Pada 1967 Nissan merekrut Kyoko Shimada – wanita pertama yang menjadi desainer mobil dalam sejarah Jepang.
SEJAK dulu otomotif identik sebagai dunianya kaum laki-laki. Meskipun demikian bukan berarti kaum hawa tidak memiliki tempat.
"Tidak ada satu pun desainer wanita di industri otomotif Jepang pada waktu itu, tetapi Nissan lebih dulu menyadari perlunya memahami sudut pandang wanita dalam mendesain mobil dibanding perusahaan mobil lainnya, karena Nissan tahu bahwa nantinya setiap rumah tangga akan memiliki mobil,” kenang Shimada.
Akan tetapi hal tersebut justru menjadi kekuatannya di mana ia kemudian mendapatkan wawasan dari tempat-tempat unik, serta memberinya sudut pandang yang imajinatif dan segar. Shimada memandang mobil sebagai ‘ruang hidup’ di mana pengguna dapat mengekspresikan identitas dan gaya hidup mereka di dalamnya.
Hal ini mengarahkannya untuk mengusulkan warna-warna seperti biru segar, coklat dan putih untuk palet mobil, pada masa di mana eksterior kendaraan mewah semuanya serba hitam. Ia berulang kali menantang stereotip yang belum pernah terpikirkan oleh orang lain sebelumnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Beda Kalung Anti Corona Kementan dan Kalung Shut Out JepangKementan menjelaskan beda antara kalung antivirus corona besutannya dan kalung shut out dari Jepang.
Baca lebih lajut »
Survei Jepang Catat Olimpiade tak Bisa Digelar Tahun Depan |Republika OnlineSurvei dari Japan News Network mencatat Olimpiade Tokyo tak bisa digelar tahun depan.
Baca lebih lajut »
Hujan Deras Hambat Evakuasi Korban Banjir JepangHujan deras yang diperkirakan turun hingga Selasa (7/7) menghambat proses evakuasi korban banjir di Jepang.
Baca lebih lajut »
Jepang Kembali Hadapi Hujan Lebat di Tengah Bencana Banjir |Republika OnlineJepang masih mencari korban selamat banjir sejak akhir pekan
Baca lebih lajut »
VIDEO: Banjir Landa Jepang, 200 Ribu Warga DievakuasiHujan lebat yang memicu banjir besar dan tanah longsor di Jepang menewaskan 37 orang di prefektur Kumamoto pada Senin (6/7).
Baca lebih lajut »