Selain membalas serangan militer AS, Iran juga menjalankan misi diplomatik merespons narasi kemarahan Trump di media sosial. Narasi lucu jadi senjata melawannya.
Selain membalas serangan militer AS, Iran juga menjalankan misi diplomatik merespons narasi kemarahan Trump di media sosial. Narasi lucu jadi senjata melawannya.Selama perang melawan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kerap memuntahkan amarahnya di media sosial.
Ia tak sungkan melontarkan kata-kata kasar. Untuk melawannya, Kedutaan Besar Iran di sejumlah negara menjalankan misi diplomatik dengan menebarkan narasi yang menggelitik. Trump sangat berang dengan keputusan Iran memblokade Selat Hormuz. Tersendatnya lalu lintas tanker di selat itu memicu lonjakan harga minyak dunia. Rantai pasok energi dan sejumlah barang pun terganggu. AS ikut merasakan dampaknya. Harga bahan bakar minyak di ”Negeri Paman Sam” naik. Rakyat AS pun berteriak memprotes keputusan Trump menyerang Iran. Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan gabungan AS dan Israel ke negara itu pada 28 Februari lalu. Kemarahan Trump pun memuncak pada 5 April 2026. Ia mendesak Iran untuk segera membuka Selat Hormuz. Ancamannya akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan disampaikan lewat media sosial Truth Social menggunakan narasi yang sangat kasar. Iran seakan tak ingin terlibat perang urat saraf dengan Trump di medsos. Alih-alih membalasnya dengan cacian, akun medsos Kedutaan Besar Iran di sejumlah negara justru meresponsnya dengan narasi yang menggelitik. ”Kami kehilangan kuncinya,” tulis akun medsos Kedutaan Besar Iran di Zimbabwe menanggapi ancaman Trump. Jawaban lelucon ini dengan cepat menyebar di jagat maya. Hardikan Trump dibalas dengan sangat santai. Respons Kedutaan Besar Iran di negara lain membuat perang narasi ini semakin riuh. ”Ssst... Kuncinya ada di bawah pot bunga. Buka saja untuk teman-teman,” tulis akun medsos Kedutaan Besar Iran di Afrika Selatan. Kedutaan Besar Iran sepertinya sangat paham ancaman kasar Trump di medsos tak perlu diladeni dengan narasi kemarahan juga. Mereka memilih membalasnya dengan narasi yang lebih cair, tetapi justru terkesan mengejek pernyataan Trump tersebut. Kedutaan Besar Iran di Inggris mengambil jalan agak berbeda menggunakan pendekatan sastra. Akun medsos kedutaan besar ini mencuplik kutipan penulis terkenal, Mark Twain, yang berbunyi: ”Lebih baik menutup mulut dan membiarkan orang berpikir Anda bodoh daripada membukanya dan menghilangkan semua keraguan”. Iran seakan tak ingin terlibat perang urat saraf dengan Trump di medsos. Alih-alih membalasnya dengan cacian, akun medsos Kedutaan Besar Iran di sejumlah negara justru meresponsnya dengan narasi yang menggelitik. Trump sering meluapkan kemarahannya selama lebih dari 1,5 bulan perang di Iran berjalan. Tak hanya aset militer dan pemerintahan, fasilitas publik, seperti sekolah, tempat ibadah, rumah sakit, jembatan, dan infrastruktur energi juga tidak luput dari sasaran kemarahannya. ”Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras dalam dua sampai tiga pekan ke depan. Kami akan membawa mereka kembali ke zaman batu,” ujarnya saat berpidato di Gedung Putih pada 1 April lalu.Iran juga menggunakan perang narasi itu untuk menyindir Trump terkait kasus Epstein. Kasus ini merujuk pada kejahatan seksual dan eksploitasi anak yang dilakukan oleh Jeffrey Epstein, seorang pemodal asal AS dengan jaringan luas di kalangan elite internasional. Dalam berkas Epstein, terdapat nama tokoh-tokoh besar dunia, termasuk Trump. Pada 10 Agustus 2019, Epstein ditemukan meninggal di sel tahanan setelah didakwa melakukan perdagangan seks anak. Otoritas AS menyebutnya bunuh diri. Para rival politik Trump menuduhnya melancarkan perang di Iran untuk mengalihkan perhatian dari kasus tersebut. Rilis pertama berkas-berkas Epstein pada akhir 2025 mengungkap hubungan antara miliarder, akademisi, dan politisi dengan Epstein. Meskipun namanya disebutkan di dalam berkas itu, Trump membantah melakukan kesalahan apa pun dan mengklaim telah memutuskan kontak dengan Epstein beberapa dekade lalu. ”Pintu terbuka untuk teman. Teman-teman Epstein membutuhkan kunci,” tulis akun medsos Kedutaan Besar Iran di Bulgaria menanggapi ancaman Trump membuka Selat Hormuz. Pada 2 April, Trump mencopot jabatan Jaksa Agung AS Pam Bondi yang menangani berkas Epstein. Sejumlah analis mengatakan, penanganan Bondi terhadap berkas itu telah menjadi masalah politik yang semakin besar bagi pemerintahan Trump. Kedutaan Besar Iran di India menjadi anomali di tengah narasi lelucon tersebut. Akun medsos kedutaan besar ini tidak menahan diri untuk membalas umpatan Trump dengan narasi yang cukup keras. Sementara Kedutaan Besar Iran di Austria memasang grafik bertuliskan ”18+” di atas tangkapan layar unggahan Trump. Hal ini mengacu pada narasi kasar Trump yang dianggap tidak pantas untuk dilihat oleh anak-anak. ”Peringatan lebih lanjut: Lindungi semua anak di bawah umur 18 tahun dari paparan retorika Trump,” tulisnya. Merespons narasi kemarahan dengan sesuatu yang lucu bukan semata-mata untuk mengejek amarah tersebut. Penelitian dari Universitas Peking, China, yang dipublikasikan di jurnalmenyebutkan, humor berperan penting dalam mengurangi stres dari berbagai tekanan. ”Humor dapat mengurangi tingkat kemarahan akibat agresi yang diterima seseorang sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai adaptasi sosial,” tulis penelitian itu. Trump sering memakai media sosial sebagai saluran kemarahannya terhadap Iran. Ancamannya disertai dengan kata-kata kasar, bahkan makian. Iran menjalankan ”operasi khusus” untuk membalasnya dengan narasi-narasi lucu. Ya, memang terkadang serangan kemarahan hanya cukup ditertawakan. Selama perang melawan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kerap memuntahkan amarahnya di media sosial. Ia tak sungkan melontarkan kata-kata kasar. Untuk melawannya, Kedutaan Besar Iran di sejumlah negara menjalankan misi diplomatik dengan menebarkan narasi yang menggelitik. Trump sangat berang dengan keputusan Iran memblokade Selat Hormuz. Tersendatnya lalu lintas tanker di selat itu memicu lonjakan harga minyak dunia. Rantai pasok energi dan sejumlah barang pun terganggu. AS ikut merasakan dampaknya. Harga bahan bakar minyak di ”Negeri Paman Sam” naik. Rakyat AS pun berteriak memprotes keputusan Trump menyerang Iran. Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan gabungan AS dan Israel ke negara itu pada 28 Februari lalu. Kemarahan Trump pun memuncak pada 5 April 2026. Ia mendesak Iran untuk segera membuka Selat Hormuz. Ancamannya akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan disampaikan lewat media sosial Truth Social menggunakan narasi yang sangat kasar.Iran seakan tak ingin terlibat perang urat saraf dengan Trump di medsos. Alih-alih membalasnya dengan cacian, akun medsos Kedutaan Besar Iran di sejumlah negara justru meresponsnya dengan narasi yang menggelitik. ”Kami kehilangan kuncinya,” tulis akun medsos Kedutaan Besar Iran di Zimbabwe menanggapi ancaman Trump. Jawaban lelucon ini dengan cepat menyebar di jagat maya. Hardikan Trump dibalas dengan sangat santai. Respons Kedutaan Besar Iran di negara lain membuat perang narasi ini semakin riuh. ”Ssst... Kuncinya ada di bawah pot bunga. Buka saja untuk teman-teman,” tulis akun medsos Kedutaan Besar Iran di Afrika Selatan. Kedutaan Besar Iran sepertinya sangat paham ancaman kasar Trump di medsos tak perlu diladeni dengan narasi kemarahan juga. Mereka memilih membalasnya dengan narasi yang lebih cair, tetapi justru terkesan mengejek pernyataan Trump tersebut. Kedutaan Besar Iran di Inggris mengambil jalan agak berbeda menggunakan pendekatan sastra. Akun medsos kedutaan besar ini mencuplik kutipan penulis terkenal, Mark Twain, yang berbunyi: ”Lebih baik menutup mulut dan membiarkan orang berpikir Anda bodoh daripada membukanya dan menghilangkan semua keraguan”. Iran seakan tak ingin terlibat perang urat saraf dengan Trump di medsos. Alih-alih membalasnya dengan cacian, akun medsos Kedutaan Besar Iran di sejumlah negara justru meresponsnya dengan narasi yang menggelitik. Trump sering meluapkan kemarahannya selama lebih dari 1,5 bulan perang di Iran berjalan. Tak hanya aset militer dan pemerintahan, fasilitas publik, seperti sekolah, tempat ibadah, rumah sakit, jembatan, dan infrastruktur energi juga tidak luput dari sasaran kemarahannya. ”Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras dalam dua sampai tiga pekan ke depan. Kami akan membawa mereka kembali ke zaman batu,” ujarnya saat berpidato di Gedung Putih pada 1 April lalu.Iran juga menggunakan perang narasi itu untuk menyindir Trump terkait kasus Epstein. Kasus ini merujuk pada kejahatan seksual dan eksploitasi anak yang dilakukan oleh Jeffrey Epstein, seorang pemodal asal AS dengan jaringan luas di kalangan elite internasional.Dalam berkas Epstein, terdapat nama tokoh-tokoh besar dunia, termasuk Trump. Pada 10 Agustus 2019, Epstein ditemukan meninggal di sel tahanan setelah didakwa melakukan perdagangan seks anak. Otoritas AS menyebutnya bunuh diri. Para rival politik Trump menuduhnya melancarkan perang di Iran untuk mengalihkan perhatian dari kasus tersebut. Rilis pertama berkas-berkas Epstein pada akhir 2025 mengungkap hubungan antara miliarder, akademisi, dan politisi dengan Epstein. Meskipun namanya disebutkan di dalam berkas itu, Trump membantah melakukan kesalahan apa pun dan mengklaim telah memutuskan kontak dengan Epstein beberapa dekade lalu. ”Pintu terbuka untuk teman. Teman-teman Epstein membutuhkan kunci,” tulis akun medsos Kedutaan Besar Iran di Bulgaria menanggapi ancaman Trump membuka Selat Hormuz. Pada 2 April, Trump mencopot jabatan Jaksa Agung AS Pam Bondi yang menangani berkas Epstein. Sejumlah analis mengatakan, penanganan Bondi terhadap berkas itu telah menjadi masalah politik yang semakin besar bagi pemerintahan Trump. Kedutaan Besar Iran di India menjadi anomali di tengah narasi lelucon tersebut. Akun medsos kedutaan besar ini tidak menahan diri untuk membalas umpatan Trump dengan narasi yang cukup keras. Sementara Kedutaan Besar Iran di Austria memasang grafik bertuliskan ”18+” di atas tangkapan layar unggahan Trump. Hal ini mengacu pada narasi kasar Trump yang dianggap tidak pantas untuk dilihat oleh anak-anak.Merespons narasi kemarahan dengan sesuatu yang lucu bukan semata-mata untuk mengejek amarah tersebut. Penelitian dari Universitas Peking, China, yang dipublikasikan di jurnalmenyebutkan, humor berperan penting dalam mengurangi stres dari berbagai tekanan. ”Humor dapat mengurangi tingkat kemarahan akibat agresi yang diterima seseorang sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai adaptasi sosial,” tulis penelitian itu. Trump sering memakai media sosial sebagai saluran kemarahannya terhadap Iran. Ancamannya disertai dengan kata-kata kasar, bahkan makian. Iran menjalankan ”operasi khusus” untuk membalasnya dengan narasi-narasi lucu. Ya, memang terkadang serangan kemarahan hanya cukup ditertawakan.
Perang Iran Donald Trump Perang Narasi As-Iran Amarah Trump X-Hide-Not-Sdgs X-Hide-Give-Me-Perspective
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Iran Dipastikan Ikut Piala Dunia di AS, Donald Trump Gigit JariPresiden FIFA Gianni Infantino memastikan Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026 meski ada konflik. Dia berharap situasi damai saat itu.
Read more »
Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia HancurPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Read more »
Diplomasi Intensif: Iran, AS, dan Pakistan Berupaya Redakan Ketegangan Selat HormuzPertemuan diplomatik tingkat tinggi antara Iran dan Jepang, serta misi fasilitasi Pakistan antara Iran dan AS, menunjukkan upaya serius untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz dan menjaga stabilitas ekonomi global.
Read more »
Rusia Usulkan Ambil Alih Uranium Iran, AS TolakJuru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengungkapkan bahwa Rusia mengusulkan untuk mengambil alih uranium Iran yang diperkaya tinggi sebagai solusi diplomatik, namun tawaran tersebut ditolak oleh Washington. Usulan ini disampaikan oleh Presiden Vladimir Putin beberapa waktu lalu sebagai solusi yang baik. Sementara itu, Menteri Pertahanan AS menyatakan Iran akan menyerahkan stok uranium tersebut secara sukarela atau AS akan mengambilnya dengan cara lain. Peskov juga membantah klaim AS mengenai Iran yang sedang membangun senjata nuklir dan tudingan adanya bantuan intelijen militer Rusia kepada Iran, meskipun Menlu Iran menyebut Moskow memberikan bantuan militer dalam berbagai arah.
Read more »
Petinggi Mossad Tegaskan Misi Gulingkan Iran Belum Selesai: Rezim Ini Harus Lenyap dari DuniaPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Read more »
Gencatan Senjata Israel-Lebanon Bawa Efek Iran Iran Buka Selat Hormuz, tapi Konflik Belum UsaiIran buka Selat Hormuz saat gencatan senjata Israel-Lebanon, namun AS tetap blokade dan tekan Teheran soal nuklir, memicu ketegangan baru.
Read more »
