Dengan tes cepat, wargabisa terdeteksi mana yang reaktif dan tidak.
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Warga Kota Surabaya, Jawa Timur, diminta untuk tidak takut mengikuti tes massal yang digelar Badan Intelijen Negara bekerja sama dengan pemerintah kota setempat guna memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19. "Saya dapat kabar ada sejumlah warga yang semula sudah didaftar untuk ikut tes massal gratis ternyata tidak hadir," kata Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya Baktiono di Senin .
Untuk itu, lanjut dia, pihaknya meminta warga khususnya yang tinggal perumahan dan perkampungan untuk ikut tes massal yang digelar BIN dan Pemkot Surabaya hingga sepekan mendatang. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang berkolaborasi dengan BIN yang terus menggelar uji cepat dan uji usap berbasis PCR secara massal dan gratis dalam 10 hari terakhir.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Tes Cepat 1.515 Warga Surabaya, 123 Reaktif Virus Covid-19Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengumumkan empat daerah di Jawa Timur sudah berstatus zona kuning Covid-19. Bagaimana dengan Surabaya?
Baca lebih lajut »
Ratusan Warga Ikuti |em|Rapid Test |/em|di Surabaya |Republika Online400 warga Semampir, Surabaya yang sudah mengikuti rapid test Covid-19
Baca lebih lajut »
824 Warga Rapid Test Massal di Kawasan Ampel Surabaya, 117 ReaktifRatusan warga mengikuti rapid test massal di Parkir Bus Wisata Religi Sunan Ampel, Jumat (5/6). Hasilnya, ada 117 orang yang reaktif. Surabaya RapidTest
Baca lebih lajut »
Febria Rachmanita Menyampaikan Kabar Gembira untuk Warga Surabaya, Tepuk Tangan!Febria Rachmanita menyampaikan perkembangan bagus terkait penanganan pasien COVID-19 di Surabaya, Jatim. Surabaya
Baca lebih lajut »
Ratusan Warga Surabaya Pengantre Bansos COVID-19 Langgar Physical DistancingRatusan warga berdesak-desakan saat antre mengambil dana bantuan sosial tunai (BST) di Kantor Pos Jemur Andayani. Mereka mengabaikan aturan physical distancing. Surabaya
Baca lebih lajut »