WHO menggelar penyelidikan pada obat batuk di Indonesia, Gambia, dan Uzbekistan. Telah memakan korban. Simak selengkapnya!
"WHO juga menyelidiki apakah perusahaan memperolehnya bahan itu dari pemasok yang sama," ujar sumber itu dikutip Selasa, .
"Pakar WHO sedang mengevaluasi bukti apakah, atau kapan, produk semacam itu secara medis diperlukan untuk anak-anak."
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Cegah Korban Obat Batuk Sirop, WHO Serukan Tindakan Bersama dan SegeraPada 2022, lebih dari 300 anak, sebagian besar balita, di Gambia, Indonesia dan Uzbekistan meninggal akibat gangguan ginjal akut, yang terkait obat batuk sirop.
Baca lebih lajut »
WHO serukan tindakan segera usai kematian anak akibat obat batuk sirupOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan tindakan "bersama dan segera" untuk melindungi anak-anak dari kontaminasi obat, menyusul kasus kematian ...
Baca lebih lajut »
WHO: 300 Lebih Anak di Indonesia, Gambia, dan Uzbekistan Meninggal terkait Obat Batuk SirupPada 2022, lebih dari 300 anak di Gambia, Indonesia, dan Uzbekistan meninggal karena gagal ginjal akut. WHO sebut empat negara lain berpotensi begitu.
Baca lebih lajut »
WHO Selidiki Kaitan Sirop Obat Batuk dengan Kematian Ratusan Anak akibat Gagal GinjalOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang melakukan investigasi mengenai keterkaitan antara sirop obat batuk yang terkontaminasi dengan kematian yang menelan korban lebih dari 300 anak di tiga negara, ujar seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters. Mengutip “tingkat yang...
Baca lebih lajut »
WHO: Lebih dari 300 Anak di Indonesia, Gambia, dan Uzbekistan Meninggal Terkait Obat Batuk SirupPada 2022, lebih dari 300 anak di Gambia, Indonesia, dan Uzbekistan meninggal karena gagal ginjal akut. WHO sebut empat negara lain berpotensi begitu.
Baca lebih lajut »
WHO Selidiki Keterkaitan Sirup Obat Batuk Dengan Kematian Anak di Tiga Negara |Republika OnlineKematian anak akibat gagal ginjal akut dimulai pada Juli 2022 di Gambia.
Baca lebih lajut »