YLKI desak diadakan audit harga tes swab PCR agar hal ini lebih transparan dan akuntabel sehingga, bisa diketahui berapa struktur harga tes PCR yang sesungguhnya.
PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan agar biaya tes swab PCR diturunkan menjadi Rp450 - Rp550 ribu. Hal tersebut juga direspon oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia .
Lebih lanjut, Tulus mengatakan perlu adanya catatan terkait permasalahan harga tes PCR. Pertama, perlu diadakan audit harga tes swab PCR agar hal ini lebih transparan dan akuntabel. "Dengan audit tersebut, bisa diketahui berapa struktur harga tes PCR yang sesunggugnya," terangnya. "Misalnya, adakah dugaan kartel harga? oleh karena itu, musti ada investigasi oleh KPPU untuk membuktikannya," lanjut Tulus
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Legislator Sarankan Pemerintah Kaji Ulang Harga Tes PCRPemerintah diminta untuk mengkaji ulang harga tes polymerase chain reaction (PCR) yang dikeluhkan masyarakat.
Baca lebih lajut »
Jokowi Minta Harga Tes PCR Maksimal Rp 550 Ribu, Ini Kata Eks Direktur WHOTjandra Yoga Aditama, menilai rencana pemerintah untuk menurunkan harga tes PCR menjadi Rp 450-550 ribu, akan memudahkan masyarakat untuk mengaksesnya
Baca lebih lajut »
Jokowi Minta Harga Tes PCR Turun Jadi Rp450 Ribu hingga Rp550 RibuPresiden Joko Widodo meminta Menteri Kesehatan RI untuk menurunkan harga tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Indonesia.
Baca lebih lajut »
Presiden minta harga tes usap PCR maksimal Rp550 ribuPresiden minta harga tes usap PCR maksimal Rp550 ribu. Spanduk bertuliskan harga tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR) terpasang di sebuah lokasi penyedia layanan tes ...
Baca lebih lajut »
Jokowi Minta Tarif PCR Rp 450 Ribu, Susi: 2,4 Kali Harga India Saja BapakSusi mengusulkan agar hasil PCR bisa keluar maksimal 2,4 jam saja. TempoBisnis
Baca lebih lajut »
Presiden Jokowi Minta Harga Tes PCR Jadi Rp 450.000-Rp 550.000”Saya minta agar biaya tes PCR berada di kisaran Rp 450.000 sampai Rp 550.000,” ujar Presiden Joko Widodo. Kesehatan AdadiKompas
Baca lebih lajut »