Sejumlah petugas medis, termasuk Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, yang membawa jenazah pun diusir warga.
Jenazah dikeluarkan dari peti, kemudian bungkusannya dibuka, lalu dimandikan dan selanjutnya dishalatkan.
"Betul, kejadiannya malam sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu jenazah yang dibawa mobil ambulans dari RSAM datang," kata Wakil Bupati Ferizal Ridwan yang dihubungiFerizal mengatakan, warga yang kurang pemahamannya itu memaksa membongkar peti mati, kemudian membuka bungkusan jenazah, lalu memandikan dan menyalatkannya.
Ferizal mengatakan, warga yang meninggal karena wabah dalam ajaran Islam akan mati syahid sehingga tidak diwajibkan dimandikan lagi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
David Chalik Maju Jadi Calon Wakil Wali Kota BukittinggiDavid Chalik diusung PAN dan NasDem menjadi calon wali kota Bukittinggi, dipasangkan dengan Irwandi yang merupakan mantan wakil wali kota Bukittinggi.
Baca lebih lajut »
Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Kembali MeningkatRata-rata penambahan kasus Covid-19 di Kota Bekasi berasal dari klaster keluarga.
Baca lebih lajut »
Enam Pegawai Positif, Kantor Inspektorat Kota Bogor Ditutup |Republika OnlineSemua pegawai diinstruksikan untuk bekerja dari rumah.
Baca lebih lajut »
Ini Alasan Gerakan Arek Suroboyo Dukung Eri Cahyadi jadi Wali Kota SurabayaGerakan Arek Suroboyo atau GAS, menggelar deklarasi dukungan mereka untuk Eri Cahyadi. EriCahyadi
Baca lebih lajut »
Mantan Wali Kota Tegal M Nursholeh Wafat, Semasa Hidup Berjuluk Bapak Sastrawan TegalanKota Tegal berduka, Wali Kota Tegal periode 2018-2019 M Nursholeh meninggal dunia pukul 11.15 WIB.
Baca lebih lajut »