Perselisihan politik mengganggu penyusunan bersama penyebab awal pandemi Covid-19.
REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Organisasi Kesehatan Dunia pada Kamis mengatakan, penyelidikan terbarunya tentang asal-usul Covid-19 tidak dapat disimpulkan, karena data dari China hilang. Ini menjadi pukulan bagi upaya WHO untuk menentukan bagaimana pandemi bermula.
Baca Juga Hilangnya data ini akan menambah keraguan tentang kemungkinan untuk menentukan bagaimana dan di mana virus itu muncul. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengirim surat kepada kepada pemerintah China sebanyak dua kali pada Februari tahun ini, untuk mencari informasi lebih lanjut.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ketua Satgas IDI Sebut Indonesia Sudah di Fase Endemi Covid-19'Hal itu karena positivity rate-nya stabil di bawah 3%. Keterisian tempat tidur rumah sakit dan angka kematian juga rendah sekali.'
Baca lebih lajut »
Kota Tangerang Sumbang Kasus PMK Terbanyak di Banten, Walkot: Penyebaran Seperti Covid-19Upaya pengendalian dan pencegahan PMK dari Pemkot Tangerang dengan menerjunkan tim untuk memeriksa hewan ke 60 peternakan.
Baca lebih lajut »
Menlu Jerman Terinfeksi Covid-19, Perjalanan DipersingkatMenlu Jerman Annalena Baerbock mempersingkat perjalanan ke luar negeri setelah dites positif terkena Covid-19 di Pakistan
Baca lebih lajut »
Pakar: Indonesia Sudah Masuk Fase Endemi Covid-19 |Republika OnlineProf Zubairi yakin karena 'positivity rate' Covid-19 Indonesia di bawah tiga persen.
Baca lebih lajut »
Setelah Hiatus Selama 2 Tahun Akibat COVID-19, Kini Pesta Ziarah Rocío Spanyol Kembali DigelarBanyak kegiatan atau perayaan tahunan dari berbagai negara di dunia yang tidak digelar selama dua tahun terakhir akibat pandemi COVID-19, termasuk di antaranya adalah pesta ziarah Rocío Spanyol.
Baca lebih lajut »
Buron Asal Jepang Ditangkap di Indonesia, Kasus Penyelewangan Dana Covid-19 - Pikiran-Rakyat.comMitsuhiro Taniguchi menyelewengkan dana bantuan Covid-19 senilai Rp104 miliar. Dia ditangkap oleh petugas imigrasi di Lampung.
Baca lebih lajut »