Walkot Duga Temuan Situs Lokasi Pembantaian Tentara Jepang |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Walkot Duga Temuan Situs Lokasi Pembantaian Tentara Jepang |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 33 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 17%
  • Publisher: 63%

Sejarawan membantah jika situs terowongan di Stasiun Bekasi tempat pembantaian.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Ada dua dugaan situs cagar budaya yang ditemukan di Stasiun Bekasi merupakan peninggalan tentara Jepang. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut, hal itu baru sekadar asumsi. Rahmat mengaku, menggunakan logika jika di dekat area stasiun tepatnya di tepi Kali Bekasi dulunya merupakan tempat pembantaian tentara Jepang.

Sejarawan Bekasi, Ali Anwar, mengatakan, kecil kemungkinan jika dua situs berupa terowongan di bawah tanah tersebut adalah bekas markas tentara Jepang. Pasalnya, lokasi pembantaian tentara Jepang terletak di tepi Kali Bekasi. “Bukan di stasiunnya. Saya melakukan penelitian pertama secara akademis,” kata Ali.

Alih-alih membiarkan kereta itu melintas, Wakil Komandan Tentara Keamanan Rakyat Bekasi malah memerintahkan kepala Stasiun untuk mengalihkan jalur perlintasan kereta. Peristiwa mencekam yang terjadi pada 19 Oktober 1945 itu terus dikenang hingga saat ini. Sebelum dibantai, ada aksi provokasi yang dilakukan oleh Kaigun Jepang.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Walkot Banjarbaru Meninggal, RK Kenang Pesan Jangan Sepelekan COVID-19Walkot Banjarbaru Meninggal, RK Kenang Pesan Jangan Sepelekan COVID-19Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani meninggal dunia setelah 15 hari dirawat karena positif Corona. Ucapan dukacita mengalir dari koleganya sesama kepala daerah. Banjarbaru VirusCorona
Baca lebih lajut »

Ini Pesan Menyentuh Almarhum Walkot Banjarbaru Saat Umumkan Positif COVID-19Ini Pesan Menyentuh Almarhum Walkot Banjarbaru Saat Umumkan Positif COVID-19Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani meninggal dunia setelah 15 hari dirawat intensif karena positif Corona (COVID-19. Nadjmi Adhani sempat menyampaikan pesan saat mengumumkan positif Corona. Apa itu? Banjarbaru VirusCorona
Baca lebih lajut »

Walkot Banjarbaru, Kepala Daerah Ketiga Meninggal Usai CoronaWalkot Banjarbaru, Kepala Daerah Ketiga Meninggal Usai CoronaWali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani meninggal dunia setelah positif virus corona. Nadjmi terpapar virus tersebut sejak akhir Juli lalu.
Baca lebih lajut »

Walkot Gugat Pemprov Bekasi Selalu Dibuat Zona Merah |Republika OnlineWalkot Gugat Pemprov Bekasi Selalu Dibuat Zona Merah |Republika OnlineData kasus aktif Covid-19 yang dirilis Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi tak sinkron.
Baca lebih lajut »

Keluarga Duga Remaja di Cengkareng Dibawa Kabur Wawan Gunawan ke SukabumiKeluarga Duga Remaja di Cengkareng Dibawa Kabur Wawan Gunawan ke SukabumiSeorang remaja perempuan berusia 14 tahun di Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar) dibawa kabur pria bernama Wawan Gunawan (41). Ayah korban menduga anaknya tersebut dibawa pelaku ke Sukabumi, Jawa Barat. Cengkareng
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-03 04:08:15