Warganet berharap agar Kemenkeu serius dalam menangani kasus anak DJP Jaksel yang terlibat kasus penganiayaan.
Bagikan A- A+ Bisnis.com, SOLO - Warganet meminta agar Kemenkeu serius dalam menangani kasus anak pejabat DJP yang terlibat kasus penganiayaan.
Selain memberikan komentar itu, Yustinus Prastowo juga merilis sikap Kementerian Keuangan terkait tindak kekerasan yg dilakukan oleh anak pegawai Ditjen Pajak. Cuitan ini senada dengan unggahan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang juga megecam gaya hidup mewah yang dilakukan oleh keluarga jajaran Kemenkeu
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kemenkeu Dalami Kasus Anak DJP Jaksel yang Diduga Terlibat PenganiayaanStafsus Menkeu Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo memberikan tanggapan mengenai kasus viral dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh anak staf DJP.
Baca lebih lajut »
Kemenkeu Akan Periksa Pejabat DJP Jaksel Terkait Kasus Penganiayaan dan Rubicon |Republika OnlineMobil Rubicon yang dikendarai tersangka tak tercatat di LHKPN sang ayah.
Baca lebih lajut »
Mario Dandy Satriyo yang Diduga Anak Pejabat DJP Jaksel Jadi Tersangka Penganiayaan | merdeka.comDandy dalam kasus ini telah sangkakan dengan Pasal 351 KUHP atas tindakan penganiayaan yang mengakibatkan luka memar biru dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan.
Baca lebih lajut »
Sudah Ditangkap, Anak Pejabat DJP Jaksel Dijerat Pasal PenganiayaanPolres Metro Jakarta Selatan mengonfirmasi pelaku penganiayaan yang juga anak pejabat Kannwil DJP Jakse II telah ditangkap dan berstatus tersangka.
Baca lebih lajut »
Anak Pejabat DJP Jaksel Jadi Tersangka Penganiayaan, Segini Gaji Bapaknya!Viral anak pejabat pajak yang jadi tersangka penganiayaan, ternyata segini gaji bapaknya.
Baca lebih lajut »
Rubicon Viral di Media Sosial, Warganet Sorot Kelakuan Anak Pejabat KemenkeuRubicon ramai dibicarakan di media sosial usai kasus penganiayaan anak salah satu pengurus GP Ansor yang diduga dilakukan oleh anak dari pejabat Kemenkeu.
Baca lebih lajut »