Beyond the Breaking News

Klaim Trump Terbantahkan, Iran Masih Punya Drone Canggih Buat Hajar AS

Drone Iran News

Klaim Trump Terbantahkan, Iran Masih Punya Drone Canggih Buat Hajar AS
Sistem Pertahanan UdaraMq-9 ReaperSelat Hormuz

Iran menggunakan sistem pertahanan udara baru, Arash-e Kamangir, untuk jatuhkan drone AS di Selat Hormuz. Insiden ini menunjukkan ketahanan militer Iran

Foto: Iran memamerkan rudal balistik terbaru yang diklaim mampu menempuh jarak 1.700 kilometer, Minggu . Rudal balistik itu dipamerkan dalam sebuah upacara di Teheran yang dihadiri oleh Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

Iran menyatakan telah menggunakan sistem pertahanan udara baru untuk menembak jatuh pesawat nirawak atau drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz awal pekan ini. Insiden ini menunjukkan Teheran masih mempertahankan kapasitasnya untuk membalas serangan AS dan Israel meskipun situs militernya telah digempur selama berbulan-bulan. Media Iran melaporkan bahwa drone tersebut jatuh di dekat Pulau Qeshm di Selat Hormuz. Pencegatan tersebut menandai penggunaan tempur pertama dari sistem yang dikembangkan secara lokal bernama Arash-e Kamangir.

Hingga kini, belum ada pembuktian independen mengenai klaim sistem pencegatan baru milik Iran tersebut. Kehilangan drone AS di dekat salah satu rute pelayaran paling sensitif di dunia ini terjadi saat Washington dilaporkan meluncurkan serangan baru ke situs militer Iran di dekat Bandar Abbas. Korps Garda Revolusi Islam Iran kemudian menyatakan telah menyerang pangkalan udara Amerika sebagai bentuk pembalasan.

, Jumat , klaim Iran ini memicu pertanyaan mengenai seberapa besar kemampuan pertahanan udara Iran yang tersisa dan apakah Teheran mampu menahan serangan berikutnya jika negosiasi gencatan senjata gagal. Media Iran menyebutnya sebagai peringatan bagi pesawat musuh yang beroperasi di dekat ruang udara dan perbatasan maritim Iran, terutama saat Teheran berupaya memanfaatkan kendali parsialnya atas selat tersebut dalam negosiasi gencatan senjata dengan AS.

"Operasi ini, yang dilakukan dengan menggunakan sistem dengan kemampuan tersembunyi, adalah pesan yang jelas dan tegas dari Iran," demikian pernyataan pejabat yang tidak disebutkan namanya seperti dikutip dari Al Jazeera. Nama sistem pencegat baru ini dalam bahasa Farsi berarti"Arash sang pemanah", yang diambil dari pahlawan mitologi Persia.

Meskipun klaim kemajuan militer Iran ini sulit diverifikasi secara independen, para ahli menilai konsep di balik sistem tersebut sangat masuk akal karena Iran berinvestasi besar-besaran pada sistem pertahanan seluler yang murah dan diproduksi di dalam negeri untuk mengancam drone tanpa bergantung pada radar tetap yang mudah dideteksi. Dosen senior di sekolah studi keamanan King's College London, Mark Hilborne, menilai meskipun informasi terverifikasi mengenai Arash-e Kamangir sangat sedikit, serangan ini cocok dengan pola yang lebih luas.

Hilborne menambahkan bahwa sistem yang murah dan sederhana seperti ini mampu menempatkan sistem AS yang jauh lebih kompleks dalam risiko tinggi.

"Iran telah menjadi cukup mandiri dalam berbagai bentuk desain rudal dan, seperti Ukraina, telah cerdas dalam mengubah ekonomi peperangan. Sistem yang murah dan sederhana dapat menahan sistem yang jauh lebih kompleks dalam risiko," kata Mark Hilborne kepadaJatuhnya drone Reaper ini dinilai dapat memaksa AS untuk lebih bergantung pada rudal mahal seharga jutaan dolar daripada menggunakan drone saat menyerang Iran.

Sementara itu, Teheran dapat terus menggunakan drone Shahed yang relatif murah untuk diproduksi, sehingga berpotensi memberikan keuntungan ekonomi jangka panjang bagi Teheran dalam konflik yang berkepanjangan. Analis keamanan dari Horizon Engage, Alex Almeida, menduga bahwa Arash-e Kamangir bukanlah senjata revolusioner yang benar-benar baru, melainkan langkah lanjutan dari peralihan Iran ke pertahanan udara seluler berbiaya rendah. Almeida menduga sistem ini menggunakan panduan elektro-optik atau pencari panas yang mudah dipasang dan diluncurkan.

"Saya menduga ini adalah pengembangan lebih lanjut dari salah satu sistem tersebut. Sistem ini tidak bergantung pada panduan tetap dari situs radar pertahanan udara tradisional. Ini mungkin menggunakan semacam panduan elektro-optik atau pencari panas-pada dasarnya sistem SAM portabel yang mudah diatur dan diluncurkan," ujar Alex Almeida kepada

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

cnbcindonesia /  🏆 7. in İD

Sistem Pertahanan Udara Mq-9 Reaper Selat Hormuz Korps Garda Revolusi Islam Arash-E Kamangir Serangan Militer Teknologi Siluman Konflik As-Iran Keamanan Internasional

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Trump Klaim Pergantian Rezim Iran dan Negosiasi Selat HormuzTrump Klaim Pergantian Rezim Iran dan Negosiasi Selat HormuzPresiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahnya telah mencapai pergantian rezim di Iran, menyebut pemimpin terbaru lebih masuk akal meski masih dipimpin Ayatollah Khamenei. Trump menegaskan negosiasi dengan delegasi Iran di Qatar mendekati kesepakatan, menolak pencabutan sanksi ekonomi, dan menuntut Selat Hormuz tetap jalur internasional tanpa penguasaan pihak manapun.
Read more »

Trump Klaim Media Arus Utama Akan Putarbalikkan Kekalahan IranTrump Klaim Media Arus Utama Akan Putarbalikkan Kekalahan IranPresiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap media arus utama negaranya melalui unggahan di Truth Social yang
Read more »

Iran Kalim Gempur Pangkalan Militer AS di KuwaitIran Kalim Gempur Pangkalan Militer AS di KuwaitKlaim mengenai serangan ini disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Read more »

Trump Waspadai Oman dalam Perundingan dengan Iran, Klaim AS Akan Mengawasi Selat HormuzTrump Waspadai Oman dalam Perundingan dengan Iran, Klaim AS Akan Mengawasi Selat HormuzPresiden AS Donald Trump memperingatkan Oman untuk tidak terlibat dalam negosiasi dengan Iran dan menegaskan komitmen AS untuk mengawasi Selat Hormuz sebagai perairan internasional, sambil mengkritik draf kesepakatan antara AS dan Iran yang melibatkan pengelolaan selat bersama Oman.
Read more »



Render Time: 2026-05-29 16:39:37