Petugas gabungan dari Polri, TNI terlibat bentrok dengan warga Pulau Rempang, Batam.
jpnn.com, BATAM - Warga Rempang terlibat bentrok dengan petugas gabungan dari Polri, TNI, Ditpam Badan Pengusahaan Batam, dan Satpol PP saat penjagaan proses pengukuran untuk pengembangan kawasan tersebut oleh BP Batam, Kamis.
Akibat keributan tersebut, petugas terpaksa menembakkan gas air mata karena situasi yang tidak kondusif. "Ada belasan siswa yang saya tahu dibawa oleh ambulans ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Gas air mata itu tadi terbawa angin, karena ribut dekat dari sekolah kami," ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 22 Muhammad Nazib saat ditemui di lokasi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Petugas gabungan terlibat bentrok dengan warga di Pulau RempangPetugas gabungan dari Polri, TNI, Ditpam Badan Pengusahaan (BP) Batam, dan Satpol PP terlibat bentrok dengan warga Rempang saat penjagaan proses pengukuran ...
Baca lebih lajut »
Kepala BP Batam Ajak Masyarakat Rempang BerdialogBP Batam sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, lanjut Rudi, berkomitmen untuk melibatkan masyarakat dalam proses pengembangan Kawasan Rempang.
Baca lebih lajut »
Perhatikan Hak Masyarakat, Kepala BP Batam Ajak Masyarakat Rempang BerdialogKepala BP Batam, Muhammad Rudi, berkesempatan untuk kembali bertemu dengan masyarakat Rempang, Rabu (6/9/2023).
Baca lebih lajut »
Kepala BP Batam Komitmen Sediakan Hunian Bagi Masyarakat Rempang GalangKepala Badan BP Batam, Muhammad Rudi berkomitmen untuk menyelesaikan hunian baru untuk masyarakat Rempang Galang yang terdampak relokasi dalam pengembangan Rempang Eco City.
Baca lebih lajut »
Kepala BP Batam Komitmen Sediakan Hunian Baru bagi Masyarakat Rempang GalangHunian baru yang disiapkan tersebut berupa rumah tipe 45 senilai Rp120 juta dengan luas tanah maksimal 500 meter persegi.
Baca lebih lajut »
Bentrok Warga dengan Aparat Pecah di Rempang BatamAparat gabungan Polri dan TNI disebut memaksa masuk ke kampung adat di Rempang, Batam. Bentrok dengan warga tak terelakkan.
Baca lebih lajut »