Setelah melalui masa pandemi, Gen Z semakin yakin dalam memilih destinasi liburan mereka. Menariknya, mereka jauh lebih hemat dibanding generasi sebelumnya. Selain itu, mereka lebih tertarik pada pencarian jati diri, petualangan, dan penanaman modal untuk membiayai liburan mereka ke Eropa. Dan jangan lupakan, mereka adalah pengguna program loyalitas paling aktif, memanfaatkan pengeluaran sehari-hari sebagai peluang untuk mendukung perjalanan mereka.
Bagaimana Gen Z memilih destinasi liburan mereka?dinilai menjadi salah satu generasi yang paling kontroversial. Tetapi jika ada satu hal yang selalu berhasil dilakukan Gen Z dengan tepat, itu adalah soalpada Jumat , meninggalkan rutinitas yang membosankan dan pergi menjelajahi dunia menjadi prioritas utama bagi banyak orang dalam kelompok usia ini, yakni mereka yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012.
Mereka tidak hanya gemar bepergian, tetapi juga melakukannya dengan cara yang sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya. , Gen Z menganggap perjalanan sebagai sesuatu yang sangat penting bagi kesehatan mental dan bagian yang tidak bisa ditawar dalam hidup mereka. Mereka juga jauh lebih terbuka terhadap transit atau singgah saat menempuh perjalanan jarak jauh. Banyak dari mereka merasa bahwa perjalanan bukan hanya soal tujuan akhir.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa kelompok usia ini lebih mungkin dibanding generasi lain untuk memilih liburan berdasarkan media sosial, televisi, dan film, alih-alih mengikuti rute wisata yang paling umum. Kesehatan dan kebugaran juga menjadi hal besar bagi Gen Z. Mereka cenderung memilih perjalanan yang berfokus pada pencarian jati diri dan petualangan, ketimbang jadwal pesta yang padat. Hal ini membuat tren perjalanan seperti digital detox dan retreat bebas alkohol menjadi sangat populer dalam beberapa tahun terakhir.
Yang paling menarik, dan mungkin mencerminkan krisis biaya hidup saat ini, adalah bahwa Gen Z merupakan pengguna program loyalitas paling aktif. Dibanding generasi lain, para pelancong muda ini lebih hemat dan memanfaatkan pengeluaran sehari-hari yang bisa menghasilkan poin demi mendukung perjalanan mereka.menunjukkan bahwa lebih dari separuh pemegang kartu rewards dari kalangan Gen Z mengandalkan poin kartu kredit untuk membantu membayar biaya perjalanan.
Program World360 Rewards milik Flight Centre, yang diluncurkan pada November 2025, memungkinkan anggota mengumpulkan poin dari penerbangan, hotel, kapal pesiar, dan tur melalui lebih dari 500 maskapai serta lebih dari 900.000 hotel. Warga Queensland bernama Abbey Lucey menjadi salah satu dari banyak anak muda yang benar-benar “mengakali sistem”, mengubah pengeluaran sehari-hari dan strategi cerdas menjadi peluang untuk membiayai liburan berikutnya.
Perempuan 24 tahun asal Brisbane itu mengatakan bahwa ia perlahan mengumpulkan poin dengan berbagai cara dan berharap dapat membiayai liburan di masa depan setelah poinnya terkumpul cukup banyak.
"Saya perlahan mengumpulkan poin dari beberapa pemesanan akomodasi, tetapi juga dari hal-hal seperti menggunakan marketplace untuk mendapatkan poin dari retailer seperti Cotton On dan Priceline," kata dia. Namun menurut Abbey, yang terbesar baginya adalah bahan bakar. Dia menghabiskan hampir satu jam perjalanan sekali jalan untuk pergi bekerja.
"Sekarang saya bisa mendapatkan poin dengan mengisi bensin di Caltex, saya sering sengaja mengisi di sana, meskipun tempat lain sebenarnya lebih praktis". Kembang api menerangi Menara Eiffel selama perayaan Hari Bastille di Paris, Kamis malam. Perayaan yang digelar setiap tanggal 14 Juli ini dalam rangka untuk memperingati penyerbuan benteng penjara Bastille pada 14 Juli 1789 silam.
Abbey, yang bekerja sebagai terapis wicara, mengatakan bahwa ia telah memesan perjalanan besar berikutnya ke Eropa melalui World360 Rewards dan berharap poin yang diperolehnya dapat digunakan untuk membiayai liburan berikutnya sehingga ia bisa bepergian 'secara gratis'.
"Saya pergi bersama salah satu teman saya, Jo, yang tinggal di Melbourne, lalu kami akan bertemu beberapa teman lain di sana yang tinggal di London," ungkapnya. "Kami akan terbang ke Milan dan mendaki Dolomites, yang sudah lama ada dalam daftar impian saya, lalu lanjut ke Florence, Camogli, Mallorca, Portugal, Kopenhagen, dan London," imbuh dia. Dalam memesan perjalanannya melalui Flight Centre, Abbey mengatakan bahwa ia akan selalu memilih menggunakan agen perjalanan saat merencanakan petualangan berikutnya.
"Sejak dulu saya selalu diajarkan bahwa lebih baik membayar sedikit lebih mahal dan memesan lewat agen, sehingga jika terjadi sesuatu, Anda tidak terlantar dan harus mencari solusi sendiri," kata dia. "Saya memesan tiket pesawat sebelum semua yang terjadi di Timur Tengah, dan sekarang saya semakin bersyukur telah memesan melalui agen," kata Abbey. Mug dengan gambar Ratu Elizabeth II dipajang di sebuah toko wisata di pusat kota London, pada 16 September 2022.
Tingkat hunian bisa mencapai tertinggi sepanjang masa sebesar 95 persen, menurut platform pemesanan grup yang berbasis di London saat ratusan pemimpin dunia, ditambah rombongan mereka membutuhkan tempat tinggal saat mereka tiba untuk pemakaman ratu. Abbey setuju bahwa generasinya memandang perjalanan dengan cara yang sangat berbeda dibanding generasi yang lebih tua. Baginya, kesempatan melihat dunia merupakan prioritas utama.
"Meski ada tekanan biaya hidup saat ini, bepergian jelas lebih mudah diakses bagi kami di usia muda dibanding yang dialami orang tua kami," ujarnya. “Jadi saya rasa generasi saya memang punya naluri alami untuk lebih banyak menjelajahi dunia. Sebagai contoh, saya memilih menunda menabung untuk membeli properti demi mencentang beberapa destinasi impian, dan saya rasa itu bukan sesuatu yang dilakukan orang tua saya atau banyak orang tua teman-teman saya," terang dia.
Gen Z Perjalanan Pesan Agenten Perjalanan Poin Program Loyalitas Travel Insurance World360 Rewards Agen Perjalanan Profesional Perjalanan Jauh Calisnow Traveloka
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Gen Z dan Milenial Lebih Terfokuskan pada Pengalaman Personal dan Berkesan di TravelingSurvei terhadap lebih dari 11 ribu responden di kawasan Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk traveling masih sangat tinggi, meskipun kondisi ekonomi global belum sepenuhnya stabil. Traveler Indonesia disebut tetap menjadikan liburan sebagai prioritas gaya hidup, dengan rencana meningkatkan anggaran perjalanan selama 2026.
Read more »
Intip Cara Gen Z Abadikan Momen Jadi Lebih Aesthetic Pakai Kamera Vintage di ShopeeSekarang foto tuh nggak harus perfect dulu buat jadi memorable. Foto dengan efek blur atau bahkan terpapar cahaya flash yang terlalu terang justru jadi aesthetic favorit.
Read more »
MU Patah Hati! Aurelien Tchouameni Enggan Tinggalkan Real MadridAurelien Tchouameni lebih memilih bertahan di Real Madrid alih-alih gabung MU.
Read more »
5 Alasan Gen Z Kembali Memilih Gunakan Headphone Berkabel di Tengah Tren Earbud NirkabelBerikut 5 alasan mengapa banyak Gen Z kembali beralih ke headphone berkabel, seperti dilansir dari laman T2 Online pada Jum'at (15/5).
Read more »
