Direktur Bayan Resources (BYAN) Neil Russell John kini genggam 5,9 juta saham BYAN.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia , ditulis Sabtu , Direktur PT Bayan Resources Tbk Neil Russell John melepas saham BYAN dalam tiga tahap. Pertama, ia menjual 54.500 saham BYAN dengan harga Rp 15.
024 per saham pada 3 Februari 2026. Kedua, penjualan saham BYAN sebesar 16.700 dengan harga Rp 15.018 pada 4 Februari 2026. Ketiga, Neil melepas 2.300 saham BYAN dengan harga Rp 15.000 per saham pada 5 Februari 2026. Dengan demikian, total penjualan saham BYAN sebesar 73.500 senilai Rp 1,10 miliar.Setelah transaksi penjualan saham BYAN, ia mengenggam 5.926.500 atau setara 0,018% dari sebelumnya 6.000.000. Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 6 Februari 2026, harga saham BYAN turun 2,35% ke posisi Rp 14.575 per saham. Harga saham BYAN dibuka stagnan di posisi Rp 14.925 per saham. Saham BYAN berada di level tertinggi Rp 14.925 dan level terendah Rp 14550 per saham. Total frekuensi perdagangan 113 kali dengan volume perdagangan 267 saham. Nilai transaksi Rp 392,3 juta. Mengutip data RTI, IHSG Jumat pekan ini ditutup turun 2,08% ke posisi 7.935,26. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,66% ke posisi 815,58. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan. Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.025,14 dan level terendah 7.861,68. Sebanyak 646 saham melemah sehingga menekan IHSG. 107 saham diam di tempat dan 68 saham diam di tempat.Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan 2018 di Kantor BEI, Jakarta, Jumat . Presiden Joko Widodo atau Jokowi menutup langsung perdagangan IHSG 2018. Total frekuensi perdagangan saham 2.248.150 kali dengan volume perdagangan 35,6 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 19,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.870. Tekanan IHSG ini terjadi tengah aksi beli saham oleh investor asing. Tercatat investor asing beli saham Rp 944,31 miliar. Sepanjang 2026, investor asing lepas saham Rp 11,01 triliun. Dari 11 sektor saham, hanya sektor saham transportasi yang menguat 0,53%. Sementara itu, sektor saham consumer siklikal turun 5,11% dan catat koreksi terbesar. Sektor saham industri terpangkas 4,51%, sektor saham energi turun 3,25% dan sektor saham basic turun 3,01%. Selanjutnya sektor saham consumer nonsiklikal melemah 1,26%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,004%, sektor saham keuangan susut 0,94%, sektor saham properti tergelincir 2,11%, sektor saham teknologi merosot 1,82% dan sektor saham infrastruktur terpangkas 2,95%.Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin . Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menuturkan, sentimen negatif IHSG berasal dari penurunan outlook peringkat utang pemerintah Indonesia yang menjadi negatif, meskipun peringkat utang tetap stabil di level Baa2 . Selain itu, S&P Global Ratings menuturkan, volatilitas pasar saham belum mengubah pandangannya terhadap peringkat Indonesia yaitu tetap dengan “outlook” stabil. “Walaupun S&P meningkatkan bahwa pelemahan fiskal dapat menambah tekanan penurunan peringkat jika tidak diimbangi oleh perbaikan di area lainnya,” ujar Ratna dikutip dari Antara. Sementara itu, data ekonomi domestik, cadangan devisa Indonesia tercatat di USD 154,6 miliar pada Januari 2026, atau menurun dari sebelumnya USD 156,5 miliar pada Desember 2025. Penurunan itu akibat pembayaran utang valuta asing pemerintah dan upaya stabilisasi Rupiah oleh Bank Indonesia . Sementara itu, indeks harga properti di Indonesia tumbuh 0,83 persen year on year pada kuartal IV-2025, atau cenderung stabil dari sebelumnya 0,84 persen pada kuartal III-2025, serta merupakan pertumbuhan paling lambat sejak 2023. “Pada pekan depan, dari sisi domestik, pelaku pasar akan mencermati rilis data consumer confidence, data retail sales, serta data penjualan sepeda motor dan mobil,” kata dia.DFSK Kenalkan Logo dan Slogan Baru di IIMS 2026, Ini MaknanyaBYD Atto 3 Varian Terbaru Meluncur di IIMS 2026
Saham BYAN BYAN Direktur Bayan Resources Saham
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sederet Fakta OTT KPK di Bea Cukai, termasuk Eks Direktur Diamankan dan Emas 3 Kg DisitaOTT KPK di Bea Cukai menyeret eks direktur. Dari penangkapan hingga sitaan uang miliaran dan logam mulia 3 kg, ini faktanya.
Baca lebih lajut »
Profil Mega Satria, Direktur Keuangan Pertamina yang Baru Gantikan Emma Sri MartiniProfil Mega Satria, Direktur Keuangan Pertamina yang baru menggantikan Emma Sri Martini, berbekal pengalaman panjang di BUMN dan aviasi nasional.
Baca lebih lajut »
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMFPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Baca lebih lajut »
KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Importasi Bea Cukai, Termasuk Direktur Penindakan dan PenyidikanKPK menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi importasi di lingkungan DJBC Kemenkeu.
Baca lebih lajut »
KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Importasi Bea Cukai, Ada Eks Direktur Penindakan dan PenyidikanKPK menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi importasi di lingkungan DJBC Kemenkeu.
Baca lebih lajut »
Manipulasi Jalur Merah, KPK Tahan Direktur P2 Bea Cukai dan Empat Tersangka Korupsi ImportasiPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Baca lebih lajut »
