Zelensky Tolak Gencatan Senjata dengan Rusia, Akan Rebut Kembali Wilayah Ukraina TempoDunia
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan gencatan senjata dengan Rusia tanpa merebut kembali wilayah yang hilang hanya akan memperpanjang perang. Dalam wawancara dengan Wall Street Journal pada Jumat, Zelensky memperingatkan bahwa gencatan senjata hanya akan mendorong konflik yang lebih luas. Sebabnya Rusia memiliki waktu untuk mempertahankan wilayah Ukraina yang direbut sejak invasi pada Februari 2022.
' “Kebutuhan yang lebih mendesak adalah sistem pertahanan udara yang dapat mencegah Rusia menghujani rudal jarak jauh di kota-kota damai yang berjarak ratusan mil dari garis depan,” ujar Zelensky melanjutkan. Dia juga membahas ihwal kesepakatan yang ditandatangani dengan Rusia untuk membuka kembali ekspor biji-bijian. 'Konsesi diplomatik ke Moskow mungkin agak menstabilkan pasar, tetapi hanya akan memberikan jeda dan bumerang sementara di masa depan,' ujarnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Zelensky Tolak Gencatan Senjata hingga Seluruh Wilayah Ukraina yang Diduduki Rusia Direbut KembaliZelensky mengatakan gencatan senjata dengan Rusia tanpa merebut kembali wilayah yang hilang, hanya akan memperpanjang perang.
Baca lebih lajut »
Zelensky: Ukraina Bisa Hancur Leburkan Pasukan RusiaZelensky menambahkan intensitas serangan terhadap Rusia harus ditingkatkan.
Baca lebih lajut »
Update Perang Rusia Vs Ukraina: Zelensky Sebut Gencatan Senjata Sia-SiaPresiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan bahwa peperangan atau gencatan senjata tanpa pengembalian wilayah adalah sia-sia.
Baca lebih lajut »
Update Perang Rusia Vs Ukraina: Jalur Ekspor Gandum Ukraina Lewat Laut Hitam DibukaDi tengah perang Rusia dan Ukraina saat ini, kedua negara seppakat membuka koridor ekspor produk pertanian biji-bijian lewat Laut Hitam.
Baca lebih lajut »
Ukraina-Rusia Teken Perjanjian untuk Buka Kembali Keran Ekspor Gandum UkrainaDalam sebuah terobosan besar, Ukraina dan Rusia menandatangani sebuah perjanjian di Istanbul hari Jumat (22/7) untuk menyalurkan jutaan ton gandum Ukraina ke pasar global dan meringankan krisis pangan yang semakin parah bagi jutaan orang di negara-negara berkembang. “Anda telah mengatasi...
Baca lebih lajut »
Rusia Sebut AS Halangi Ukraina Lakukan Negosiasi: Tujuan Mereka Hanya Kekalahan RusiaRusia mengungkapkan Amerika Serikat (AS) telah menghalangi Ukraina untuk melakukan negosiasi dengan mereka.
Baca lebih lajut »