Berkurangnya suplai darah ini sebagai efek pandemi Covid-19 di semua regional.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi Kesehatan Dunia bertepatan dengan peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2020 menyebut suplai darah berkurang sekitar 20 hingga 30 persen. Baca Juga Ketua Tim untuk Darah dan Produk Asal Manusia lainnya Kantor Pusat Organisasi Kesehatan Dunia Yuyun Maryuningsih mengatakan kondisi suplai darah yang berkurang tersebut memang tidak sampai menimbulkan dampak.
Kendati demikian, kebijakan tersebut ada berbeda-beda di setiap negara. Begitu pula soal usia minimal pendonor yang ditetapkan 18-65 tahun, tetapi ada negara yang memiliki kebijakan membolehkan pendonor usia 16-17 tahun dengan seizin orang tua. Seperti diketahui, transmisi SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 berasal dari tetesan kecil saat seseorang yang terjangkit penyakit tersebut bersin atau batuk. Jadi sangat penting untuk pusat transfusi darah selalu membersihkan atau menyemprotkan disinfektan semua ruangan dan area lainnya dalam gedung yang menjadi pusat donor darah.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pasien Positif Covid-19 di RSD Wisma Atlet Berkurang 6 Orang |Republika OnlineJumlah pasien yang menjalani rawat inap di RSD Wisma Atlet berjumlah 576 orang
Baca lebih lajut »
Pandemi Covid-19, Wagub DKI: Jangan Takut Donorkan Darah |Republika OnlineSelama PSBB, terjadi penurunan jumlah pedonor dengan hanya 200 orang per hari.
Baca lebih lajut »
Golongan Darah Donor-Penerima Plasma Konvalesen Harus Sama |Republika OnlinePlasma konvalesen dari penyintas diharapkan dapat bantu kesembuhan pasien Covid-19.
Baca lebih lajut »
Positif Covid-19 yang Sembuh di DIY Capai 78 Persen |Republika OnlineSehingga, total kasus yang sudah dinyatakan sembuh mencapai 210 kasus dari 269 kasus.
Baca lebih lajut »
67 Persen Masjid di Tanah Datar Terapkan Protokol Covid-19 |Republika OnlineSudah 323 masjid kembali dibuka untuk beribadah.
Baca lebih lajut »