Kemensos mengalihkan 11 juta peserta PBI JKN ke warga lebih berhak. Mensos tegaskan kebijakan ini bukan pengurangan, melainkan penertiban agar tepat sasaran.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat menjawab pertanyaan terkait penanganan korban terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, di Jakarta, Rabu . Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan sebanyak 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional dialihkan kepada warga lain yang dinilai lebih berhak.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari pemutakhiran data agar bantuan iuran kesehatan tepat sasaran, bukan bentuk pengurangan perlindungan negara. "Yang terjadi bukan negara mengurangi perlindungan, tetapi negara sedang menertibkan data agar bantuan iuran kesehatan benar-benar jatuh kepada yang berhak," kata Gus Ipul dalam siaran persnya yang dikutip pada Sabtu .Ia menjelaskan, peserta yang dialihkan umumnya sudah tidak memenuhi kriteria penerima bantuan seperti telah meninggal dunia, berstatus ASN, TNI/Polri, atau masuk kelompok masyarakat mampu berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional . Gus Ipul menegaskan, kebijakan ini bertujuan memperkuat keberpihakan negara kepada kelompok masyarakat miskin dan rentan, khususnya pada desil 1 hingga 5. "Negara harus selalu ada untuk yang paling membutuhkan. Kalau data yang keliru terus dipertahankan, justru masyarakat miskin yang benar-benar berhak bisa kehilangan akses," tuturnya. Lebih lanjut, ia juga meluruskan anggapan bahwa rapat DPR pada 9 Februari 2026 memutuskan agar seluruh 11 juta peserta tersebut diaktifkan kembali. Menurutnya, fokus kebijakan dalam masa transisi adalah memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bagi masyarakat yang membutuhkan. "Yang jelas, siapa pun yang sakit harus diterima dan bisa dirawat di rumah sakit. Jadi, substansinya adalah jaminan pelayanan kesehatan. Kepesertaan administratif boleh ditertibkan, tetapi pelayanan kepada warga yang membutuhkan harus tetap berjalan," tuturnya. Selain itu, Kemensos bersama BPJS Kesehatan juga membuka jalur reaktivasi langsung di fasilitas kesehatan untuk kondisi darurat, sehingga masyarakat tetap bisa memperoleh layanan tanpa hambatan administratif. Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini menekankan, inti kebijakan ini adalah memastikan subsidi negara tepat sasaran, dengan tetap menjamin pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan.Selat Hormuz Dibuka, 2 Kapal Pertamina yang Tertahan Siap Melintas Keluar #shortAnggota Komisi I DPR Sarankan UU Peradilan Militer Direvisi Buntut Kasus Andrie Yunus #short
Menteri Sosial 11 Juta Pbi Bpjs Peserta Bpjs Kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Bahlil Ungkap Kebutuhan LPG RI Naik Jadi 10 Juta Ton di 2027Kebutuhan LPG RI naik jadi 10 juta ton, sementara produksi hanya 1,6 juta ton
Read more »
Minim Talenta Keamanan Siber, Cyber Breaker 2026 Targetkan 1.000 Peserta untuk Perkuat Ekosistem DigitalCyber Breaker 2026 targetkan 1.000 talenta baru untuk atasi krisis SDM keamanan siber di Indonesia lewat kompetisi dan pelatihan Cyber-Gig
Read more »
Telunjuk Menag dan Mensos Penentu Ketua PBNULAMA saya tak membahas Nahdlatul Ulama (NU). Kebetulan cerita perang pun mulai agak adem. Siapa ketua organisasi Islam terbesar di
Read more »
Zoom gandeng World dalam verifikasi peserta rapat untuk cegah deepfakePlatform konferensi daring Zoom mengumumkan kerja sama dengan World, pengembang teknologi verifikasi identitas manusia milik CEO OpenAI Sam Altman, guna ...
Read more »
11.014 Nama Dicoret dari Daftar Penerima PKH-BPNT pada April 2026, Ini Penjelasan MensosMenteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa perubahan data penerima bansos merupakan hal yang wajar karena kondisi sosial masyarakat yang terus bergerak.
Read more »
Netizen Shock Harga Bensin Mendadak Naik, Dulu Rp1,4 Juta Kini Rp2,3 JutaPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Read more »
