Pemprov DKI telah mengarahkan agar seluruh pasar tradisional memberlakukan 50 persen kapasitas untuk pengunjung selama PSBB di masa transisi.
Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Jakarta Timur M Anwar mengingatkan kepada seluruh kepala pasar tradisional di wilayahnya tentang protokol kesehatan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar . Sebab, melonggarkan protokol kesehatan dapat meningkatkan risiko penularan Covid-19.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur telah meminta agar pengelola pasar mematuhi aturan pemerintah dengan menyediakan protokol kesehatan dalam pemutusan mata rantai penularan Covid-19. 2 dari 3 halamanPasar Perumnas KlenderAnwar mencontohkan salah satu pasar yang tidak taat pada ketentuan tersebut adalah Pasar Perumnas Klender.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Usulkan PSBB Surabaya Tak Diperpanjang Lagi, Ini Jawaban KhofifahRisma usulkan ke Gubernur Jawa Timur untuk tak lagi perpanjang PSBB Surabaya. Khofifah Indar Prawansa ungkap Surabaya masih butuh evaluasi lanjut.
Baca lebih lajut »
Pasar Perumnas Klender Belum Ditutup, Wali Kota Jaktim Akan Lapor AniesSebelumnya, 20 pedagang Pasar Perumnas Klender positif Covid-19 usai menjalani sejumlah swab test.
Baca lebih lajut »
Pasar Perumnas Klender Tak Kunjung Ditutup, Wali Kota Jaktim Akan Lapor ke AniesPasar Perumnas Klender yang menjadi salah satu kluster Covid-19 di Jakarta Timur hingga kini tak kunjung ditutup. Hal tersebut...
Baca lebih lajut »
303 RW di Jaktim Terpapar Covid-19, Wali Kota: Migrasi Baru dan Perilaku Warga Jadi PenyebabnyaSebanyak 303 RW di Jakarta Timur terpapar Covid-19. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan wilayah lainnya...
Baca lebih lajut »
Wali Kota Jaktim ke Kepala Pasar: Jaga Protokol Kesehatan |Republika OnlinePelonggaran protokol memiliki risiko penularan Covid-19.
Baca lebih lajut »