Ada beberapa kabar hoaks mengenai penularan virus corona Covid-19 ini. Berikut rangkumannya.
Liputan6.com, Jakarta - 19 juta lebih penduduk dunia dilaporkan terinfeksi virus corona Covid-19 per Jumat 7 Agustus 2020. Informasi ini dilansir dari situs Johns Hopkins University. Sejak pertama kali ditemukan pada akhir 2019 lalu di Wuhan, China, virus ini memiliki tingkat penyebaran cukup cepat.
Yurianto juga berharap masyarakat sadar bahwa virus Corona Covid-19 sangat mudah tertular lewat droplet atau cairan yang dihasilkan dari bersin, batuk, dan berbicara. Salah satu informasi yang berkembang di masyarakat baru-baru ini virus corona bisa menyebar lewat tatapan mata. Anggapan tersebut muncul usai seorang pakar mengatakan bahwa virus tersebut bisa menginfeksi lewat mata.
"Kalau kita kucek-kucek mata saat tangannya kotor, terkontaminasi, bisa menular juga ke orang lain. Jadi bukan tatapannya," kata Endang. United States Department of Agriculture , dan para ahli medis mengatakan tidak ada bukti virus corona disebarkan melalui makanan. Menurut spesialis penyakit menular Yale Medicine, Jaimie Meyer, sampai saat ini tidak ada bukti penularan virus corona melalui makanan.Dokter emergency dan Direktur Global Health for Northwell Health Dr. Eric Cioe-Pena juga mengatakan hal serupa."Penularannya melalui epitel pernapasan di hidung, mulut, dan mata Anda. Ini tidak mungkin ditularkan lewat makanan.
Pendapat ngawur ini juga dibagikan di YouTube dan Facebook, termasuk dari orang-orangyang anti dengan 5G.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jubir satgas COVID-19: Ada 208 kandidat vaksin COVID-19Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan hingga saat ini ada 208 kandidat vaksin COVID-19 di berbagai tahapan yang sedang dikembangkan oleh berbagai negara. Vaksin COVID19
Baca lebih lajut »
Hoaks dan Infodemik Covid-19, Tantangan Ilmuwan Indonesia Sikapi Konstruksi Anti-SainsHoaks dan infodemik Covid-19 tumbuh subur sejak pandemi virus corona. Ini tantangan bagi ilmuwan Indonesia untuk menyikapi konstruksi anti-sains.
Baca lebih lajut »
Menkominfo Sebut Isu Hoaks Covid-19 Jumlahnya Capai 1.016'Saat Covid ini ada 1.016 isu hoaks Covid yang tersebar di 1.912 platform digital,' ujar Menkominfo.
Baca lebih lajut »
Berantas Hoaks tentang COVID-19 dengan Sains dan Sikap IlmiahProfesor Herawati Sudoyo, PhD ilmuwan di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menanggapi simpang siur berita bohong terkait pandemi COVID-19.
Baca lebih lajut »
Doni Monardo: Pubik Figur Jangan Sebar Hoaks Obat COVID-19Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo mengingatkan publik figur di Indonesia tidak menyebarkan informasi terkait...
Baca lebih lajut »
Pedagang Pasar Mayestik Meninggal karena Covid-19 |em|Hoaks|/em| |Republika OnlineLokasi pedagang yang meninggal bukan di lantai dasar tapi lantai semi basement.
Baca lebih lajut »