Wasekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, akhirnya buka suara tentang apa yang terjadi antara Anies, AHY, dan Cak Imin.
dalam bentuk surat tulisan tangan juga, pada tanggal 25 Agustus 2023. Mengatakan iya dst.. Saya sudah lihat langsung suratnya,” tulis Jansen, dikutip Namun jawaban tersebut, kata dia, memang tidak dipublikasikan lantaran menunggu waktu yang tepat. Selain itu, surat lamaran 25 Agustus itu sejatinya juga bukan pertama kali disampaikan Anies Baswean.jauh sebelum tanggal tersebut. Bahkan, Anies sempat menyebut lamarannya dengan kalimat “Mari kita ‘menjemput takdir’ bersama”.
“Jadi secara lisan dan tertulis, Mas Anies sebenarnya sudah berkali-kali menyampaikan/memutuskan memilih Mas jadi wakilnya. Dari penyampaian lisan 14 Juni 2023 sampai tertulis 25 Agustus 2023 . Yang kemudian beliau khianati sendiri,” terangnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
VIDEO: Demokrat: Belum Jadi Presiden Sudah Tinggalkan Kawan LamaSekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Malarangeng, menegaskan, Partai Demokrat kecewa dengan tindakan Anies Baswedan...
Baca lebih lajut »
NasDem Pilih Anies Baswedan Duet dengan Cak Imin, Wasekjen Demokrat: Selamat Berjuang Mas AniesDiakuinya, selama berada di Koalisi Perubahan banyak godaan yang datang ke Demokrat. Namun, ia mengklaim partai berlambang bintang mercy ini memilih menolak.
Baca lebih lajut »
Merasa Dikhianati, Demokrat Akan Copot Baliho Anies BaswedanAnggota Majelis Tinggi Demokrat Syarief Hasan menyebut Demokrat akan mencopot baliho-baliho Anies yang dipasang Demokrat.
Baca lebih lajut »
Partai Demokrat Dikhianati, SBY ke Kader: Ini Bukan KiamatKetua majelis Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara perihal prahara yang mengguncang Partai Demokrat.
Baca lebih lajut »
Demokrat Tuduh Anies Baswedan Lebih Patuh Pada Surya Paloh: Kami Terhina!Partai Demokrat menyebut putusan calon presiden Anies Baswedan memilih Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar sebagai pendamping dilakukan secara sepihak, tanpa melibatkan Partai Demokrat dan dan Partai Keadilan Sejahtera.
Baca lebih lajut »