Isu penculikan anak marak beredar di berbagai media sosial (medsos) dan aplikasi percakapan hingga menimbulkan keresahan warga.
dan aplikasi percakapan hingga menimbulkan keresahan warga. Kabar itu juga sampai ke pelosok-pelosok Wonogiri hingga membuat para orang tua menjadi tidak tenang.
Meski lokasi rumah Asih di Kampung Tuwon, yang notabene jauh dari perkotaan dan hampir terisolasi, dia tetap tidak aman. Sebab kabar itu santer terdengar di grup-grup media sosial. Keterangan yang dia dapat dari suami yang berdinas di Polres Wonogiri, kabar aksi penculikan itu merupakan berita bohong atau hoaks belaka.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kapolres Sragen Imbau Warga Tak Perlu Resah Terkait Isu Penculikan AnakKapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, mengimbau kepada masyarakat Sragen tidak perlu takut atau resah dengan merebaknya isu penculikan anak tetapi tetap meningkatkan kewaspadanaan.
Baca lebih lajut »
Warga Citaman Resah Tol Japek 'Usik' Makam Leluhur MerekaWarga Kampung Citaman, Pangkalan, Karawang resah. Pasalnya, proyek Tol Japek II 'mengusik' makam leluhur mereka. Simak ulasannya di sini. Via detik_jabar
Baca lebih lajut »
Marak Isu Penculikan Anak Sekolah, Warga Mengadu ke Gibran Melalui ULASUnit Layanan Aduan Surakarta (ULAS) Pemkot Solo menerima dua aduan tentang kabar penculikan anak yang marak di sejumlah daerah, dan warga meminta
Baca lebih lajut »
Isu Penculikan Anak, Polda Jateng Minta Warga Jangan Panik Namun Tetap WaspadaPolda Jawa Tengah (Jateng) meminta warganya waspada terhadap isu penculikan anak yang saat ini marak diberitakan di media sosial.
Baca lebih lajut »
Tren Viral 'Body Count' di TikTok Bikin Resah, Begini Risikonya Bagi Organ SeksIstilah 'body count' tengah viral di media sosial dan digunakan untuk membicarakan mengenai pasangan seksual. Apa itu 'body count' dan apa risikonya?
Baca lebih lajut »
Soeharto Resah, Telepon Umum Bermunculan di Penjuru RI!Perintah Soeharto ke pejabat daerah lambat karena teknologi komunikasi di Indonesia tak memadai. Telepon umum jadi solusi dan menjamur.
Baca lebih lajut »