijakan yang menjangkau kelompok rentan dan memberikan dampak nyata di tingkat masyarakat.
Pendekatan Indonesia juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama lintas negara dan lintas generasi sebagai elemen kunci dalam memastikan pembangunan tetap inklusif di tengah dunia yang semakin saling terhubung. Sejalan dengan itu, Indonesia juga menegaskan peran UNESCAP bukan hanya sebagai forum teknis, tetapi sebagai ruang strategis untuk memperkuat multilateralisme dan mendorong pembangunan kawasan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Pelantikan Duta Besar Prabowo Subianto Asia Pasifik ESCAP Ekonomi Global
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Prabowo Minta Guru Besar Dilibatkan dalam Pembangunan Giant Sea WallJPNN.com : Para dosen terutama guru besar akan dilibatkan dalam pembangunan Giant Sea Wall (GSW) atau Tanggul Laut Raksasa.
Read more »
Prabowo Tak Ingin RI cuma Jadi Penonton Perubahan Besar Tatanan DuniaKeputusan memperkuat TNI dengan membentuk 37 Komando Daerah Militer (Kodam), 15 Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral), serta delapan Pasukan
Read more »
[HOAKS] Presiden Prabowo Promosi Mobil Listrik Murah Rp 500.000Sebuah video di media sosial menampilkan Presiden Prabowo mempromosikan mobil listrik murah. Konten itu merupakan rekayasa AI.
Read more »
Presiden Prabowo mendekat ke AS, apa manfaatnya untuk rakyat Indonesia?Salah satu hal yang menonjol dalam politik luar negeri Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah kedekatannya dengan Amerika Serikat. Sejumlah keputusan sudah dihasilkan di antara keduanya. Tapi, tidak semua disambut positif.
Read more »
Dudung Abdurrachman Diminta Menghadap Prabowo: Mungkin Beliau Mau Minta SaranPresiden Prabowo Subianto memanggil Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Dudung Abdurachman ke Istana.
Read more »
Presiden Prabowo Mau Kirim WNI ke Rusia untuk Jadi KosmonautMenteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono menjelaskan pengiriman WNI itu sebagai salah satu hasil kerjasama antara Indonesia dengan Rusia di bidang antariksa.
Read more »
