Persib Bandung telah menikmati beberapa fase yang sukses di sepanjang partisipasinya dalam kompetisi liga sepak bola Indonesia. Tercatat, Persib Bandung telah beberapa kali menang dalam Liga Indonesia, Liga Super Indonesia, dan Liga 1 Indonesia. Persib Bandung memulai sejarahnya dengan menjuarai Kejurnas PSSI 1937 di Surakarta. Setelah puasa gelar selama 24 tahun, mereka kembali menjuarai Kejurnas PSSI 1961 setelah mengecoh PSMS Medan.
Persib Bandung menjadi salah satu klub yang cukup sukses menjadi juara di sepanjang partisipasinya di berbagai kompetisi liga sepak bola di Indonesia. Tercatat, Persib Bandung beberapa kali juara Liga Indonesia , mulai dari era Perserikatan, Liga Indonesia , Liga Super Indonesia hingga Liga 1 Indonesia .
Persib mengawali sejarah kejayaannya dengan menjuarai Kejurnas PSSI 1937 di Surakarta. Setelah puasa gelar selama 24 tahun, mereka kembali menjuarai Kejurnas PSSI 1961. Setelah itu prestasi klub berjuluk Maung Bandung ini tidak menonjol. Dalam catatan arsip pemberitaan Kompas, pada musim kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1985/1985, Persib hanya meraihsetelah di final dikalahkan PSMS Medan dalam pertandingan bersejarah di Stadion Utama Senayan, Jakarta.
Pertandingan ini mencatatkan rekor disaksikan sekitar 150 ribu penonton langsung yang hadir di stadion. Sistem pertiketan dan pengaturan penonton yang belum rapi saat itu memungkinkan jumlah penonton melebihi kapasitas normal stadion ini. Setelah menanti selama dua puluh lima tahun kemudian, Persib kembali meraih gelar juara pada Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1986 dengan mengalahkan Perseman Manokwari 1-0 di final yang digelar di Stadion Utama Senayan, Jakarta. Keberhasilan Persib juara tak lepas dari dukungan suporter setia mereka.
Pada pertandingan final yang digelar di Stadion Utama Senayan, Jakarta, ribuan pendukung Persib datang langsung dari Bandung dan berbagai daerah lain. Pada Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1989/1990, Persib kembali menunjukkan dominasinya dengan menjuarai kompetisi tersebut. Persib berhasil mengalahkan Persebaya 2-0 di final yang berlangsung di Stadion Utama Senayan, Jakarta. Dalam pertandingan final yang berlangsung seru tersebut diwarnai kerusuhan dan bentrokan suporter.
Terjadi saling lempar antarsuporter yang enyebabkan banyak penonton terluka. Gelar juara yang diraih dengan mengalahkan salah satu musuh bebuyutan mereka disambut gembira para pendukung Persib. Sambutan meriah diglar saat tim Maung Bandung kembali ke Kota Kembang. Di sepanjang jalan, Bobotoh Persib memadati area yang dilalui rombongan.
Gelar juara liga kelima Persib berhasil diraih pada Kompetisi Divisi Utama Perserikatan musim 1993/1994. Persib menaklukkan PSM Ujungpandang 2-0 di final yang berlangsung di Stadion Utama Senayan Jakarta pada 17 April 1994. Di bawah asuhan pelatih legendaris, Indra Thohir, Persib kala itu menjadi juara Perserikatan 1993/1994. Pada 1994, terjadi merger kompetisi sepak bola di Indonesia yang sebelumnya dalam dua bentuk Perserikatan dan Galatama.
Klub anggota Perserikatan yang dikelola pemerintah daerah disatukan dengan klub Galatama yang semiprofesional dan dikelola perusahaan atau swasta. Kompetisi dilebur menjadii Liga Indonesia dengan saat itu kompetisi dibagi menjadi dua bagian, Barat dan Timur. Pemilihan tim berdasarkan geografis daerah. Pada babak utama empat besar, Persib lolos bersama Petrokimia Putra di bagian Barat.
Di bagian Timur, ada Pupuk Kaltim dan Barito Putra. Dalam perjalanannya, Persib unggul atas pesaingnya. Di babak semifinal, Persib menang atas Barito Putra, 1-0. Di Final, Persib yang juga diasuh Indra Thohir mempersembahkan kado juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra, 1-0.
Petrokimia Putra saat itu diperkuat trio pemain asing legendaris mereka, Derryl Sinnerine, Jacksen F Tiago, dan Carlos De Melo. Mesin gol Persib, Sutiono Lamso, berhasil mencetak gol penentu pada menit ke-76 saat kedua tim berlaga di Stadion Senayan Jakarta yang dihadiri 90.000 penonton. Sistem dua wilayah ini sempat berakhir di tahun 2002. Namun, dengan alasan pembengkakan tim akibat dualisme PSSI, liga kembali digelar dengan fase reguler dan playoff.
Setelah menyelesaikan 20 pertandingan diambil delapan tim teratas. Semuanya lantas saling beradu untuk masuk ke babak final. Di Final musim kompetisi tahun 2014, Persib bertanding melawan Persipura Jayapura di Stadion Jakabaring, Sumatera Selatan. Partai ini berlangsung dramatis karena harus diselesaikan dengan adu penalti.
Di waktu normal, kedua tim imbang dengan skor 2-2. Saat penalti, Nelson Alom sebagai penendang Persipura gagal mencetak gol. Sementara semua penendang Persib mampu menjalankan tugasnya. Pada tahun 2023-2024, PSSI membagi kompetisi menjadi dua bagian, regular dan championship series.
Regular series adalah laga 18 tim dalam 34 pertandingan, Sementara championship akan mengadu empat tim teratas di babak semifinal dan final. Saat itu, tim yang lolos ke Championship series adalah Borneo Samarinda, Persib Bandung, Bali United dan Madura United. Di babak semifinal, Persib bertemu Bali United, sedangkan Madura United bertarung dengan Borneo Samarinda. Persib dan Madura United unggul lewat laga yang berlangsung dua kali itu.
Di final, formatnya masih seragam. Pertandingan pertama di Stadion Gelora Bandung Lautan Api Bandung, Persib unggul, 3-0. Dalam pertandingan penentuan di Madura, Persib tidak tidak terkalahkan. Maung Bandung menang dengan skor 3-1.
Pada tahun 2024-2025, format Championship Series resmi dihapus. Kompetisi kembali menggunakan format liga penuh seperti musim-musim sebelumnya sebelum format tersebut. Persib Bandung berhasil keluar sebagai juara setelah di akhir kompetisi menjadi pemuncak klasemen. Dengan menjadi juara dua tahun berturut-turut, Persib Bandung menyamai prestasi mereka 30 tahun sebelumnya yang menjadi Juara Perserikatan 1993-1994 dan Juara Liga Indonesia edisi perdana tahun 1994-1995.
Pada musim 2025-2026 saat digelar BRI Super League, Persib Bandung kembali menunjukkan keperkasaannya. Maung Bandung berhasil meraih mahkota juara untuk ketiga kali berturut-turut. Ini merupakan pencapaian tertinggi klub kebanggaan warga Bandung. Raihan Juara BRI Super League 2025-2026 ini dicapai hingga pertandingan terakhir.
Menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu , Persib Bandung hanya mampu bermain imbang. Dengan hasil ini Persib memuncaki klasemen akhir dengan nilai 79 poin dari 34 laga. Sementara itu pesaing terdekatnya Borneo FC di peringkat kedua dengan poin yang sama. Persib juara setelah unggul head to head.
Persib mengawali sejarah kejayaannya dengan menjuarai Kejurnas PSSI 1937 di Surakarta. Setelah puasa gelar selama 24 tahun, mereka kembali menjuarai Kejurnas PSSI 1961.
Setelah itu prestasi klub berjuluk Maung Bandung ini tidak menonjol. Dalam catatan arsip pemberitaan Kompas, pada musim kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1985/1985, Persib hanya meraihsetelah di final dikalahkan PSMS Medan dalam pertandingan bersejarah di Stadion Utama Senayan, Jakarta. Pertandingan ini mencatatkan rekor disaksikan sekitar 150 ribu penonton langsung yang hadir di stadion. Sistem pertiketan dan pengaturan penonton yang belum rapi saat itu memungkinkan jumlah penonton melebihi kapasitas normal stadion ini.
Setelah menanti selama dua puluh lima tahun kemudian, Persib kembali meraih gelar juara pada Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1986 dengan mengalahkan Perseman Manokwari 1-0 di final yang digelar di Stadion Utama Senayan, Jakarta. Keberhasilan Persib juara tak lepas dari dukungan suporter setia mereka. Pada pertandingan final yang digelar di Stadion Utama Senayan, Jakarta, ribuan pendukung Persib datang langsung dari Bandung dan berbagai daerah lain. Pada Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1989/1990, Persib kembali menunjukkan dominasinya dengan menjuarai kompetisi tersebut.
Persib berhasil mengalahkan Persebaya 2-0 di final yang berlangsung di Stadion Utama Senayan, Jakarta. Dalam pertandingan final yang berlangsung seru tersebut diwarnai kerusuhan dan bentrokan suporter. Terjadi saling lempar antarsuporter yang enyebabkan banyak penonton terluka. Gelar juara yang diraih dengan mengalahkan salah satu musuh bebuyutan mereka disambut gembira para pendukung Persib.
Sambutan meriah diglar saat tim Maung Bandung kembali ke Kota Kembang. Di sepanjang jalan, Bobotoh Persib memadati area yang dilalui rombongan. Gelar juara liga kelima Persib berhasil diraih pada Kompetisi Divisi Utama Perserikatan musim 1993/1994. Persib menaklukkan PSM Ujungpandang 2-0 di final yang berlangsung di Stadion Utama Senayan Jakarta pada 17 April 1994.
Di bawah asuhan pelatih legendaris, Indra Thohir, Persib kala itu menjadi juara Perserikatan 1993/1994. Pada 1994, terjadi merger kompetisi sepak bola di Indonesia yang sebelumnya dalam dua bentuk Perserikatan dan Galatama. Klub anggota Perserikatan yang dikelola pemerintah daerah disatukan dengan klub Galatama yang semiprofesional dan dikelola perusahaan atau swasta. Kompetisi dilebur menjadii Liga Indonesia dengan saat itu kompetisi dibagi menjadi dua bagian, Barat dan Timur.
Pemilihan tim berdasarkan geografis daerah. Pada babak utama empat besar, Persib lolos bersama Petrokimia Putra di bagian Barat. Di bagian Timur, ada Pupuk Kaltim dan Barito Putra. Dalam perjalanannya, Persib unggul atas pesaingnya.
Di babak semifinal, Persib menang atas Barito Putra, 1-0. Di Final, Persib yang juga diasuh Indra Thohir mempersembahkan kado juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra, 1-0. Petrokimia Putra saat itu diperkuat trio pemain asing legendaris mereka, Derryl Sinnerine, Jacksen F Tiago, dan Carlos De Melo. Mesin gol Persib, Sutiono Lamso, berhasil mencetak gol penentu pada menit ke-76 saat kedua tim berlaga di Stadion Senayan Jakarta yang dihadiri 90.000 penonton.
Sistem dua wilayah ini sempat berakhir di tahun 2002. Namun, dengan alasan pembengkakan tim akibat dualisme PSSI, liga kembali digelar dengan fase reguler dan playoff. Setelah menyelesaikan 20 pertandingan diambil delapan tim teratas. Semuanya lantas saling beradu untuk masuk ke babak final.
Di Final musim kompetisi tahun 2014, Persib bertanding melawan Persipura Jayapura di Stadion Jakabaring, Sumatera Selatan. Partai ini berlangsung dramatis karena harus diselesaikan dengan adu penalti. Di waktu normal, kedua tim imbang dengan skor 2-2. Saat penalti, Nelson Alom sebagai penendang Persipura gagal mencetak gol.
Sementara semua penendang Persib mampu menjalankan tugasnya. Pada tahun 2023-2024, PSSI membagi kompetisi menjadi dua bagian, regular dan championship series. Regular series adalah laga 18 tim dalam 34 pertandingan, Sementara championship akan mengadu empat tim teratas di babak semifinal dan final. Saat itu, tim yang lolos ke Championship series adalah Borneo Samarinda, Persib Bandung, Bali United dan Madura United.
Di babak semifinal, Persib bertemu Bali United, sedangkan Madura United bertarung dengan Borneo Samarinda. Persib dan Madura United unggul lewat laga yang berlangsung dua kali itu. Di final, formatnya masih seragam. Pertandingan pertama di Stadion Gelora Bandung Lautan Api Bandung, Persib unggul, 3-0.
Dalam pertandingan penentuan di Madura, Persib tidak tidak terkalahkan. Maung Bandung menang dengan skor 3-1. Pada tahun 2024-2025, format Championship Series resmi dihapus. Kompetisi kembali menggunakan format liga penuh seperti musim-musim sebelumnya sebelum format tersebut.
Persib Bandung berhasil keluar sebagai juara setelah di akhir kompetisi menjadi pemuncak klasemen. Dengan menjadi juara dua tahun berturut-turut, Persib Bandung menyamai prestasi mereka 30 tahun sebelumnya yang menjadi Juara Perserikatan 1993-1994 dan Juara Liga Indonesia edisi perdana tahun 1994-1995. Pada musim 2025-2026 saat digelar BRI Super League, Persib Bandung kembali menunjukkan keperkasaannya. Maung Bandung berhasil meraih mahkota juara untuk ketiga kali berturut-turut.
Ini merupakan pencapaian tertinggi klub kebanggaan warga Bandung. Raihan Juara BRI Super League 2025-2026 ini dicapai hingga pertandingan terakhir. Menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu , Persib Bandung hanya mampu bermain imbang. Dengan hasil ini Persib memuncaki klasemen akhir dengan nilai 79 poin dari 34 laga.
Sementara itu pesaing terdekatnya Borneo FC di peringkat kedua dengan poin yang sama. Persib juara setelah unggul head to head.
Persib Bandung Liga Indonesia Liga Super Indonesia Liga 1 Indonesia Persebaya Perseman PKM Barito Putra Alom
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Ketua Viking: Fokus Dukung Persib di GBLA, Jangan Turun ke Lapangan!Ketua Viking Persib Club mengeluarkan seruan penting jelang laga krusial Persib Bandung akhir pekan ini.
Read more »
Persib Bandung: Pemain Yang Memimpin Tim Ke Hattrick Juara Liga IndonesiaArtikel ini membahas tentang para pemain yang cukup berpengaruh hingga langkah Tim Persib Bandung menuju hattrick juara Liga Indonesia musim ini.
Read more »
Title Race Persib Bandung dan Borneo FC di Super League, John Herdman: Betapa Menariknya Liga IndonesiaPelatih timnas Indonesia John Herdman turut memantau Super League yang menyuguhkan balapan juara antara Persib Bandung dan Borneo FC.
Read more »
Pemain Persijap Jepara Rahmat Hidayat Siap Test Against Persib BandungPemain Persijap Jepara Rahmat Hidayat siap membuktikan dirinya saat menghadapi Persib Bandung. Pembuktian ini akan berlangsung saat melawan Persib Bandung dalam laga pekan ke-34 Super League 2025/2026. Jelang melawan Persib Bandung, Rahmat Hidayat yang memperkuat Persijap Jepara memiliki tekad tersendiri. Meskipun berasal dari Jawa Barat, identik dengan Persib, Rahmat menyebut dirinya akan tetap profesional melawan Persib Bandung.
Read more »



