Peneliti Indonesia Ungkap Riset DNA Sedimen Purba di Antartika

Sains Dan Teknologi News

Peneliti Indonesia Ungkap Riset DNA Sedimen Purba di Antartika
AntartikaDNA Sedimen PurbaPerubahan Iklim

Seorang alumnus UGM, Ezra Timothy Nugroho, berhasil mengikuti penelitian di Antartika untuk melakukan riset mengenai DNA sedimen purba. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika lingkungan laut dan perubahan iklim di wilayah kutub, dengan fokus pada DNA yang diperoleh dari sedimen bawah laut di Southern Ocean dan Antartika.

Keterlibatannya bermula saat menempuh studi magister di Institute for Marine and Antarctic Studies, University of Tasmania, Australia. Ia bercerita bahwa kesempatan mengikuti ekspedisi datang dari pembimbingnya yang mengajaknya kembali mengambil sampel di wilayah Antartika Timur, tepatnya di Cook Region.

Pengambilan sampel ini dilakukan untuk melanjutkan penelitian tesis sekaligus menjadi dasar untuk studi doktoral . Dalam penelitiannya, ia mengkaji sedimentary ancient DNA, yakni DNA yang diperoleh dari sedimen bawah laut, dengan fokus wilayah meliputi Southern Ocean dan Antartika. Ekspedisi yang diikutinya merupakan bagian dari pelayaran riset internasional yang meneliti ekosistem dan sedimen laut di kawasan Antartika Timur. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan yang ia ikuti ini bertujuan untuk memahami dinamika lingkungan laut serta perubahan iklim di wilayah kutub yang relatif minim intervensi manusia. “Tesis research saya itu tentang sedimentary ancient DNA, jadi berfokus pada DNA yang didapatkan dari sedimen bawah laut. Fokusnya ke Southern Ocean sama Antartika,” papar Ezra dikutip dari laman resmi UGM, Rabu . Alumnus UGM Ezra Timothy Nugroho berhasil ikut penelitian ke Antartika untuk melakukan riset mengenai DNA Sedimen PurbaSelama berada di Antartika, ia harus beradaptasi dengan berbagai kondisi ekstrem. Dengan durasi ekspedisi sekitar 57 hari, ia menjalani kehidupan di kapal penelitian dengan tantangan ombak tinggi di Laut Selatan. Serta suhu dingin yang mencapai minus tiga derajat Celcius. Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi peneliti yang berasal dari negara tropis. “Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah terkena udara dingin, itu menjadi tantangan tersendiri bagi saya,” ujarnya. Tidak hanya beradaptasi dengan kondisi cuaca, ia menyebut bahwa adaptasi terhadap kehidupan di kapal dalam jangka waktu hampir dua bulan tersebut juga menjadi tantangan yang harus dihadapi. Keterbatasan ruang, aktivitas yang terjadwal, serta senantiasa menjaga kondisi fisik supaya tetap prima selama penelitian menjadi bagian dari tantangan yang dihadapi selama ekspedisi berlangsung.Hasil Amerika Serikat Vs Portugal 0-2: Tanpa Ronaldo, Selecao Permalukan ASSNBP 2026 Unair, 2.506 Maba Diterima dan 75,5 Persennya PerempuanApresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.comApresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

kompascom /  🏆 9. in İD

Antartika DNA Sedimen Purba Perubahan Iklim Ekspedisi Riset Penelitian Laut

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Tim peneliti kembangkan AI untuk identifikasi gen penyebab penyakitTim peneliti kembangkan AI untuk identifikasi gen penyebab penyakitSebuah tim peneliti internasional telah mengembangkan alat kecerdasan buatan yang dapat mempercepat pencarian penyebab genetik penyakit langka, lapor Xinhua. ...
Read more »

Petaka Baru Ancam Manusia, Peneliti Stanford Ungkap Fakta NgeriPetaka Baru Ancam Manusia, Peneliti Stanford Ungkap Fakta NgeriChatbot mengubah perilaku manusia, namun penelitian Stanford menunjukkan ancaman bahaya di depan mata.
Read more »

Bulgaria Tim Kuat, tapi Magis SUGBK Bisa Jadi Pembeda Bagi Timnas IndonesiaBulgaria Tim Kuat, tapi Magis SUGBK Bisa Jadi Pembeda Bagi Timnas IndonesiaTimnas Indonesia bisa mengalahkan Timnas Bulgaria dengan dukungan penuh seluruh warga Indonesia.
Read more »

Peneliti: Pelaksanaan PP Tunas perlu disertai layanan kesehatan mentalPeneliti: Pelaksanaan PP Tunas perlu disertai layanan kesehatan mentalPeneliti Bidang Sosial The Indonesia Institute (TII) Made Natasya Restu Dewi Pratiwi menilai implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Tunas perlu diiringi ...
Read more »

Indonesia Kecam Serangan di Lebanon yang Tewaskan Personel Perdamaian IndonesiaIndonesia Kecam Serangan di Lebanon yang Tewaskan Personel Perdamaian IndonesiaJPNN.com : Indonesia juga meminta penyelidikan yang menyeluruh dan transparan atas insiden tersebut.
Read more »

Eks Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert akan Balik ke Indonesia pada Bulan April 2026, Mau Ngapain?Berita Eks Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert akan Balik ke Indonesia pada Bulan April 2026, Mau Ngapain? terbaru hari ini 2026-03-31 23:21:04 dari sumber yang terpercaya
Read more »



Render Time: 2026-04-29 04:15:54