Akibat mengunggah lelucon Gus Dur soal polisi jujur, warganet di Maluku Utara dipanggil kepolisian setempat. Namun, Kompolnas menilai tindakan warganet itu bisa menjadi kritik membangun.
KOMISI Kepolisian Nasional menanggapi kabar warganet dari Kepulauan Sula, Maluku Utara, bernama Ismail Ahmad, yang dipanggil polres setempat.
Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti, menilai belah pihak hanya membutuhkan komunikasi. Dalam hal ini, agar tidak salah paham mengartikan maksud dari lelucon Gusdur yang ditulis Ismail.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Netizen Dibawa ke Markas Polisi Gara-gara Unggah Lelucon Gus DurSeorang warganet dari Kepulauan Sula, Maluku Utara, bernama Ismail Ahmad dipanggil Kepolisian Resor karena mengunggah lelucon Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur soal polisi di laman Facebook.
Baca lebih lajut »
Pria Diperiksa Usai Kutip Gus Dur soal Polisi JujurSeorang pria dipanggil polisi karena status mengutip Gus Dur: 'Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: Patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng'.
Baca lebih lajut »
Pria Posting Lelucon Gus Dur '3 Polisi Jujur' Berujung Diklarifikasi PolisiIsu 'penangkapan' seorang pria yang memposting lelucon 3 polisi jujur di Maluku Utara jadi perbincangan di media sosial. Polres Kepulauan Sula, Maluku Utara, meluruskan isu itu, tak ada penangkapan. Viral GusDur
Baca lebih lajut »
Gus Muwafiq Ungkap Istilah Islam yang Masuk PancasilaSejumlah istilah dalam Islam terakomodasi dalam Pancasila, menandakan adanya pengaruh budaya Islam yang kuat dalam proses...
Baca lebih lajut »
Gus Muwafiq Sebut Pancasila Mampu Satukan Ribuan BangsaUlama kondang, KH Ahmad Muwafiq menyatakan Islam sudah menerima Pancasila sebagai ideologi bangsa karena kaidah yang terkandung...
Baca lebih lajut »
Netizen Dibawa ke Markas Polisi Gara-gara Unggah Lelucon Gus DurSeorang warganet dari Kepulauan Sula, Maluku Utara, bernama Ismail Ahmad dipanggil Kepolisian Resor karena mengunggah lelucon Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur soal polisi di laman Facebook.
Baca lebih lajut »