Walaupun mayoritas kasus dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi gondongan dapat menyebabkan komplikasi yang berakibat fatal.
Data dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melaporkan sebanyak 157 anak usia SD terpapar gondongan.Dokter Spesialis Anak RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Dr. dr. Rr. Ratni Indrawanti , Sp.A, Subsp. IPT menuturkan infeksi ini disebabkan oleh virus bernama paramyxovirus.
Penderita akan merasakan gejala 16 hingga 18 hari lamanya. Pada 2–3 hari pertama, gejala yang mungkin timbul adalah demam, pusing, badan tidak nyaman, terkadang disertai batuk atau muntah. Gejala selanjutnya adalah pembesaran pada kelenjar ludah yang terasa sakit. "Pembesaran ini berlangsung 5–7 hari dan bisa terjadi di dua sisi leher. Setelahnya gondongan akan mengecil dengan sendirinya," kata Ratni seperti dikutip dari laman Walaupun mayoritas kasus dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi gondongan dapat menyebabkan komplikasi yang berakibat fatal.Gejala yang muncul antara lain demam, kejang, dan penurunan kesadaran. Komplikasi lainnya yang dapat terjadi adalah pneumonia dan pankreatitis atau peradangan pada pankreas. Penularan pada usia remaja atau dewasa dapat menyebabkan orchitis atau peradangan testis pada laki-laki dan ovaritis atau peradangan ovarium pada wanita. "Ibu hamil juga turut terancam komplikasi berat hingga berakibat pada keguguran, terutama jika terjangkit saat usia kehamilan kurang dari 12 minggu," ungkap dia. Penularan gondongan ini tergolong mudah. Sebagian besar melalui droplet atau cipratan liur yang keluar saat bersin, berteriak, atau batuk. Virus dalam droplet dapat tetap hidup selama beberapa jam sehingga memungkinkan terjadinya penularan tidak langsung. Penularan ini terjadi jika seseorang menyentuh droplet yang ada di permukaan benda, lalu menyentuh hidung atau mulut.Usaha preventif dapat dilakukan untuk mencegah penularan ini. Pertama, perilaku hidup bersih dan sehat perlu untuk ditegakkan agar virus segera mati dan tidak menyebar. Kedua, dapat pula dilakukan pemberian vaksin MMR. "Ini adalah vaksin kombinasi, bisa untuk mencegah tiga penyakit, jika pernah terjangkit gondongan dengan dibuktikan oleh tes antibodi, maka vaksinasi MMR boleh tidak diberikan," tandasnya.Israel Bakar Rumah Sakit Indonesia di GazaLuluskan Siswa Angkatan V, Rumah Batik TBIG Komitmen Lestarikan Budaya dan Lahirkan Wirausahawan Muda
Gondongan Universitas Gadjah Mada Perguruan Tinggi Penyakit Gondongan Gondongan Pada Anak Ratni Indrawanti Ind Bahaya Gondongan Pada Anak Bahaya Gondongan Pada Anak
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pakar Politik UGM Ungkap 3 Penyebab Banyaknya Calon Tunggal di Pilkada 2024Setidaknya ada 3 penyebab mengapa ada 38 daerah yang punya calon tunggal di Pilkada 2024. Ini kata pakar UGM.
Baca lebih lajut »
Indonesia Terus Diguncang Gempa Selama Bulan September, Pakar UGM Ungkap Hal IniIndonesia terus diguncang gempa selama bulan September ini. Apakah semua gempa tersebut berkaitan? Ini jawaban pakar UGM.
Baca lebih lajut »
Pakar Politik UGM Ingatkan Masyarakat Awasi Calon Tunggal Pilkada 2024Pakar Politik dari UGM Mada Sukmajati menyoroti maraknya calon tunggal di kontenstasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Baca lebih lajut »
BMKG Prediksi Kekeringan Tahun 2024 Lebih Panjang, Pakar UGM Sebut Pentingnya Mitigasi KekeringanBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa kekeringan akan terjadi lebih panjang pada tahun 2024 yang diperkirakan terjadi mulai Mei sampai Oktober sehingga penting mitigasi kekeringan.
Baca lebih lajut »
Pakar UGM Sebut Cawalkot Jogja Belum Perlihatkan Strategi Atasi SampahSelama beberapa tahun ini sampah menjadi salah satu persoalan serius di Kota Jogja.
Baca lebih lajut »
Pakar UGM Sebut Dinasti Politik di DPR RI Lemahkan Proses Demokrasi IndonesiaIsu “Dinasti Politik” makin terlihat pada keanggotaan parlemen terbaru. Komposisi anggota DPR-RI Periode 2024-2029 dapat melemahkan proses demokrasi Indonesia.
Baca lebih lajut »




