'Menurut SUSENAS-BPS tahun 2018, ada sekitar 61 persen anak tidak memiliki akses internet di rumahnya,' ujar Ma'ruf.
Wapres: Perkembangan Ekonomi Syariah Cukup Pesat, tetapi Masih Jauh
Dalam mencari solusi tersebut, kata Ma'ruf, pengelola lembaga pendidikan, para pendidik, peserta didik beserta orangtuanya harus turut berperan aktif. Apalagi faktanya, kata dia, belajar dari rumah yang dilaksanakan sejak pandemi Covid-19 muncul di Indonesia menimbulkan persoalan ketidaksetaraan. Selain itu pembelajaran yang dipindahkan dari sekolah, madrasah, atau pesantren ke rumah, mengakibatkan orangtua harus menjadi guru dan kiai.Hal itu pula yang menyebabkan orangtua mau tidak mau harus belajar untuk mendampingi anak-anaknya sekaligus tetap melakukan pengasuhan anak.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Wapres Minta Ekonomi Syariah Harus Lebih ModernWakil Presiden Ma'ruf Amin berharap kegiatan usaha syariah harus lebih mampu menerapkan prinsip manajemen modern
Baca lebih lajut »
Hoaks, Wapres Ma'ruf minta fatwa 'Shalat Tanpa Wudhu Tanpa Tayamum' bagi masyarakatWakil Presiden Ma&39;ruf Amin, dalam sebuah unggahan di Facebook pada Selasa (23/6), disebut meminta fatwa baru bagi masyarakat muslim Tanah ...
Baca lebih lajut »
Wapres Ma'ruf Amin Akui Realisasi Sistem Ekonomi Syariah Tidak Mudah'...terutama bank syariah ialah belum mampu memberikan bantuan modal tanpa bagi hasil secara optimal,' ujar Ma'ruf.
Baca lebih lajut »
Wapres Ma'ruf Amin Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari UMI MakassarWakil Presiden Ma'ruf Amin menerima gelar doktor kehormatan, Doktor Honoris Causa (Dr.Hc) dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Selasa (23/6/2020).
Baca lebih lajut »
Wapres: Butuh Perjalanan Panjang untuk Ekonomi Syariah |Republika OnlineBank syariah masih terkendala terkait bantuan modal tanpa bagi hasil yang optimal.
Baca lebih lajut »