Wali kota perempuan pertama di sebuah kota Afghanistan mengatakan dia hanya menunggu Taliban datang dan membunuhnya setelah gerilyawan Islam menguasai kembali negara itu. TempoVideo
Wali kota perempuan pertama di sebuah kota Afghanistan mengatakan dia hanya menunggu Taliban datang dan membunuhnya setelah gerilyawan Islam menguasai kembali negara itu.
Zarifa Ghafari, 27, yang memimpin kota Maidan Sharh di Afghanistan tengah, mengatakan bahwa dia tidak mencoba melarikan diri dari negara itu karena dia tidak punya tempat untuk pergi. Ghafari, yang menjadi walikota termuda di negara itu ketika dia terpilih pada tahun 2018, telah mengungkapkan hanya tiga minggu yang lalu dia optimistis tentang masa depan negaranya.
Zarifa Ghafari telah selamat dari beberapa upaya dalam hidupnya oleh Taliban sejak dia menjadi terkenal.Ribuan warga Afghanistan telah berusaha melarikan diri setelah Taliban mengambil alih kendali setelah serangan gencar selama seminggu di seluruh negeri.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Abdul Ghani Baradar, Pemimpin Taliban dan Calon Kuat Presiden AfganistanKelompok militan Taliban berhasil menguasai ibu kota Kabul dan istana kepresidenan Afganistan pada Ahad kemarin. Hal ini membuat Presiden Ashraf Ghani melarikan diri menuju Tajikistan. TempoDunia
Baca lebih lajut »
Taliban sebut 'momen membanggakan, kami usir orang asing' - BBC News IndonesiaJuru bicara Taliban dalam jumpa pers pertama sejak menguasai ibu kota Afghanistan mengatakan langkah mereka merupakan 'momen yang membanggakan bagi bangsa,' dan mereka berjanji tak ada diskriminasi bagi perempuan.
Baca lebih lajut »
Taliban Janji Akan Menghormati Hak Perempuan AfganistanJuru bicara Taliban mengatakan Taliban yang sekarang berbeda dengan Taliban 20 tahun lalu dan berjanji menghormati hak perempuan Afganistan. TempoDunia
Baca lebih lajut »
Pernah Bertugas di Afganistan, Pangeran Harry Buka Suara Soal TalibanPangeran Harry, yang pernah menjalani tugas militer di Afganistan, buka suara soal kekuasaan Taliban saat ini
Baca lebih lajut »
Inggris Kirim 600 Tentara ke Afganistan untuk Selamatkan WarganyaSetelah Ibukota Afganistan dikuasai Taliban, Inggris mengirimkan 600 tentaranya ke Kabul untuk evakuasi warganya
Baca lebih lajut »