Beyond the Breaking News

Jawa-Sumatra-Kalimantan Masih Menyatu, Ini Rute 'Mudik' Manusia Dulu

Migrasi Manusia News

Jawa-Sumatra-Kalimantan Masih Menyatu, Ini Rute 'Mudik' Manusia Dulu
Paparan SundaSundalandArkeologi Prasejarah

BRIN mengungkap jaringan sungai purba di Paparan Sunda sebagai jalur migrasi manusia prasejarah. Ini rutenya.

Foto: Badan Riset dan Inovasi Nasional mengungkap kemungkinan besar jaringan sungai purba di kawasan Paparan Sunda menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada masa prasejarah.

- Badan Riset dan Inovasi Nasional mengungkap kemungkinan besar jaringan sungai purba di kawasan Paparan Sunda menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada masa prasejarah.

"Penelitian geomorfologi dan paleogeografi menunjukkan Paparan Sunda pada masa Pleistosen memiliki sistem sungai besar yang kini telah tenggelam akibat kenaikan muka laut," jelas Peneliti Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN, Vida Pervaya Rusianti Kusmartono ketika membedah mengenai jalur migrasi tersebut, dalam Webinar Forum Kebhinekaan Seri #36 bertema"Dinamika Migrasi Manusia dan Budaya Prasejarah" dikutip Minggu . Menurutnya, jaringan sungai purba tersebut diperkirakan menjadi koridor ekologis yang mendukung persebaran manusia prasejarah menuju wilayah pedalaman maupun kawasan Wallacea.

"Mobilitas manusia prasejarah kemungkinan tidak hanya mengikuti jalur pesisir, tetapi juga memanfaatkan sistem sungai purba sebagai jalur perpindahan," katanya dalam kajian bertajuk"Kalimantan: Migrasi Manusia di Kawasan Timur Bawah Paparan Sunda pada Kala Pleistosen Akhir-Awal Holosen". Vida menjelaskan migrasi manusia modern dari Afrika menuju Asia Tenggara tidak berlangsung dalam satu gelombang tunggal, tetapi melalui tahapan panjang dan jalur yang beragam.

Menurutnya, salah satu teori yang berkembang adalah coastal migration theory atau teori migrasi pesisir, yakni perpindahan manusia melalui kawasan pantai yang menyediakan sumber pangan melimpah dan jalur mobilitas yang lebih mudah dibanding dengan wilayah pedalaman.

"Pada masa glasial, permukaan laut turun sehingga membentuk daratan luas yang menghubungkan wilayah-wilayah di Asia Tenggara. Kondisi ini memungkinkan mobilitas manusia, flora, dan fauna di Paparan Sunda," ujarnya. Ia menambahkan, wilayah timur Paparan Sunda memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung menuju Wallacea dan Sahul atau Australia-Papua. Sejumlah situs arkeologi di Kalimantan menunjukkan keberadaan manusia modern sejak sekitar 45.000-30.000 tahun lalu, di antaranya melalui temuan alat batu, sisa fauna, dan bukti hunian gua.

Kendati demikian, Vida mengakui bahwa penelitian migrasi manusia awal di Asia Tenggara masih menghadapi tantangan berat, terutama akibat kondisi iklim tropis yang menyebabkan fosil sulit terawetkan.

"Tingkat keasaman tanah yang tinggi mempercepat kerusakan tulang dan kolagen sehingga menyulitkan proses penanggalan absolut," jelasnya. Sebagai langkah solutif, BRIN terus mendorong penelitian lanjutan melalui survei geofisika, analisis sedimen, dan berbagai metode penanggalan modern guna memperoleh data yang lebih akurat mengenai migrasi manusia prasejarah di kawasan Paparan Sunda.

Sehubungan dengan itu, Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN, Herry Yogaswara, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tema ini sangat krusial karena berkaitan erat dengan upaya memahami dinamika awal peradaban manusia di Nusantara. Sebagai bentuk komitmen nyata, ia menegaskan bahwa BRIN kini memberikan perhatian khusus terhadap kajian evolusi dan persebaran manusia di Asia Tenggara.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui pembentukan Center for Human Evolution, Adaptation, and Dispersal in Southeast Asia yang saat ini telah mendapatkan perhatian resmi dari UNESCO.

"Melalui forum akademik dan lembaga kajian seperti ini, diharapkan muncul berbagai inspirasi baru serta penguatan kolaborasi riset terkait migrasi manusia prasejarah," ujar Herry.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

cnbcindonesia /  🏆 7. in İD

Paparan Sunda Sundaland Arkeologi Prasejarah Sejarah Manusia Kalimantan Pleistosen Wallacea Penelitian Brin

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Sekjen Kemendagri Minta Percepatan Kelengkapan Administrasi K/L untuk Pencairan Anggaran Pascabencana SumatraSekjen Kemendagri Minta Percepatan Kelengkapan Administrasi K/L untuk Pencairan Anggaran Pascabencana SumatraTomsi menyampaikan pentingnya sinergi dalam pembiayaan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera tahun 2026
Read more »

Proyek PLTA Batang Toru Kembali Digarap Usai Dituduh Jadi Biang Kerok Banjir SumatraProyek PLTA Batang Toru Kembali Digarap Usai Dituduh Jadi Biang Kerok Banjir SumatraPada Desember 2025 pihak KLH memanggil delapan korporasi yang beraktivitas di Sumatera Utara.
Read more »

Hujan Sedang hingga Lebat Mengintai Indonesia 30-31 Mei 2026, Ini Daerah yang Perlu WaspadaHujan Sedang hingga Lebat Mengintai Indonesia 30-31 Mei 2026, Ini Daerah yang Perlu WaspadaBerdasarkan informasi terbaru BMKG, wilayah yang berstatus Waspada mencakup sejumlah provinsi di Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua
Read more »

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional SulawesiPacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional SulawesiMendagri menyebutkan bahwa kegiatan ini juga akan digelar untuk regional Jawa-Bali dan Papua.
Read more »



Render Time: 2026-06-02 22:49:39