Ketegangan terjadi antara TNI AL dan warga di Pasuruan, Jawa Timur, setelah militer berencana memperluas bangunan di lahan yang diperebutkan selama puluhan tahun. Komnas HAM meminta militer menahan diri sebelum jatuh korban.
Suasana tegang di Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan terjadi setelah TNI AL memasang kawat berduri pada Selasa, 6 Agustus, di atas lahan sengketa yang diratakan dengan buldozer.
Protes dari warga direspon dengan pengerahan 20 orang personil untuk berjaga di lokasi tersebut. TNI juga memasang garis polisi sehingga warga tidak bisa lewat. Surat pengaduan warga Pasuruan ke Komnas HAM pada Agustus 2019. Komnas sudah meluncurkan laporan pada 2007. Dalam catatan Komnas HAM, warga memiliki letter C sementara TNI AL memiliki hak guna pakai. Sandra meminta pemerintah setempat menelusuri kenapa kepemilikannya bisa tumpang tindih.? Kan nggak bisa. Atau mungkin ada informasi lain? Nah ini yang seharusnya dibenahi,” pungkasnya.
Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Sandrayati Moniaga berbicara kepada wartawan usai konferensi pers di kantornya, Selasa, 13 Agustus 2019 sore.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Mabes TNI Gelar Lomba Karya Jurnalistik “Panglima TNI Award 2019”
Baca lebih lajut »
TNI AL- Singapura Gelar Peperangan RanjauTNI AL bersama Republic of Singapore Navy (RSN) menggelar Latihan Bersama Joint Minex Pandu 2019. Latihan peperangan ranjau...
Baca lebih lajut »
Bantu Kawan Terlilit Utang, Oknum Prajurit TNI AL Nekat Curi...Polres Karo menangkap dua orang terduga pelaku pencurian mobil milik warga. Keduanya ditangkap di kawasan kaki Gunung Api...
Baca lebih lajut »
KRI Siwar dukung Pangkalan TNI-AL Palembang mencegah penyelundupanKapal Perang Republik Indonesia (KRI) Siwar-646 mendukung Pangkalan TNI-AL Palembang yang memiliki wilayah tugas laut kawasan Sumatera Selatan dan Jambi untuk ...
Baca lebih lajut »
Prajurit TNI menyalakan asa warga di pelosok KamparMentari belum sepenuhnya menyinari gugusan Bukit Barisan saat Subuh sibuk mencari tempat bersinyal telekomunikasi untuk menghubungi istrinya dari Desa Balung ...
Baca lebih lajut »