The Indonesian rupiah, which has been weakening against the US dollar due to global market factors and economic uncertainty, reached its highest level in '17 years on Friday before posting a modest decline on Monday.
Nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat pada Minggu siang . Pelemahan ini kembali menempatkan mata uang Indonesia dalam tekanan, seiring meningkatnya permintaan dolar AS di pasar global serta ketidakpastian ekonomi yang belum mereda.
Pelemahan rupiah yang terus berlanjut membawa dampak berantai, mulai dari kenaikan harga barang impor, tekanan terhadap biaya produksi, hingga potensi lonjakan inflasi di dalam negeri. Akademisi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada , Rijadh Djatu Winardi, menyebut kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok. Hal tersebut dipicu oleh meningkatnya harga bahan baku impor dalam rupiah.
Mengutip laman resmi UGM pada Minggu , Rijadh menjelaskan bahwa ketergantungan perusahaan terhadap bahan baku impor membuat pelaku usaha pada akhirnya harus menyesuaikan harga jual dalam beberapa bulan ke depan. Dampak pelemahan rupiah tidak hanya terasa pada harga kebutuhan pokok. Kenaikan harga bahan bakar dan obat-obatan impor juga berpotensi mendorong biaya transportasi dan layanan kesehatan.
“Masyarakat akan mulai merasakan dampaknya dalam bentuk harga kebutuhan pokok yang meningkat, biaya transportasi yang naik, hingga harga produk kesehatan yang ikut terdampak,” ujar Rijadh. Ketergantungan pada impor turut meningkatkan beban subsidi energi saat nilai tukar melemah. Selain itu, nilai pembayaran pokok dan bunga utang luar negeri dalam rupiah ikut membesar, meskipun nilainya tetap dalam denominasi dolar AS. Kenaikan beban subsidi dan utang berpotensi membatasi ruang fiskal pemerintah.
Akibatnya, alokasi pembiayaan untuk sektor penting lain, seperti pendidikan dan pembangunan, bisa ikut terdampak. Kenaikan harga barang yang tidak diimbangi peningkatan pendapatan membuat daya beli masyarakat, terutama kelas menengah ke bawah, semakin tertekan. Banyak rumah tangga mulai mengurangi konsumsi atau beralih ke produk yang lebih terjangkau. Dampak pelemahan rupiah juga dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah .
Biaya produksi meningkat akibat bahan baku impor yang lebih mahal, sementara pelaku usaha dengan pinjaman dolar menghadapi beban cicilan yang membengkak.
Indonesian Rupiah USD Depreciation Global Market Factors Economic Uncertainty Pelempahan Rupiah Pelempahan Rupiah Berpotensi Mendorong Kenaika Demikian Dipicu Oleh Meningkatnya Harga Bahan Kenaikan Harga Bahan Bakar Dan Obat-Obatan Imp Kenaikan Harga Barang Yang Tidak Diimbangi Pen Ketetapan Pemerintah
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Walikota Semarang Sakinah Utamanya Dukungan penuh utk Finalis Indonesian Idol Celyna GracePencapaian Celyna Grace hingga menembus babak Grand Final Indonesian Idol musim ke-14 merupakan pencapaian membanggakan bagi seluruh warga kota Semarang. Oleh sebabnya, Walikota Semarang Agustina Wilujeng berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada gadis asal Panggung Lor, Kecamatan Semarang Utara yang bernama lengkap Gracelyn Jessica sebelum babak Grand Final pada Senin, 25 Mei 2026 mendatang.
Read more »
Indonesia's Leafy Secret: Daun Salam's Journey from Indonesian Kitchens to Global MarketsDaun salam, a humble ingredient in Indonesian cuisine, has been making its way into global markets, driven by its medicinal properties and growing demand for herbal products. Despite a decline in overall exports, Japan remains a consistent market, while Korea and Australia are also showing interest. However, challenges such as inconsistent quality and stringent standards pose a threat to the industry's growth.
Read more »
Rupiah Terpuruk ke Rp 17.518 per Dollar AS, Ekonom Prediksi Harga Barang Naik dalam 2-3 BulanPelemahan rupiah kembali tertekan hingga menyentuh level Rp 17.600 per dollar AS pada Jumat (15/5/2026). Kondisi ini dipicu kombinasi tekanan eksternal dan domestik yang membebani pasar keuangan. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) kembali melemah hingga menembus level psikologis Rp17.500 per dollar AS pada pertengahan Mei 2026. Pelemahan rupiah memiliki dampak langsung terhadap harga bahan baku impor, termasuk sektor energi seperti bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Menurut pakar ekonomi dan bisnis Universitas Hasanuddin, Makassar, Prof. Hamid Paddu, pelemahan rupiah memiliki dampak langsung terhadap harga BBM. Hamid menjelaskan, Indonesia masih berstatus sebagai net importir minyak sejak 2004, dengan kebutuhan BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar 650 ribu barel per hari. Impor tentu dibeli dengan nilai mata uang valuta asing, dalam hal ini dollar AS. Makanya, nilai tukar sangat mempengaruhi harga BBM. Selain sektor energi, barang-barang konsumsi yang bergantung pada bahan baku impor juga berpotensi mengalami tekanan harga jika tren pelemahan rupiah berlanjut. Penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan hal yang wajar dalam sistem pasar, karena mengikuti perubahan biaya produksi dan impor. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap mekanisme harga energi sekarang sudah semakin baik, sehingga perubahan harga BBM nonsubsidi relatif tidak menimbulkan gejolak. Bisakah terulang? Rupiah terpuruk ke Rp 17.518 per Dollar AS hari ini, ekonom prediksi harga barang naik dalam 2-3 bulan.
Read more »
Pelemahan Nilai Tunai Rupiah Masih berlanjutNilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menunjukkan tren pelemahan yang mengkhawatirkan. Setelah menembus level Rp 17.000 per dolar AS pada awal April lalu, rupiah semakin terdepresiasi hingga berulang kali menyentuh titik terendah sepanjang sejarah. Pada Jumat (15/5/2026) sore, mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperdagangkan di level Rp 17.598, melemah sekitar 0,4 persen dibandingkan hari sebelumnya. Bahkan, dalam sesi pembukaan, rupiah sempat menembus level Rp 17.604 per dolar AS.
Read more »
