Warga Amerika Latin Terancam Kelaparan Gara-gara Harga Bensin Mahal

Indonesia Berita Berita

Warga Amerika Latin Terancam Kelaparan Gara-gara Harga Bensin Mahal
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 detikfinance
  • ⏱ Reading Time:
  • 60 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 27%
  • Publisher: 63%

Mahalnya harga bahan bakar disebut mengganggu ketahanan pangan di Amerika Latin. Negara-negara seperti Argentina, Ekuador dan Panama mulai merasakan.

Kondisi ekonomi Amerika Serikat saat ini sedang menghadapi tantangan berat mulai dari harga bensin yang melambung tinggi, inflasi sampai ancaman masuk ke jurang resesi., disebutkan mahalnya harga bahan bakar ini disebut mengancam ketahanan pangan di Amerika Latin seperti Argentina, Ekuador dan Panama.

Direktur Analisis Risiko sebuah konsultan bisnis Bogota Sergio Guzman mengungkapkan harga bahan bakar ini merupakan hal penting untuk perekonomian."Jika harga bahan bakar naik maka akan berdampak langsung ke semua harga kebutuhan masyarakat," kata dia dikutip dariDia mengungkapkan negara-negara di Amerika Latin membutuhkan bahan bakar yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. Misalnya di Ekuador yang merupakan negara produsen pisang.

Kondisi ini juga terjadi pada industri perikanan di Kolombia. Banyak penduduk sebelumnya menikmati harga bahan bakar termurah di dunia. Namun belum lama ini pemerintah negara itu mengumumkan harga bahan bakar terbaru dan membuat terkejut banyak pihak.Pada April lalu Bank Dunia melakukan kajian untuk prediksi pertumbuhan ekonomi di Amerika Latin dan Karibia menjadi 2,3% pada tahun ini. Hal ini disebabkan oleh perang Ukraina dan kenaikan harga di dunia.

Guzman menyebutkan jika pemerintah di negara tersebut tidak akan bisa menekan kenaikan biaya hidup masyarakat akibat naiknya inflasi.Presiden Ekuador Gullermo Lasso menjelaskan dirinya dipaksa untuk melakukan pembatasan harga bensin menjadi US$ 2,4 per galon.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

detikfinance /  🏆 18. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Inflasi Inggris Tembus 9,4%, Setiap Keluarga Rogoh Kocek Rp1,7 Juta Buat Isi BensinInflasi Inggris Tembus 9,4%, Setiap Keluarga Rogoh Kocek Rp1,7 Juta Buat Isi BensinKenaikan harga terus terjadi dalam tingkatan tercepat selama lebih dari 40 tahun, didorong oleh harga bensin dan pangan yang semakin mahal di Inggris. Kenaikan...
Baca lebih lajut »

Reaksi Mengejutkan Istri Ustaz Kasif Heer Saat Tahu Suaminya Dijodohkan dengan Nathalie Holscher - Pikiran-Rakyat.comReaksi Mengejutkan Istri Ustaz Kasif Heer Saat Tahu Suaminya Dijodohkan dengan Nathalie Holscher - Pikiran-Rakyat.comRumor perjodohan Nathalie Holscher dan Ustaz Kasif Heer semakin kencang gara-gara hadiah umroh gratis.
Baca lebih lajut »

6 Fakta Orang Tua di Bekasi Ikat dan Rantai Anaknya Gara-gara Gemar Menghabiskan Makanan - Tribunnews.com6 Fakta Orang Tua di Bekasi Ikat dan Rantai Anaknya Gara-gara Gemar Menghabiskan Makanan - Tribunnews.comSeorang anak di Bekasi diikat dan dirantai kakinya oleh orang tuanya karena gemar menghabiskan makanan di rumah.
Baca lebih lajut »

Kaesang Jawab Keluhan Supoter Soal Mahalnya Tiket Persis Solo |Republika OnlineKaesang Jawab Keluhan Supoter Soal Mahalnya Tiket Persis Solo |Republika OnlineHarga tiket yang mahal dipengaruhi oleh harga sewa stadion Manahan
Baca lebih lajut »

Harga Minyak Turun karena Kenaikan Stok Bensin dan Bunga ECBHarga Minyak Turun karena Kenaikan Stok Bensin dan Bunga ECBHarga minyak turun sekitar US$ 3 per barel pada Kamis (21/7/2022) karena kenaikan stok bensin Amerika Serikat (AS) dan suku bunga Bank Sentral Eropa.
Baca lebih lajut »

Cerita Warga yang Pilih Bertahan di MariupolCerita Warga yang Pilih Bertahan di MariupolPertempuran telah membuat kota di pinggir Laut Azov ini remuk. Dulu, ada 430 ribu warga tinggal di Mariupol, namun sekarang tersisa puluhan ribu orang. TempoDunia
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 09:39:55