Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebut Orang Tanpa Gejala (OTG) tidak mendorong penyebaran COVID-19, Senin.
“Dari data yang kami miliki, tampaknya masih jarang bahwa orang yang asimptomatik benar-benar menularkan ke individu sekunder,” kata Maria Van Kerkhove, kepala unit penyakit dan zoonosis WHO di Jenewa, seperti dilaporkan CNBC mengutip New York Post.Pejabat kesehatan memperingatkan sejak awal bahwa OTG dapat memicu penyebaran secara sembunyi-sembunyi. Namun, Van Kerkhove mengatakan bahwa penyebaran asimptomatik dapat terjadi tapi itu bukan cara utama virus ditularkan.
"Mereka mengikuti kasus tanpa gejala, mengikuti kontak, dan mereka tidak menemukan transmisi sekunder. Ini sangat jarang.”
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Hampir 80 Persen Kasus Covid-19 Tak Bergejala, Ini Fakta soal OTGAchmad Yurianto menyebut bahwa hampir 80 persen kasus positif Covid-19 yang ditemukan sejauh ini berasal dari orang yang tidak memiliki gejala sama sekali | Tren
Baca lebih lajut »
847 Kasus Positif COVID-19 per 8 Juni 2020 Tersebar di 19 Provinsi IniBerikut kasus positif COVID-19 di 19 provinsi yang bertambah pada 8 Juni 2020.
Baca lebih lajut »
Menko PMK Sebut Pemetaan Kasus Positif Covid-19 Sangat Penting\nHal tersebut dilakukan untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran Covid-19 di lokasi tersebut.
Baca lebih lajut »
Dokter AS Sebut Keparahan Pasien COVID-19 Tampak Menurun Belakangan IniVirusnya mungkin berubah, beberapa pola menunjukkan potensi berkurang, katanya
Baca lebih lajut »
Covid-19: 'Lockdown' di Eropa selamatkan jutaan nyawa, sebut kajian ilmiahKebijakan karantina wilayah alias 'lockdown' yang diterapkan berbagai negara di Eropa menyelamatkan setidaknya tiga juta nyawa dari virus corona, sebut sebuah kajian ilmiah.
Baca lebih lajut »