WHO: Tes Keperawanan tidak Ilmiah dan Melanggar HAM

Indonesia Berita Berita

WHO: Tes Keperawanan tidak Ilmiah dan Melanggar HAM
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 tempodotco
  • ⏱ Reading Time:
  • 25 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 13%
  • Publisher: 63%

WHO menyebut bahwa tes keperawanan tidak memiliki dasar ilmiah dan dan melanggar hak asasi manusia bagi perempuan. TempoNasional

TEMPO.CO, Jakarta - Mulai tahun ini, tes keperawanan terhadap calon personel wanita Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat resmi dihapuskan. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa.Menurut pemberitaan Tempo.co, penghapusan tes keperawanan bertujuan untuk menghindari insiden yang menghilangkan nyawa. Selain itu, alasannya lainnya yakni untuk menghindari penyakit serta infeksi serius yang kemudian menyebabkan kegagalan organ saat latihan.

'Lebih lanjut, praktik tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia serta terkait dengan konsekuensi langsung dan jangka panjang yang merugikan kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial korbannya,” kata WHO.Menurut WHO, tes keperawanan berakar pada sistem diskriminasi terhadap perempuan. Tes tersebut semakin memperkuat ketidaksetaraan perempuan, menetapkan standard stereotip moral yang keliru terhadap perempuan, dan berfungsi untuk melakukan kontrol atas perempuan.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

tempodotco /  🏆 12. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

TNI AD Tak Lagi Berlakukan Tes Keperawanan Bagi Calon KowadTNI AD Tak Lagi Berlakukan Tes Keperawanan Bagi Calon KowadKepala Staf TNI AD menyatakan tak lagi memberlakukan tes keperawanan bagi calon Kowad untuk memperbaiki proses rekrutmen.
Baca lebih lajut »

Didukung, Gagasan Kasad Hentikan Tes Keperawanan untuk Rekrutmen Calon Prajurit PerempuanDidukung, Gagasan Kasad Hentikan Tes Keperawanan untuk Rekrutmen Calon Prajurit PerempuanPKB mendukung penghentian tes keperawanan untuk rekrutmen calon prajurit perempuan.
Baca lebih lajut »

Komnas Perempuan Sambut Baik Penghapusan 'Tes Keperawanan' di TNI ADKomnas Perempuan Sambut Baik Penghapusan 'Tes Keperawanan' di TNI ADKomnas Perempuan mengapresiasi kebijakan TNI Angkatan Darat yang akan menghapus 'tes keperawanan' terhadap calon prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD), yang sudah puluhan tahun menjadi kontroversi.
Baca lebih lajut »

Dikaitkan dengan 'Tes Keperawanan' TNI AD, Apa Itu Selaput Dara alias Hymen?Dikaitkan dengan 'Tes Keperawanan' TNI AD, Apa Itu Selaput Dara alias Hymen?KSAD Jenderal Andika Perkasa menjelaskan 'tes keperawanan' tidak lagi dilakukan TNI AD. Tes ini semula dilakukan dengan memeriksa hymen atau selaput dara.
Baca lebih lajut »

Wagub DKI: Tidak Ada Pemborosan dalam Pengadaan Alat Tes Cepat Covid-19Wagub DKI: Tidak Ada Pemborosan dalam Pengadaan Alat Tes Cepat Covid-19BPK menemukan pemborosan keuangan daerah dalam pengadaan alat tes cepat Covid-19 dan merekomendasikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta agar lebih cermat. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan tidak ada pemborosan Metropolitan AdadiKompas
Baca lebih lajut »

Gandeng SiCepat Ekspres, Citilink Gratiskan Tes PCR untuk Penumpang,Gandeng SiCepat Ekspres, Citilink Gratiskan Tes PCR untuk Penumpang,Citilink dan SiCepat Ekspres memberikan layanan gratis tes PCR atau antigen untuk penerbangan periode 13 Agustus sampai 30 September 2021. Citilink
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 16:07:57