Indonesia berada di bawah Filipina untuk pangsa pasar global terkait ekspor minyak kelapa pada 2025.
Tumpukan peti barang ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin . Ekspor dan impor masing-masing anjlok 18,82 persen dan 27,26 persen pada momen puasa dan Lebaran pada bulan keenam ini dibanding Mei 2017.
, Minggu, , kajian sektoral Indonesia Eximbank Institute mencatat Indonesia masih menjadi eksportir minyak kelapa terbesar kedua di dunia pada 2025, baik untuk minyak kelapa mentah maupun minyak kelapa dimurnikan, dengan pangsa pasar global sekitar 22 persen. Sepanjang Januari-Desember 2025, volume ekspor turun sekitar 18 persen, tetapi nilai ekspor kumulatif naik lebih dari 43 persen. Rini mengatakan, kenaikan nilai ekspor terutama dipicu lonjakan harga akibat terbatasnya pasokan bahan baku.
Kondisi tersebut turut dipengaruhi El Nino yang membuat sebagian pabrik mengurangi kapasitas produksi sementara. Rini mengatakan Indonesia berada di bawah Filipina yang menguasai sekitar 49 persen pasar ekspor minyak kelapa dunia. Sementara itu, Belanda menempati posisi ketiga dengan pangsa sekitar 10 persen. Di tengah persaingan tersebut, Indonesia Eximbank Institute menilai daya saing ekspor minyak kelapa Indonesia, terutama produk dimurnikan, masih cukup resilien.
Indonesia juga memiliki keunggulan dari sisi diversifikasi pasar ekspor. Produk minyak kelapa Indonesia telah menjangkau lebih dari 90 negara, dengan pasar utama meliputi Belanda, Tiongkok, Filipina, Malaysia, dan Amerika Serikat. Indonesia Eximbank Institute menilai, Indonesia memiliki peluang penetrasi lebih lanjut ke Eropa dan kawasan non-tradisional, mengingat permintaan global terhadap minyak kelapa murni terus meningkat seiring tren gaya hidup sehat dan penggunaan produk alami di sektor pangan, kosmetik, serta kesehatan.
Secara umum, Indonesia Eximbank Institute memprediksi nilai ekspor minyak kelapa Indonesia tumbuh moderat sekitar 9 persen pada 2026. Prospek tersebut dipengaruhi pemulihan produksi dari negara kompetitor seperti Filipina serta penyesuaian harga kelapa menuju level normal. Meski demikian, sektor minyak kelapa masih menghadapi tantangan pasokan bahan baku. Produksi kelapa nasional tertekan oleh penuaan pohon, produktivitas pekebun kecil yang masih rendah, cuaca ekstrem, serta meningkatnya ekspor kelapa bulat.
Rini menuturkan, peremajaan kebun kelapa dan penguatan hilirisasi menjadi strategi penting untuk menjaga keberlanjutan industri. Pemerintah telah merealisasikan peremajaan sekitar 44,9 ribu hektare pada 2024 dan menargetkan perluasan program replanting pada 2026-2027. Peremajaan kebun kelapa dan hilirisasi disebut menjadi strategi untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku minyak kelapa di masa depan.
“Upaya ini diharapkan dapat memperkuat peran minyak kelapa sebagai komoditas potensial yang berkelanjutan dan mampu mendorong kinerja ekspor nasional ke depan,” ujar Rini. Jakarta Naik 10 Peringkat di Global Liveability Index 2025, Ini Manfaat Pajak yang Dirasakan WargaHarga Emas Antam Hari Ini 31 Mei 2025 Stabil, Simak Daftar Lengkap di Sini
Ekspor Minyak Kelapa Ekspor Pasokan Bahan Baku Nilai Ekspor Beranda
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Terungkap! RI Satu-satunya Pengguna BBM Solar Campur Sawit 50% B50Indonesia jadi negara satu-satunya yang campur solar dengan minyak sawit 50% atau B50
Read more »
Dolar AS Sudah Rp17.800, RI Andalkan Pasokan Minyak dari Dalam NegeriIndonesia andalkan pasokan minyak dari dalam negeri di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Read more »
LPEI: Ekspor minyak kelapa RI tetap kuat di tengah tantangan globalLembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menyatakan kinerja ekspor minyak kelapa Indonesia menunjukkan ketahanan yang solid di ...
Read more »
Ekspor Minyak Kelapa Indonesia Tunjukkan Ketahanan Solid, Proyeksi Pertumbuhan Moderat 2026LPEI menegaskan Indonesia tetap menjadi eksportir minyak kelapa terbesar kedua dunia dengan nilai ekspor naik 43 persen meski volume turun, dan memproyeksikan pertumbuhan nilai sekitar 9 persen pada 2026 serta menyoroti tantangan pasokan dan upaya peremajaan kebun.
Read more »




