WHO menghindari kesalahpahaman dan stigma negara pertama kali varian terdeteksi
REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan akan menamakan varian Covid-19 dengan alfabet Yunani. Langkah itu dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman dan stigma negara pertama kali varian tersebut terdeteksi.
Baca Juga "Hasilnya masyarakat kerap menyebut varian dengan nama tempat di mana varian tersebut terdeteksi, yang mana menanamkan stigma dan diskriminasi," tambah WHO. "Label-label ini tidak mengganti nama ilmiah yang sudah ada, yang memberikan informasi ilmiah penting dan akan terus digunakan dalam penelitian," cicit pemimpin teknis WHO Maria Van Kerkhove.
Kelompok anti-ekstremis AS mengatakan angka serangan dan kejahatan kebencian terhadap masyarakat Asia-Amerika meledak sejak awal pandemi. Mereka menilai hal itu disebabkan mantan Presiden Donald Trump yang berulang kali menyebut Covid-19 sebagai 'virus China'.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
WHO Ubah Penyebutan Empat Varian Virus Corona COVID-19 dengan Alfabet YunaniWHO menilai bahwa penyebutan varian COVID-19 berdasarkan lokasi ditemukan memunculkan stigma dan diskriminasi.
Baca lebih lajut »
WHO Ganti Nama Varian Covid-19 dengan Huruf Alfabet YunaniMenurut WHO, saat ini orang sering menggunakan sebutan varian berdasarkan tempat di mana virus terdeteksi, yang menstigmatisasi dan diskriminatif.
Baca lebih lajut »
Revisi Catatan, Kematian Covid di Peru Kini Tertinggi SeduniaPeru saat ini menjadi negara dengan kematian per kapita Covid-19 tertinggi di dunia.
Baca lebih lajut »
Fakta-Fakta Temuan Covid-19 Varian Campuran di Vietnam |Republika OnlineVarian-varian baru ini dapat merepliaksi diri dengan sangat cepat.
Baca lebih lajut »
WHO Ganti Nama Varian Covid-19 dengan Huruf YunaniKelompok antiekstremisme AS mengatakan jumlah serangan dan kejahatan rasial terhadap warga Asia-Amerika telah meledak sejak awal krisis.
Baca lebih lajut »