Potensi kerugian negara yang timbul diperkirakan Rp 10 miliar. Dua polisi di NTT yang terlibat mafia BBM bersubsidi terancam dipecat.
KUPANG, KOMPAS — Pemberantasan penyalahgunaan bahan bakar minyak bersubsidi dilakukan secara besar-besaran oleh jajaran Polda Nusa Tenggara Timur. Sekitar 40 orang ditangkap, termasuk dua anggota Polri.
Potensi kerugian negara yang timbul diperkirakan sekitar Rp 10 miliar. Terbongkarnya mafia BBM bersubsidi ini diungkap dalam konferensi pers di Markas Polda NTT, Selasa . Hadir memimpin konferensi, Kepala Biro Operasional Polda NTT Komisaris Besar Jhony Afrizal. Ia didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTT Kombes Hans Rachmatulloh Irawan, Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra, serta Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda NTT Ajun Kombes M Andra Wardhana.
Sejumlah barang bukti dihadirkan, seperti jeriken berisi BBM bersubsidi, sampan, mobil pengangkut, dan mobil dengan tangki dimodifikasi. Mobil ini dapat menampung BBM bersubsidi dalam jumlah banyak pada saat pengisian di stasiun pengisian bahan bakar umum . Barang bukti lain disita di sejumlah markas polres. Hans Rachmatulloh Irawan merinci, keseluruhan barang bukti terdiri dari 1 unit kendaraan roda dua, 18 unit roda empat, 2 unit roda enam, dan 1 unit sampan.
Selain itu, 6.325 liter Pertalite, 9.675 liter solar, dan 105 liter minyak tanah. Ada pula 383 buah jeriken, 6 buah drum, dokumen surat, serta sejumlah uang tunai. Ia memaparkan, tindakan penyalahgunaan BBM bersubsidi dilakukan para pelaku secara terorganisasi. Di antaranya, menggunakan mobil dengan tangki yang sudah dimodifikasi, menyalahgunakanSebanyak 40 orang dengan berbagai peran ditangkap, dua di antaranya anggota Polri.
”Mereka berpotensi sebagai tersangka. Penetapan tersangka masih menunggu pemeriksaan ahli,” kata Hans. Aksi itu diduga telah dilakukan berulang kali. Total potensi kerugian dari penyalahgunaan BBM bersubsidi diperkirakan Rp 10,1 miliar.
Rinciannya, Pertalite sekitar Rp 9,8 miliar, solar Rp 358 juta, dan minyak tanah Rp 2,5 juta. Pelaku dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang telah diubah melalui UU Cipta Kerja. Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar.
Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda NTT Ajun Kombes M Andra Wardhana menambahkan, dua polisi yang terlibat itu adalah Inspektur Dua H dan Ajun Inspektur Dua J. Kedua anggota ini bertugas di Polres Manggarai dan Polres Manggarai Timur. BBM bersubsidi itu ditampung di Manggarai Timur untuk selanjutnya dibawa ke Manggarai Barat. Total keseluruhan 2.900 liter. ”Sebelum sampai di Manggarai Barat, berhasil dicegah oleh tim,” ucapnya.
Kedua polisi sudah ditangkap dan kini ditahan di Markas Polda NTT untuk proses sidang kode etik. Andra mengatakan, mereka terancam hukuman maksimal, yakni pemberhentian tidak dengan hormat. ”Kami tidak tebang pilih. Kami tindak tegas,” katanya.
Warga menyayangkan keterlibatan anggota Polri dalam mafia BBM bersubsidi. Kejahatan terorganisasi itu terjadi ketika banyak masyarakat di daerah kesulitan mengakses BBM bersubsidi. Sering terjadi kelangkaan setiap pekan. ”Masyarakat menduga, jaringan mafia seperti ini masih banyak, tetapi belum terungkap.
Aparat yang terlihat harus diberi sanksi lebih tegas. Aparat seperti ini menyusahkan masyarakat,” kata Bernard Selan , warga Kota Kupang.
Potensi kerugian negara yang timbul diperkirakan sekitar Rp 10 miliar. Terbongkarnya mafia BBM bersubsidi ini diungkap dalam konferensi pers di Markas Polda NTT, Selasa . Hadir memimpin konferensi, Kepala Biro Operasional Polda NTT Komisaris Besar Jhony Afrizal. Ia didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTT Kombes Hans Rachmatulloh Irawan, Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra, serta Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda NTT Ajun Kombes M Andra Wardhana.
Sejumlah barang bukti dihadirkan, seperti jeriken berisi BBM bersubsidi, sampan, mobil pengangkut, dan mobil dengan tangki dimodifikasi. Mobil ini dapat menampung BBM bersubsidi dalam jumlah banyak pada saat pengisian di stasiun pengisian bahan bakar umum . Barang bukti lain disita di sejumlah markas polres. Hans Rachmatulloh Irawan merinci, keseluruhan barang bukti terdiri dari 1 unit kendaraan roda dua, 18 unit roda empat, 2 unit roda enam, dan 1 unit sampan.
Selain itu, 6.325 liter Pertalite, 9.675 liter solar, dan 105 liter minyak tanah. Ada pula 383 buah jeriken, 6 buah drum, dokumen surat, serta sejumlah uang tunai. Ia memaparkan, tindakan penyalahgunaan BBM bersubsidi dilakukan para pelaku secara terorganisasi. Di antaranya, menggunakan mobil dengan tangki yang sudah dimodifikasi, menyalahgunakanBaca JugaSebanyak 40 orang dengan berbagai peran ditangkap, dua di antaranya anggota Polri.
”Mereka berpotensi sebagai tersangka. Penetapan tersangka masih menunggu pemeriksaan ahli,” kata Hans. Aksi itu diduga telah dilakukan berulang kali. Total potensi kerugian dari penyalahgunaan BBM bersubsidi diperkirakan Rp 10,1 miliar.
Rinciannya, Pertalite sekitar Rp 9,8 miliar, solar Rp 358 juta, dan minyak tanah Rp 2,5 juta. Pelaku dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang telah diubah melalui UU Cipta Kerja. Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar. Kebijakan BBM satu harga sangat membantu masyarakat di daerah yang selama ini kesulitan mengakses BBM.
Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda NTT Ajun Kombes M Andra Wardhana menambahkan, dua polisi yang terlibat itu adalah Inspektur Dua H dan Ajun Inspektur Dua J. Kedua anggota ini bertugas di Polres Manggarai dan Polres Manggarai Timur. BBM bersubsidi itu ditampung di Manggarai Timur untuk selanjutnya dibawa ke Manggarai Barat. Total keseluruhan 2.900 liter. ”Sebelum sampai di Manggarai Barat, berhasil dicegah oleh tim,” ucapnya.
Kedua polisi sudah ditangkap dan kini ditahan di Markas Polda NTT untuk proses sidang kode etik. Andra mengatakan, mereka terancam hukuman maksimal, yakni pemberhentian tidak dengan hormat. ”Kami tidak tebang pilih. Kami tindak tegas,” katanya.
Warga menyayangkan keterlibatan anggota Polri dalam mafia BBM bersubsidi. Kejahatan terorganisasi itu terjadi ketika banyak masyarakat di daerah kesulitan mengakses BBM bersubsidi. Sering terjadi kelangkaan setiap pekan. ”Masyarakat menduga, jaringan mafia seperti ini masih banyak, tetapi belum terungkap.
Aparat yang terlihat harus diberi sanksi lebih tegas. Aparat seperti ini menyusahkan masyarakat,” kata Bernard Selan , warga Kota Kupang.
Polda NTT Bongkar Mafia Bbm Dua Anggota Polri Ditangkap X-Hide-Not-Sdgs Utama X-Hide-Update-Me
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Kapal Angkut BBM Meledak di Ketapang, 1 ABK Hilang Dan 4 TerlukaBerita Kapal Angkut BBM Meledak di Ketapang, 1 ABK Hilang Dan 4 Terluka terbaru hari ini 2026-05-03 17:07:08 dari sumber yang terpercaya
Read more »
Polisi di Sorong Diperiksa soal Penyelewengan BBM BersubsidiPolda Papua Barat Daya memeriksa sepuluh anggota polisi yang diduga terlibat penyalahgunaan BBM bersubsidi di Kota Sorong
Read more »
Detik-detik Dua Pelaku Pembunuhan Sadis Lansia Riau Pakai Balok Kayu Ditangkap di BinjaiPolres Binjai Polda Sumatera Utara membantu Polresta Pekanbaru dan Polda Riau menangkap dua pelaku perampokan dan pembunuhan seorang lansia bernama Dumaris Sitio (60).
Read more »
Polda Kalsel ungkap Rp12,4 M kerugian negara dari BBM dan LPG ilegalKepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) berhasil mengungkap lebih kurang Rp12,4 miliar kerugian negara yang ditimbulkan akibat dari penyalahgunaan ...
Read more »
Usai Dua Kali Dipecat, STY Siap Kembali Melatih: Dua Tawaran AsiaBerita Usai Dua Kali Dipecat, STY Siap Kembali Melatih: Dua Tawaran Asia terbaru hari ini 2026-05-05 07:20:17 dari sumber yang terpercaya
Read more »
Harga BBM Naik di SPBU Pertamina, BP-AKR, dan Vivo Energy IndonesiaPT Pertamina, BP-AKR, dan Vivo Energy Indonesia menaikkan harga BBM non-subsidi per 4 Mei 2026. Kenaikan harga terjadi pada BBM jenis diesel dan BBM dengan nilai oktane tinggi seperti RON 98. Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan, sementara Pertamax, Pertamax Green 95, Pertalite, dan BBM Solar Subsidi masih stabil.
Read more »



